Sinkronisasi Qolbu

Bismillahirrahmanirrahim…. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Setelah beberapa lama saya mempelajari tasawuf, sekarang saya mulai berani mengajarkannya ke beberapa orang yang memang ingin memperbaiki diri berawal dari kondisi jiwanya. Karena segala hal yang kurang baik dan melemahkan manusia dalam menghadapi kehidupan, adalah kondisi jiwanya. Maka perlu untuk diperbaiki kondisi jiwanya. Saya melakukannya melalui Whatsapp, sehingga mengenai waktu lebih fleksibel.

Tasawuf adalah ilmu untuk menjernihkan jiwa. Jika hasilnya ternyata jauh dari jiwa yang jernih, berarti ada yang kurang benar dengan proses belajar yang dilakukan (entah kurang sabar lalu lompat tahapan atau belum mampu membersihkan jiwa itu sendiri). Jiwa yang jernih adalah jiwa yang sehat dan tidak berpenyakit hati.

 

Ada beberapa langkah untuk memahami tasawuf.. yang jelas dibutuhkan kesabaran dan istiqomah (berpegang teguh pada tauhid yang berkelanjutan), dan sangat perlu berlatih kepekaan untuk merasakan jiwa kita. Karena yang kembali kepada Allah nanti adalah jiwa kita, maka kenal jiwa kita sendiri sangat penting untuk bisa memperbaikinya. Jiwa tidak dapat dilihat dengan mata secara fisik. Namun menggunakan rasa di dalam hati/qolbu. Apa yang sebenarnya kita rasakan sebelum meneguhkan diri dalam melakukan sesuatu… itulah niat. Dan niat inilah penentu segala nilai perbuatan kita. “Segala perbuatan bergantung niatnya”. Mengapa harus qolbu… karena Allah hanya bisa kita yakini dengan Qolbu. Bagaimana kita yakin dan kenal Allah yang tidak bisa kita lihat dengan mata fisik. Karena Allah itu diyakini di dalam qolbu. Qolbu adalah jendela kita dengan Allah. Semakin kita taat pada Allah, jendela itu akan jernih, namun semakin kita melanggar Allah jendela itu akan buram.

Lalu bagaimana kita mengenali jiwa kita. Langkah pertama adalah… mendengar dengan qolbu .. I mean no ngeyel 😀 terhadap kebaikan. Misal contoh-contoh penyakit hati berikut yang butuh dikenali dan diperbaiki agar menjadi baik:
1. Sombong
Ini paling sering menjangkiti manusia, awal dari banyak penyakit hati adalah kesombongan. Bahkan iblis yang sudah beribadah ratusan tahun harus tergelincir pada sombong. Apakah sombong itu? Sombong adalah rasa merasa lebih tinggi dibanding yang lain, implementasi sombong ada beberapa sebagai berikut:
merasa paling benar dari orang lain, sehingga merasa diri berhak memaksa orang lain untuk mengikutinya, cara-cara yang dilakukan biasanya mengancam dan merendahkan.
Ini dilakukan karena manusia kurang memahami bahwa yang Hak dan Berhak menilai pahala dan dosa seseorang hanya Allah…. makna dari Wallahu ‘alam, kebenaran hanya milik Allah, manusia hanya media Allah… namun hidayah itu sepenuhnya hak Allah.
iri, iri timbul karena merasa Allah tidak adil (padahal Allah maha adil dan pandai dengan ilmuNya untuk memberikan rejeki pada hamba-hambaNya tanpa pernah tertukar), diri merasa lebih pantas untuk mendapatkan apa yang diberikan Allah kepada orang lain, merendahkan ilmu Allah dalam membagikan rejeki… naudzubillah..
marah karena nafsu amarah, dimana merasa lebih tinggi dari orang lain sehingga merasa berhak untuk marah pada orang lain.
ujub, dimana merasa bahwa semua kemampuan dari diri sendiri… apa yang didapat dari diri sendiri… tanpa ada Allah yang memberi.
takabur, merasa diri harus dihormati lebih dari orang lain, karena merasa lebih tinggi, lebih benar, lebih baik. Maka orang yang tawadhu tidak akan mudah melabeli saudara sesama muslim, namun lebih pada membimbing jika dipercaya Allah sebagai media hidayahNya. Orang yang tawadhu tidak akan mudah menilai orang lain sesat atau menyimpang. Karena yang berhak menilai hanya Allah, kebenaran hanya milik Allah.
2. Riya
Riya adalah melakukan perbuatan dengan niat selain Allah. Misalnya bekerja untuk mencari uang… bukan untuk mendapatkan rahmat Allah. Beribadah karena ingin dianggap alim, atau bersedekah karena ada keinginan agar dikabulkan Allah. Prinsip memberi apapun itu adalah memberi untuk rahmat Allah. Jadi memberi ya memberi saja, tanpa menghitung-hitung berapa rahmat yang akan kita dapat, atau bagaimana respon orang lain. Ketika kita memberi namun kita marah karena respon yang diberi tidak baik, maka niat kita masih ada memberi untuk respon orang lain, bukan untuk rahmat Allah. Karena memberi yang diniatkan untuk rahmat Allah.. ya memberi saja, apapun responnya tidak akan mengecewakan kita, karena tujuan kita bukan respon makhluk.
3. Takut, gelisah… hal ini disebabkan kurangnya keyakinan kita kepada Allah di dalam qolbu. Kita sedang kurang percaya pada Allah bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya berdasarkan ilmuNya… tidak yakin akan ilmu Allah berarti sedang menganggap Allah kita tidak pandai.
4. Kurang sabar dan kurang syukur… kurang menyakini janji Allah bahwa Allah akan selalu berasama orang-orang sabar dan menambah rejeki orang-orang yang bersyukur, karena kurang percaya berarti otomatis sedang menganggap Allah pengingkar janjiNya.
5. Keinginan yang mengatur Allah… ini biasanya diucapkan dengan banyak doa… ya Allah berilah aku ini, itu dan lain-lain, atau ya Allah balaslah orang itu… (pekerjaan Allah tidak hanya membalas orang.. namun lebih pada pengasih dan penyayang… itu makna bismillahirrahmanirrahim yang selalu mengawali surat Al Qur’an kecuali At Taubah) …. Allah itu sudah pandai tidak perlulah diatur-atur… biarkan Allah menilai, itu hak Allah… doa itu tidak hanya meminta, curhat pada Allah, pengakuan pada Allah, itu juga doa… doa adalah komunikasi kita pada Allah untuk berserah diri

