Hal Menarik dari Mahasiswa UPI

Sudah sekitar 3 tahunan saya mengajar di UPI. Ada hal yang menarik dari mahasiswa UPI. Ternyata mereka orang-orang yang memiliki sisi sosial yang baik, banyak yang tidak sungkan-sungkan menawarkan barang dagangan. Ada yang reseller ada yang barang membuat sendiri. Walaupun jurusan teknik sekalipun mereka banyak yang tidak malu-malu berjualan, walau itu barang yang kecil :). Ada barang baru, ada barang second. Biasanya kan orang teknik susah untuk berpikir menjual barang :D. Di UPI juga ada grup jual beli yang aktifitasnya ramai setiap harinya. Sering dapat ilmu berjualan dan membuat barang kecil-kecil dari mahasiswa dengan ngobrol ngalor ngidul. Menarik sekali buat saya :D. Berikut beberapa barang-barang yang ditawarkan:

aksesoris

Bros

Keripik Pedas

Kue Cup

Kue Pelangi

Masker

Stavolt

Wallpaper

Ya paling tidak mereka belajar untuk berjualan :). Dan saya pun bisa belajar dari mereka :).

Iklan

Jawaban Saran Evaluasi Mahasiswa Terhadap Dosennya

Di FPMIPA UPI, tidak hanya mahasiswa yang memiliki nilai evaluasi oleh dosen, tapi dosen juga dievaluasi oleh mahasiswa. Sejauh saya ada di UPI, IP (indeks prestasi) saya dari evaluasi mahasiswa tidak pernah dibawah 3 :D, ya berarti lumayanlah dengan standar yang saya pasang agak tinggi di UPI. Berikut adalah jawaban dari saya mengenai saran-saran yang diberikan teman-teman mahasiswa pada pengajaran semester lalu:
Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman I, IP = 3.29  naik dibanding tahun kemarin dengan IP 3.28

1     Flat banget

– tak mengerti saya apa yang dimaksud flat disini 😀
2     pertahankan lagi cara mengajarnya

– ok siap 🙂
3     lebih ditngkatkan lagi.

– ok, setiap tahun saya usahakan selalu lebih baik dari tahun sebelumnya.
4     pertahankan dalam cara mengajar dan tingkatkan terus. 🙂

– ok, siap 🙂
5     tegang , baik , senang , 😉

– saya juga senang mengajar Anda 🙂
6     baik , seru , dan . menantang banget . hehe

– mahasiswa yang selalu belajar adalah mahasiswa yang selalu tertantang, semoga jadi orang sukses. Aamiin.
7     Lebih ditingkatkan

– ok 🙂
8     setiap ada peraturan yang perlu dipatuhi di matkul ibu, sebaiknya dirundingkan atau di bicarakan sejak awal, agar tidak ada lagi kesalahpahaman

– sebenarnya sudah dibahas di hari pertama kuliah…. mungkin kurang detail, baik, ini menjadi pembelajaran buat saya.
9     waktu kuliah yang sangat pendek, menyebabkan penyerapan materi sangat kurang dibandingkan tugas yang diperoleh, ini membuat 2 efek, yang pertama motivasi belajar dan yang kedua adalah sifat “down” yg sering dialami ketika mahasiswa sedang buntu tugas

– iya, di kurikulum saya sudah minta untuk menambah sks, tapi belum dipakai-pakai juga kurikulum barunya. Saat tertekan disitulah kita tahu siapa diri kita, apakah kita akan menghadapinya dan muncul sebagai pemenang, atau kita akan melarikan diri, atau mengerjakan dengan curang dan muncullah pecundang :).
10     …

– …. juga
11     – tidak mempublish masalah kelas di jejaring sosial, kecuali memang di grup kelas – membuat peraturan yang jelas sejak awal pertemuan perkuliahan.

– perlu adanya efek jera, agar tidak diulangi lagi. Peraturan sudah diberikan di awal kuliah, mungkin memang kurang detail
12     Bisa lebih baik lagi dalam mengajarkan mahasiswa-mahasiswanya. Mengadakan pelatihan khusus untuk mahasiswa yang kurang mampu dalam mengikuti mata kuliah ini yang kemampuannya masih dibawah standar.

– asisten alpro 1 ada 5, mungkin bisa responsi dengan mereka, atau kalau mau ke ruangan saya juga welcome.
13     banyak kin lagi latihan

– iya, semoga tahun depan lebih baik, di onlinejudge cspc kan sudah banyak soal latihan
14     latihan latihan ny sudah sangat baik, hanya saja terkadang masih ad mahasiswa yang butuh bimbingan khusus,

– seorang mahasiswa mulai belajar menjadi dewasa, jika memang merasa butuh bimbingan bisa meminta responsi ke asisten atau ke meja saya pun welcome
15     dalam pemberian pelajaran harus lebih detail dan mendalam. sehingga pelajaran yan di berikan dapat mempermudah mahasiswa untuk mengembangkan pelajaran tersebut.

