Acara yang Mbahas Master of The Gambler Indonesia

Sekarang ada acara bagus di Trans TV setiap hari Rabu jam 10.30 namanya Balada: Hidup Ini Indah. Disitu ngebahas orang-orang sukses karena menjadi penjudi hidup (Master of The Gambler) beserta cerita semua perjuangannya. Dari situ kita bisa menyadari bahwa sesuatu nikmat tidak didapat dengan mudah, tapi harus diperjuangkan.

Misal yang aku tonton membahas mengenai cerita H. Tatang yang punya restoran Ampera (salah satunya di Cihampelas kalau tidak salah). Dia itu tadinya cuman anak desa dari Ciamis, yang sampai sekarang aja masih ndeso tuh Ciamis :D. Ke Bandung jadi kuli, kenek, penjual es teh keliling, sampai bikin warung yang semakin besar, dan disitu istrinya emang keren membantu dan mendukung visi misi suaminya walau penderitaan datang bertubi-tubi. Anak-anaknya pun menjadi orang-orang yang mandiri sekarang mengelola restoran itu.

Ada lagi panggilannya Cak Man, yang pas usia 7 tahun karena pengen sekolah dia rela berjualan kayu bakar ke tempat yang jaraknya beberapa kilometer dari rumahnya. Pulang sekolah cari kayu bakar, jam 3 pagi jalan ke kota, jualan kayu, balik kerumah langsung sekolah. Terus pas usia SMP dia ke kota Malang jualan bakso, akhirnya jadi besar yang sekarang jadi Bakso Kota (di Bandung cabangnya ada di Dipati Ukur).

Dari cerita-cerita ini kita akan bersyukur kita dibekali sekolah oleh orang tua kita hingga selangkah di awal. So jangan takut jadi Master of  The Gambler, kalau mereka bisa, kenapa kita tidak. Fight, hidup hanya sekali dan sebentar, akan sangat sayang kalau kita tidak bisa berguna untuk orang lain.

Iklan

Kenapa Butuh Jadi Angin Puting Beliung di Bandung?

Hari ini ada yang lucu bagiku,  seorang teman (yang memang orangnya ngocol) nawari rumah dimana dia kos yang akan dijual, harganya 350 jeti. Aku langsung ketawa, lha wong beli yang 140 jeti aja belum tentu bisa apalagi yang 350 jeti. Lalu dia bilang lho kan katanya puting beliung, permasalahannya puting beliung dimana dulu (di Bandung memang tidak setinggi di Jakarta), dan kenapa terpaksa jadi puting beliung, karena duitnya kurang :)). Kurang banyak :)).

Kalau kerja atau proyekan memang jangkauan Bandung lebih kecil dibanding Jakarta, semuanya tinggi di Jakarta sampai ke gedung-gedungnya he he he he he. Well demi idealis kami, kalau tidak dengan sangat terpaksa kami tidak ke Jakarta dengan berbagai pertimbangan dan idealis. Hidup adalah pilihan. Jadi akibatnya juga harus ditanggung, bukan hanya ngambil enaknya doang he he he he he.

Ternyata Anakku Lumayan Fotogenik

Kemarin iseng-iseng aja bikin beberapa foto anak, ternyata anakku lumayan fotogenik, gak kayak Bapak Ibuknya, udah jelek (gara-gara jadi angin puting beliung jadi gak sempat ngurus badan, item kebanyakan kepanasan, gendut kebanyakan nyemil karena begadang, kurang istirahat dan kurang olah raga karena banyak urusan, mata sering jadi mata panda karena kurang tidur) kalo difoto malah tambah jelek ha ha ha ha ha.

p1010879

p1010891

p1010409

By hariiniadalahhadiah Posted in Family

Bagai Angin Puting Beliung

Seorang teman tiba-tiba nyeletuk, “Mbak Rosa itu kayak angin puting beliung”, maksudnya ada peluang kerja semuanya disabet ha ha ha ha ha. Dan itu memang kusadari. Lha mau gimana lagi orang kebutuhan banyak, dah sekarang semua pada mahal. Dan yang paling menyebalkan keinginan kami kedepan itu banyak jadinya sering jadi angin puting beliung :D. kami memang sering sabet proyek sana, sabet proyek sini, kadang jadi pegawai honorer, pokoknya semua deh dicobain asal masih halal (Insya Allah).

By hariiniadalahhadiah Posted in Work

Oshin, Master of The Gambler

Aku dah beberapa kali nonton film Oshin (lagi) di TVRI. Dulu Oshin pernah diputar di TVRI waktu aku kecil. Cerita dari film itu bagiku bagus sekali dari hanya sekedar dorama yang membahas kisah cinta romantis hayalan (no heart feeling) yang isinya hanya sekedar rekayasa kebetulan.
Film Oshin diambil dari kisah nyata seorang perempuan yang di masa tuanya menjadi pengusaha ritel. Hidupnya dimulai dari cerita dia harus bekerja mulai usia 7 tahun karena keluarganya tidak bisa makan. Perjuangannya mengenai banyak hal, tapi dia pantang menyerah. Anak yang meninggal karena perang dunia kedua, suami yang bunuh diri, dan banyak hal dalam hidupnya sampai apa yang dia capai di masa tuanya. Bagiku dia memang Master of The Gambler. Pantang menyerah menjadi penjudi dalam hidup, tak tahu hasilnya seperti apa dalam hidup, yang penting terus berusaha. Banyak sekali pesan moral dalam film itu yang bagiku keren (musiknya itu lho jadi kerasa jadul banget).
Dari hidup kami saat ini sering sekali safe by the bell di saat-saat genting. Keinget dulu pas mahasiswa aku nangis di GKU baru selesai kuliah gara-gara mikirin uang bulanan habis buat beli catridge (dulu cukup gak cukup sebulan ya dikirimi ibu sekali pas awal bulan), bingung mau makan dari mana waktu itu masih tengah bulan, pas turun ke bawah yang waktu itu masih LPKM ternyata beasiswaku turun, aku terharu dengan itu, alhamdulillah bertapa baiknya Tuhan. Dulu aku suka nekat dengan uang bulanan, nekat beli komputer seken nabung ber bulan-bulan walau harus makan lauk dua buah gorengan. Itu gak seberapa lho, ada temanku yang lebih keren lagi perjuangan hidupnya.
Tuhan adalah seperti apa yang kita pikirkan, jika kita berpikir positif maka Tuhan juga akan memberi kita sesuatu yang positif.

Ada yang Tahu Tempat Jualan Masakan Jawa Timur di Bandung?

Ada yang tahu gak tempat yang jual masakan jawa timur di Bandung tapi memang benar-benar rasa jawa timur? (pernah coba di selasih rasanya dah bukan rasa jawa timur). Masakan jawa timur yang kurindukan:

  • Pecel semanggi
    Tahu campur
    Rujak Cingur
    Tahu Tek
    Kupang lontong
    Lentho
    Tempe Menjes
    Lontong Balap
    Tahu Petis
    Othe-othe (bala-bala rasa jawa timur)
    Terong goreng plus Bebek goreng jawa timur (paling seneng dulu yang di daerah kos-an di nginden surabaya, masih jualan gak ya)

Home sweet home.