dan lain sebagainya yang tidak bisa saya tuliskan satu persatu… beberapa poin di atas hanya sebagai contoh.

Jika ada yang beralasan, tasawuf di jaman Rasulullah tidak ada, tasawuf itu hanya penamaan ilmu. Pada dasarnya diambil dari pemaknaan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Dahulu Rasulullah dan sahabat juga menerapkan penjernihan jiwa untuk memahami makna Al Qur’an. Setelah beberapa waktu kemudian, ilmu ini digali dan diberi nama tasawuf. Seperti halnya ilmu astronomi, di jaman sangat lampau… sudah ada orang yang belajar tentang angkasa, melihat rasi bintang untuk menentukan arah… namun belum diberi nama ilmunya, maka ketika digali ilmu itu diberi nama astronomi. Jika ada yang beralasan tasawuf menyimpang, itu karena yang dilihat oknum-nya yang kurang mampu bersabar dan istiqomah menjalani tahapannya. Seperti halnya orang Islam yang melakukan kezaliman, itu oknum karena kurangnya kemampuan memahami hakikat Islam itu sendiri. Atau misalnya orang yang belajar tasawuf itu tidak peduli dunia… itu karena belum memahami bahwa salah satu yang dipelajari dalam tasawuf adalah bahwa dunia adalah ladang akhirat… bukan meninggalkan dunia. Seperti makna ayat berikut:

Surah Al ‘Ankabuut 43
وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ (43)
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.(QS. 29:43)
Demikianlah Allah mengumpamakan sesuatu perumpamaan bagi manusia. Hanya orang berakallah yang dapat memikirkan perumpamaan tersebut. Sengaja Allah mengambil laba-laba sebagai perumpamaan, karena itu barangkali yang mudah bagi mereka untuk memahaminya. Selain dari itu, juga dimaksudkan untuk menerangkan segala keraguan mereka selama ini. Bagi orang yang selalu menggunakan hati dan pikirannya dan bagi ahli-ahli ilmu pengetahuan, pastilah dapat memahami perumpamaan seperti tersebut dan akan semakin banyak mengetahui rahasia-rahasia Allah yang terkandung dalam ayat-ayat-Nya. Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah pernah berkata:

العالم من عقل عن الله تعالى وعمل بطاعته واجتنب سخطه
Artinya:
Orang yang berilmu itu ialah orang yang selalu memikirkan Allah (dengan memperhatikan makhluk) yang diciptakan Allah, kemudian beramal dalam rangka taat kepada-Nya serta menjauhi segala kemarahan-Nya.