– detail dan mendalam itu butuh waktu yang panjang, maka dari itu, kami tim Alpro mengajarkan mengenai konsep, dan mahasiswa belajar terbang untuk mempertajam skill. Nah waktu terbang itu yang perlu dikelola mahasiswa sebagai manusia yang belajar menjadi dewasa.
16     lebih mengenal mahasiswa/inya

– saya coba banget ini 😀
17     T.O.P. pokonya mah bu.. hehe ini baru yang namanya kuliah

– semoga tetap semangat di kuliah-kuliah berikutnya :). Aamiin.

Mata Kuliah Metodologi Berorientasi Objek, IP = 3.14 naik dibanding tahun kemarin dengan IP 3.12

1     Jangan galau bu, jangan menyampaikan bahwa Ibu juga tidak menyukai mata kuliah ini, bisa menurunkan minat mahasiswa. Harusnya ibu memberikan semangat dan menyatakan perkuliahan ini menarik. Beritahukan juga mata kuliah ini berguna untuk perlombaan bikin Game di Compfest karena harus membuat dokumennya.

– Ok, saran yang bagus :D, tapi kemarin habis mengajar jadi agak suka mata kuliah ini, kayaknya agak bosan dengan pemrograman dan sudah menemukan sedikit ritme di mata kuliah ini.
2     disertai contoh kasus

– sudah diberikan contoh kasus, misal seperti toko kelontong, jika tidak mencoba sendiri maka memang akan kesulitan, karena baru tahu konsep terbang, belum terbang beneran :).

Mata Kuliah Struktur Data, IP = 3.22 naik dibanding tahun kemarin dengan IP 3.17

1     semoga kedepannya lebih baik 🙂

– aamiin. Makasih ya :).
2     Kalau bisa minta dosennya tidak hanya satu orang untuk non dik. Terimakasih

– saat ini ketersediaan dosen strukdat hanya satu di nondik :D. Kalau ingin pembanding bisa sit in di kelas prodi pendidikan ilmu komputer. Atau jika memang terganggu dengan standar saya, silakan dibicarakan dengan kaprodi, mungkin ada kebijakan lain. Pemrograman memang mata kuliah terbang, jika kita tidak banyak latihan terbang, maka kita akan kesusahan untuk terbang, apalagi terbang di atas jurang, karena yang timbul adalah ketakutan karena kurang latihan :).
3     jangan gunakan dom judge, susah banget..

– dari survei kemarin, online judge mendapat mayoritas nilai positif :). Itu bagus untuk membuat kita terbang lebih berani dan memahami posisi kita jika kita terbang sungguhan nantinya. Terbiasa berjuang akan membuat kita menjadi pejuang 🙂
4     bagus, tingkatkan bu..

– ok siap :), makasih ya 🙂
5     pertahankan gaya mengajarnya 😀

– ok siap 🙂
6     Ditambah simulasi nya

– iya ini saya pengen banget ada game untuk simulasi, jadi biar lebih mengerti, tapi gak ada yang mau bikin skripsi tentang game pengajaran pemrograman 😦 (waktu itu lapak penawaran skripsinya gak laku)
7     terimakasih bu

– sama sama, semoga semua ilmu yang sudah diberikan bermanfaat untuk masa depan dirimu :). Aamiin.
8     lebih memperbanyak lagi latihan soalnya
9     tambah soal soal latihan lagi 🙂

– iya sudah dirintis di online judge cspc :D, cuman mungkin untuk masa dirimu baru perintisan, jadi masih segitu

Demikian jawaban saya, semoga berkenan 😀 dan semoga semuanya semakin baik kedepannya. Aamiin.

By hariiniadalahhadiah Posted in Students

Jiwa Anak-anak yang Terperangkap Tubuh Dewasa

Diza

Saya memperhatikan anak saya, sering sekali pemikirannya memang masih anak-anak (ya iyalah, kan masih 5 tahun :D). Ada beberapa sifat anak saya:

  • Berpikir jangka pendek
  • Mau menang sendiri
  • Tidak mampu melihat sesuatu yang abstrak
  • Kurang sabar sehingga ingin sesuatu yang cepat/instan
  • Tidak memahami risiko yang terjadi dengan apa yang dilakukan saat ini
  • Suka bermain lebih banyak dibandingkan belajar serius
  • Kurang bisa bertanggung jawab
  • Suka mengeluh untuk sesuatu yang tidak disukainya
  • Suka menghindar dari sesuatu tanggung jawab yang tidak disukainya
  • Ingin perhatian lebih, sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukannya kalau dilihatin menjadi tidak bisa karena ingin dibantu
  • Menyalahkan orang lain karena takut bertanggungjawab jika melakukan kesalahan

Sifat-sifat di atas tentu saja normal untuk anak berusia 5 tahun. Tanpa sengaja saya berpikir, saya banyak menemukan orang-orang dengan sifat seperti anak saya, tapi tentu saja mereka pada usia yang seharusnya sudah belajar banyak untuk menjadi dewasa…… dan sifat mereka masih seperti anak saya yang berusia 5 tahun. Jadi bisa dikatakan sebenarnya jiwanya masih anak-anak karena kurang banyak belajar untuk menjadi dewasa, tapi jiwa itu terperangkap pada tubuh yang terlihat dewasa.

