Ibuk Gak Boleh Keja, Ibuk Cama Diza Aja

Diza

Diza

Inilah yang dikatakan anakku waktu tadi pagi aku bilang kalau hari ini harus kerja, jadi dia harus di rumah sama mbak yang biasanya kutitipin kalau aku harus keluar rumah. Kalau dah gini siapa yang harus disalahin? Kalau dah gini harus milihΒ mana coba? Oala nduk….nduk.

Iklan

Tante Donna Pindah dari ITB?

Bagi alumni atau alumni ITB angkatan 90an sampe 2000an pasti pernah dengar orang yang namanya Tante Donna. Dia selebritis di ITB lo.. Tante Donna sering kali keliatan pas ada acara di ITB. Dia suka pake dandanan aneh2 dan ngomongnya jg aneh2 he3x…

Tetapi sekarang ada yang janggal. Saya sudah tidak pernah liat Tante Donna di ITB. Saya sudah liat dia sebanyak 4 kali di daerah sekitar Sarijadi. Ada beberapa pertanyaan yg sampai saat ini saya blom tahu jawabannya.

Apakah Tante Donna sudah benar2 pindah dari ITB?
Siapa yg mindahin Tante Donna dari ITB?
Kenapa Tante Donna pindah dari ITB?

NB. Blom dapat fotonya Tante Donna euy..Β  πŸ˜€

By hariiniadalahhadiah Posted in ITB Dengan kaitkata

Bersabarlah dengan Niat Baik maka Tuhan akan Memberikan Lebih dari yang Kita Kira

Kupikir berat saat Tukul Arwana banyak disirikin orang karena karirnya naik dan dibayar mahal. Tapi kenapa banyak yang tidak menghargai kerja keras Tukul sebelum titik saat ini. Tahunya mereka langsung iri saja, dan mungkin dengan sindiran-sindiran yang secara implisit “loe gak pantes dengan kondisi loe sekarang, cuman gitu doang, masih mendingan gue”. Orang-orang ini tidak berpikir jika Tuhan memberikan itu kepada Tukul itu karena Tukul memang lebih pantas untuk diberi oleh Tuhan, apakah Orang-orang ini meragukan Tuhan.

Sering di dunia IT aku diolok-olokkan “terlalu baik”, karena aku berusaha mendengarkan apa yang dibutuhkan user, walau hasilnya jadi molor-molor gak jelas. Kadang ada yang sadar dan dananya ditambahin, tapi ada juga yang gak sadar terus saja berubah spesifikasi sampai hari-hari terakhir. Tapi ya sudah, asal masih dalam batas toleransiku aku akan kerjain apa maunya. Kalaupun tidak masuk akal, ya diomongkan baik-baik dengan alasan-alasan yang mudah dipahami kedua pihak. Kalau dibilang stres, saya juga sering stres, tapi ya sudah semua harus dijalani, dihadapi, tidak kabur, atau mementingkan kepentingan kemudahan pengembangan aplikasi bukan berorientasi pada user karena yang akan memakai aplikasi adalah user. Kita perlu menanyakan walau sekedar antarmuka apakah sudah enak untuk dioperasikan?

Tapi sering ketika aku merasa lulus ujian kesabaran dengan user, Tuhan memberiku lebih dari yang kuharapkan. Selalu saja ada rejeki yang lebih (kebahagiaan, materi, kesehatan, dan banyak hal yang harus disyukuri).

Ada dimana saat-saat orang-orang menganggapku tidak pantas mendapatkan apa yang telah aku dapatkan. Dan itu cukup membuatku memikirkannya (gelisah dalam tidur). Mereka tidak melihat apa yang telah kukerjakan, tapi hanya melihat bahwa aku tidak pantas mendapatkan apa yang kudapatkan. Fiuh……. ternyata banyak orang meragukan kalau Tuhan itu tahu siapa yang pantas dan tidak.

Outsourcing Anak Demi Materi dan Ambisi

Aku sering bertanya, apa yang kucari?
Aku sering bertanya, bolehkah aku memilih?

Sering miris dihati karena merasa jadi budak yang terus dituntut untuk mencari materi, tapi aku tak tahu siapa yang menuntut, apakah diriku sendiri? Ambisiku? Keinginanku? atau Kebutuhan anakku dan keluarga?

Sering dalam dilema dimana aku ingin jadi ibu yang baik, menemani anakku walau hanya sekedar bermain, tapi terbentur dengan tingginya persaingan saat ini, aku tidak ikhlas jika anakku kalah bersaing hanya karena materi (like me before). Saya ingin anakku mendapatkan support atas hobi dan kemampuannya.

Idealis kalau menikah adalah karena cinta bukan materi, dan aku sangat menyayangi suamiku, dan aku benci melihat pria hanya dari materi, karena materi bisa dicari.

Jadi apa yang harus kulakukan? Apa yang sebenarnya kucari? Bolehkah aku memilih untuk menemani Anakku, menjadi ibu dan istri yang baik, dan berhenti mencari materi yang tiada henti?

Sakit hati ini meng-outsourcing-kan anak demi materi, demi mengajari anak orang lain, tapi anakku?

Apakah ada sebuah penyelesaian? Aku hanya butuh satu, karena aku terlalu lelah untuk berpikir banyak.

Ampuni ibumu ini nduk? Aku hanya berdoa, semoga aku tak seburuk yang kupikirkan. Amin.