(Sumber Tafsir Depag)

Tahapan belajar tasawuf itu butuh proses, diantaranya adalah:
1. Mengenali rasa dalam jiwa kita, ini biasanya butuh pembimbing. Hati-hati dengan pembimbing yang kurang paham.
2. Menjernihkan jiwa minimal bisa berhusnuzon dan berniat baik. Apa itu husnuzon? indikasinya adalah kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian walau itu tidak menyenangkan, kita selalu berusaha berpikir baiknya apa dari setiap kejadian. Niat baik berarti apapun yang terjadi niat kita akan tetap baik… tidak jadi marah ketika respon tidak sesuai yang kita harapkan.
3. Membaca terjemahan atau tafsir Al Qur’an dengan memaknai. Bisa dengan bimbingan guru yang paham untuk membantu memaknai. Tidak boleh lompat… pahami pelan-pelan dan tidak boleh tidak sabar untuk segera membaca buku-buku tasawuf. Pemahaman adalah hidayah Allah… maka bacalah kitab Allah dengan mengharap rahmatNya, tidak dengan tergesa-gesa… atau yang kita dapat hanyalah tulisan-tulisan belaka tanpa makna.
4. Membaca buku tasawuf dasar, misalnya Ringkasan Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali.

Buku Ringkasan Ihya Ulumuddin Karya Imam Al Ghazali

Buku Ringkasan Ihya Ulumuddin Karya Imam Al Ghazali

5. Baru terus berjalan untuk memperdalam…

Di dalam setiap proses di atas… maka sebisa mungkin lakukan dengan ikhlas dan melakukan ibadah wajib dan sunnah. Ibadah sunnah yang dianjurkan adalah sholat tahajjud di sepertiga malam terakhir, puasa, berkumpul dengan orang-orang soleh, dan dzikir di setiap kita mengingat Allah (makna dzikir adalah mengingat Allah di dalam qolbu bagaimana pun cara kita).

Ada beberapa cara siswa belajar diantaranya:
1. Siswa yang lebih senang mendengar dan meneladani guru dan tidak suka membaca sumber literatur… siswa ini akan menjadi benar jika gurunya benar… namun akan menjadi salah…. jika gurunya salah.
2. Siswa yang lebih senang membaca literatur dan guru adalah sebagai pencerah atau pelurus pemahaman…
3. Siswa yang lebih senang mendengar terlebih dahulu dari guru kemudian membaca literatur sebagai pelurus pemahaman…
4. Siswa yang tidak suka mendengarkan guru… tidak suka membaca literatur… hanya menyukai apa yang sesuai dengan dirinya… ini potensi untuk menjadi cerahnya biasanya kecil karena ego/nafsu/keinginan lebih dominan.

Konsep dasar dari tasawuf adalah melakukan sikronisasi antara lisan dan qolbu. Lisan itu untuk berkomunikasi dengan manusia, sedangkan qolbu untuk berkomunikasi dengan Allah. Karena yang meyakini Allah itu qolbu. Berikut beberapa gambar yang menjelaskan bagaimana konsep niat yang lurus dan niat yang miring (sinkronisasi antara yang dikomunikasikan ke Allah dan yang keluar).

 

Niat yang sinkron antara keluaran dan qolbu

Niat yang sinkron antara keluaran dan qolbu

Makna syahadat yang pertama, bahwa segala perbuatan dilakukan karena Allah ta’ala, sinkronisasi antara niat qolbu dan keluaran karena Allah ta’ala.

 

Niat yang miring, akan menghasilkan keluaran yang miring

Niat yang miring, akan menghasilkan keluaran yang miring

 

Niat yang miring, akan menghasilkan keluaran yang miring

Niat yang miring, akan menghasilkan keluaran yang miring

Islam itu menenangkan, jika belum mampu menenangkan berarti belum terlalu paham hakikat dari Islam itu sendiri. Mana mungkin Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang membuat Islam yang mengancam, penuh teror, dan sombong. Makna Islam adalah berserah diri kepada Allah… maka orang yang berserah diri kepada Allah akan jauh dari melakukan perbuatan-perbuatan yang bukan karena Allah. Inilah makna, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Maka jika ada yang ingin mencoba mencari ketenangan jiwa dengan menjernihkan jiwa dan butuh bantuan sekedarnya, silakan japri saja 🙂 (asal mahram dengan saya). Gratis. Dan perlu diperhatikan adalah saya hanya mencoba membantu, hanya media Allah jika saya dipercaya Allah.. hal terpenting yang dibutuhkan adalah hidayah Allah.. maka tetap niatnya fokus pada hidayah Allah. Saya mempelajari tasawuf tanpa aliran tarekat selama hampir 3 tahun. Jika ada salahnya itu dari saya, jika ada benarnya itu pasti dari Allah 🙂 .

Sumber: Buku-buku yang sudah pernah saya baca 🙂 .

IMG_20150527_113438

Iklan