Memperpanjang SIM di Layanan SIM Keliling Sistem Online

Bismillahirrahmanirrahim…

Hari ini, Kamis 21 Juni 2018 saya mencoba mengurus perpanjangan SIM saya. Ternyata di dekat rumah Ibu saya di Sidoarjo ada layanan SIM keliling dengan sistem online yang melayani perpanjangan SIM dari seluruh Indonesia (Nasional). Sebuah syukur nikmat 😀 …. soalnya kalau di Bandung bisa jadi ngurusnya harus ke Polres Cimahi yang biasanya antrinya… ya begitulah 😀 …. Berikut secara singkat informasi tentang jalannya Layanan SIM keliling sistem online:

Layanan SIM Keliling

 

Lokasi: Mall Lippo Plaza Raya (pintu timur) dekat parkiran, Jalan Jati No. 1 Sidoarjo 61226

SIM yang bisa diperpanjang: SIM A dan SIM C

Jarak waktu masa berlaku SIM: Bisa beberapa bulan sebelum masa berlaku habis (SIM saya habis September saya mengurus perpanjangan bulan Juni di tahun yang sama)

Lokasi Layanan SIM keliling Mall Lippo Sidoarjo

Persyaratan:

  • Membawa SIM dan KTP asli
  • Fotokopi SIM dan KTP masing-masing 2 lembar
  • Membawa bolpoin untuk mengisi blangko

Mekanisme:

  • Datang pagi sebelum pukul 09.00 karena ada petugas yang sudah stand by disitu dari sekitar jam 07.00, kemudian menyerahkan SIM asli yang akan diperpanjang kepada petugas, SIM ini akan digunakan sebagai antrian, yang datang paling akhir maka SIM-nya akan ditumpuk paling bawah oleh petugas. Saya datang pukul 08.30 sudah antrian ke 50. Blangko biasanya disediakan hanya untuk 50 perpanjangan SIM, dan ada sedikit lebih jika setelah tanggal merah sekitar 10-20 blangko. Karena saya mengurus setelah libur maka ada blangko tambahan.
  • Mobil SIM keliling datang pukul 09.00 dan layanan dimulai pukul 09.00-14.00, istirahat pukul 12.00-13.00 (Senin-Sabtu, tanggal merah tutup).
  • Petugas akan memanggil satu per satu sesuai urutan tumpukan SIM yang dikumpulkan sebelumnya untuk meminta KTP asli dan fotokopi KTP dan SIM, kemudian membayar biaya asuransi. Blangko akan disatukan dengan fotokopi KTP dan SIM untuk ditumpuk di meja petugas kesehatan (yang paling akhir akan berada di paling bawah tumpukan blangko). Kartu Asuransi Kecelakaan juga diberikan oleh petugas di meja ini. Kemudian menunggu dipanggil oleh petugas kesehatan.

Kartu Asuransi Kecelakaan

  • Petugas kesehatan akan memanggil satu per satu untuk memeriksa kesehatan (tensi darah, tes buta warna, timbangan berat badan) dan kemudian menuliskan surat sehat serta membayar biaya kesehatan. Untuk proses kesehatan ini diijinkan untuk membawa surat kesehatan dari dokter lain sehingga tidak perlu lagi tes kesehatan di layanan SIM keliling. Surat kesehatan tersebut maksimal dibuat 2 hari sebelum pengurusan perpanjangan SIM, lebih dari itu petugas tidak mau menerima berdasarkan aturan yang ditetapkan.

Antrian Layanan SIM Keliling

 

Antrian Layanan SIM Keliling

  • Blangko akan diberikan untuk diisi, sambil menunggu dipanggil petugas untuk foto.
  • Petugas foto memanggil satu per satu untuk foto, cap jempol, tanda tangan, dan membayar biaya perpanjangan SIM. Kemudian SIM dicetak. Selesai sudah 😀 …. alhamdulillah.