Manusia Makhluk Pembelajar

Entahlah…. dulu tiba-tiba saja kepikiran pengen mengajar di UPI, karena saya dulu mikirnya di UPI pencetak guru, dan ingin sekali mencoba menanamkan karakter pada para guru. Saya pernah membaca bahwa karakter adalah mampu membedakan yang benar dan salah walau mendapat tekanan dari luar maupun godaan dari dalam. Sehingga asumsi saya karakter harus berdasarkan pada manual hidup yang biasa disebut dengan kitab suci. Lalu juga saya sangat tertarik untuk mengajar pemrograman. Mungkin karena banyak sekali melihat orang di luar mengaku bisa memprogram tapi sebenarnya yang mereka lakukan adalah searching aplikasi di internet siap pakai, seperti joomla atau cms lainnya. Padahal bagi saya programmer adalah pembuat program, bukan searcher (pencari program), modifier (memodifikasi program orang), ataupun user (pengguna program orang). Jadi benar-benar bisa memahami logika untuk membuat program dengan baik.

Pada awalnya tidak mudah, karena banyak tentangan yang menganggap saya terlalu tinggi standarnya dalam mengajar, padahal saya melihat dan menargetkan standar minimal dasar logika pemrograman. Banyak sekali hujatan mahasiswa yang saya terima, dan banyak hal membuat saya marah pada diri dan keluarlah banyak kesombongan karena marah. Pernah dengan seseorang berkata “percuma Bu, mereka (mahasiswa program ilmu komputer UPI) tidak bisa diajarin logika pemrograman” karena saya menemukan ketika pertama kali mengajar algoritma dan pemrograman 2 para mahasiswa bahkan tidak mampu berpikir logika pemrograman dengan baik. Dan mungkin yang membuat saya shock adalah banyaknya mahasiswa yang berpikir instan dengan menyontek dan waktu itu jumlahnya tidak sedikit……….. it’s hurt me so much actually.

Waktu demi waktu berlalu…. sampai pernah juga dimaki mahasiswa lewat FB…. but you know…. all that things make me learn bahwa kesombongan dan kemarahan hanya akan menyakiti banyak orang. Dan membuat saya belajar bahwa hanya keikhlasanlah yang membawa kebaikan. Belajar untuk menjadi orang behind the scene dengan ikhlas.

Saat ini saya mengajar pemrograman di non kependidikan ilmu komputer UPI. Dulu pernah mengajar di program studi pendidikan ilmu komputer UPI, tapi setelah itu diminta untuk mengajar nondik. Kependidikan mencetak guru, sedangkan non kependidikan mencetak engineer. Mungkin tidak sesuai cita-cita saya sebelumnya, tapi memberikan modal skill untuk siapa saja itu menyenangkan, agar mereka bisa memperbaiki hidup mereka.

Sekarang ini saya mulai melihat prestasi mahasiswa saya, UPI menang lomba robot nasional juara ke dua untuk kategori robot soccer, and you know who’s hold the programming for the robot…. that’s my students :). Tiga orang yang menjadi programmer pada tim robot UPI adalah mahasiswa yang pernah saya didik (Ruly Anggriawan, Indar Bismoko (keduanya pendidikan ilmu komputer UPI angkatan 2008), dan Noer Bany Yusuf (pendidikan ilmu komputer angkatan 2009)) beritanya ada disini.

Lalu Ilmu komputer UPI juga memperoleh peringkat 6 pada lomba data mining internasional dan tim itu adalah mahasiswa-mahasiswa yang pernah saya didik programming-nya yang membuat engine untuk data mining (Rizky Riadhy, Tiara Freddy Andika, Widianto Gilang, Imam F. N. (mahasiswa Ilmu Komputer angkatan 2009)) beritanya ada disini…….

Mungkin tidak ada yang tahu kalau mereka adalah mahasiswa-mahasiswa saya karena yang dikenal adalah dosen pembimbing mereka di lomba-lomba itu, tapi saya sangat bangga menjadi dosen behind the scene yang ikut andil dalam membangun fondasi pemrograman mereka, dan skill itu mereka gunakan untuk berbagai lomba :). Dulu mereka tidak terlalu berani mengikuti lomba, tapi sekarang berani……….. itu membanggakan bagi seorang dosen seperti saya :).