Tempat Foto

 

Petugas Foto

Waktu perkiraan pengurusan: sekitar 3 jam (saya datang 8.30 selesai 11.45)

Biaya:

  • Biaya Asuransi: Rp. 30.000
  • Biaya Tes Kesehatan: Rp. 30.000 (tidak membayar jika membawa surat sehat dari dokter)
  • Biaya Perpanjangan SIM A: Rp. 85.000
  • Biaya Perpanjangan SIM C: Rp. 75.000
  • Jadi jika mengurus SIM C misalnya maka total biaya adalah Rp. 135.000 (asuransi + tes kesehatan + perpanjangan)

Kalau sudah bisa lebih mudah mengapa memilih yang sulit 😀 … terima kasih layanan SIM keliling.

Iklan
By hariiniadalahhadiah Posted in Sharing

Perjuangan Seekor Kucing untuk Hidup

Bismillahirrahmanirrahim…

Kami memelihara seekor kucing yang kami beri nama Bocol (Bocah Cocol Mayonaise). Kucing ini baik, tidak banyak tingkah, sehingga kami mempercayakan dia berada di dalam rumah karena tidak berbuat kerusakan seperti beberapa kucing yang kami rescue. Bocol dibawa anak-anak kompleks ke rumah kami karena ditinggal mati ibunya. Ini Bocol saat baru datang. Matanya banyak berair, sepertinya masih cengeng.

Bocol baru datang, hanya sebesar tangan manusia

Bocol pakai sweater dari kaos kaki, biar tidak kedinginan

Bocol agak gedean

Namun ada saat dimana Bocol tiba-tiba sakit, suka menyendiri, nafsu makan berkurang, kemudian panas tinggi (sampai hampir 40 derajat). Mulailah Bocol sampai 4 kali dibawa ke dokter dengan dua dokter berbeda serta sempat diinfus dua kali. Terakhir diduga terkena virus panleu atau calici, namun setelah dites negatif (biaya tes Rp. 200.000). Setelah panasnya turun (dengan konsumsi antibiotik dan vitamin), Bocol menjadi lumpuh, semakin hari semakin kaku semua tubuhnya. Kami dan Bocol berjuang membuatnya tetap hidup dengan memberi makan melalui srynge atau suntikan tanpa jarum.

Contoh Srynge

Makanan kucingnya harus yang halus agar tidak macet saat disuapkan, kami memakai Royal Canin Recovery. Perjuangan kami dan Bocol berlangsung sampai 3-4 bulan lamanya. Ada kondisi dimana Bocol hanya bisa menggerakkan matanya. Sedih sekali. BAB dan BAK di tempat tidurnya.

Royal Canin Recovery

 

Bocol Sebelum Sakit

Bocol Sebelum Sakit

Bocol saat Lumpuh dan ototnya kaku

Bocol mulai bisa menyanggah badannya

Bocol mulai agak membaik, namun matanya mulai terkadang jadi juling

Tumor di punggung Bocol

Bocol saat ini

Sampai akhirnya kami sudah melepaskan apapun yang terjadi pada Bocol. Saya mencoba melakukan pijat refleksi pada Bocol dengan olesan sedikit minyak tawon. Dan hasilnya Bocol mulai membaik dan mampu menggerakkan tubuhnya…. Saat ini Bocol sudah bisa berjalan walau masih sering jatuh-jatuh… namun ini menggembirakan. Ujian Bocol tidak berhenti sampai disitu, saat ini Bocol terkena tumor di punggungnya. Kami mencoba mengobati dengan obat herbal campuran ekstrak kulit manggis dan daun sirsak. Tumor di punggung Bocol mulai mengecil.

Bisa dibayangkan seekor kucing berjuang bertahan dengan semua penyakitnya… selalu ada harapan… 🙂 Lekas sehat ya Bocol… Kucing baik.

 

Update:

RIP Bocol pada hari Senin 11 Juni 2018. Kami sedang mudik dan Bocol tidak mau makan kemudian muntah kemudian meninggal. Mbak di rumah yang dititipi tidak paham bagaimana pertolongan pertama pada kucing. Maafkan kami Bocol, terima kasih untuk semua momen indah yang diberikan Bocol, sekarang sudah tidak sakit lagi, bahagia ya disana. Padahal didera ujian penyakit bertubi-tubi dia bertahan, akhirnya sudah selesai. Semua yang hidup pasti mati. (Malam minggu sebelumnya saya bermimpi Bocol meninggal, ternyata memang meninggal sungguhan. Mungkin dia pamit, dan dalam mimpi itu, dia tidak marah kepada kami.)