Kami Memang Diajari Sombong dan Percaya Diri

Informatika berjiwa satria
Tidak pernah mengenal keluh kesah
Tugas yang berlimpah bukanlah rintangan
Lautan ujian sudahlah biasa

Hidup hidup hidup Informatika
……….

itu adalah sebagian penggalan dari mars informatika Himpunan Mahasiswa Informatika ITB

atau

Salam Ganesha
Bakti kami untuk Tuhan
Bangsa, dan Almamater
Merdeka

itu adalah salam ganesha yang sering didengungkan saat kami ospek

atau lagu Mentari

Mentari menyala disini
Disini di dalam hatiku uuuuuu
………

Jadi ingat semua itu pas kuliah S1 dulu, gara-gara melihat mahasiswa baru UPI yang sedang ospek.

Saya dulu waktu pertama masuk ITB pas OSKM pernah kami dibawa ย jalan di depan Unpad Dipati Ukur lalu disuruh bikin gelombang manusia sambil berteriak “ITB”. Mmmmmmm dari sini kami emang udah diajari narsis :D.

Lalu masuk TPB (Tahap Persiapan Bersama, atau plesetannya Tahap Persiapan Bayi-bayi :D). Beberapa dosen (waktu itu kami masih FTI (Fakultas Teknologi Industri, belum STEI)) sering mengatakan bahwa kami adalah putra putri terbaik Indonesia (2000 besar minimal peringkat nasional), gimana gak jadi sombong sering dibilang gitu :D. Jadinya kami sangat PD :D.

Lalu masuk jurusan setelah TPB ada dosen yang mengatakan kami bukanlah “cecunguk-cecunguk” yang sekolah gak jelas :D. Gimana gak tambah sombong :D.

Tanpa sadar doktrin-doktrin itu menguasai, dan ketika keluar, anak-anak Informatika menjadi keras dan mungkin arogan ๐Ÿ˜€ (seorang rekan dosen bilang “my way or no way” :D). Dan satu lagi, kami sangat PD dan narsis juga kayaknya :D.

Tapi kami dulu memang diajari punya harga diri (gak lulus ya ngulang ๐Ÿ˜€ gak perlu memohon-mohon gak jelas, mau di-black list :D). Menyontek itu haram dilakukan demi harga diri itu. Mending tidak lulus dibanding menyontek (take the risk for what you have done). Dan kami diajari keras dengan prinsip dan idealis. Gak suka dengan gaji ya keluar bukan cuman berkeluh kesah gaji gak naik-naik (makanya kami juga dikenal kutu loncat).

Ternyata lingkungan waktu S1 itu adalah sebuah titik balik akan jadi apa kita selanjutnya. Kangen juga jadi mahasiswa S1 :D.

Iklan

Mutu S1 dan S2 Informatika di ITB

Menurut saya mutu S1 dan S2 Informatika ITB sangat jauh berbeda. Selain itu ada kontroversi pada beberapa tahun belakangan ini mengenai ijazah dari jurusan S2-nya karena di Informatika saat saya kuliah S2 ada tiga jurusan yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Sistem Informasi (SI), dan Informatika (IF). Tapi ternyata ketika lulus, sama sekali tidak ada perbedaan di ijazah antara yang RPL, SI, atau IF. Semuanya sebagai magister Informatika. Pada akhirnya ada beberapa pengalaman ada lulusan S2 Informatika ITB yang diharapkan sudah ahli membuat program komputer ternyata tidak ahli karena ternyata mengambil jurusan SI. Sebenarnya semua jurusan itu memiliki kelebihan masing-masing jika ditempatkan pada ladangnya. Tapi terkadang orang-orang yang lulus dari SI atau RPL ketika ditanya mengatakan dia magister Informatika ITB yang notabene anggapan orang luar pasti bisa membuat program, dan tidak menyebutkan jurusannya. Akhirnya ada beberapa kekecewaan setelah masuk karena tidak sesuai dengan harapan sebelumnya.

Hal yang paling merugikan menurut saya adalah, banyak diantara orang-orang yang tidak dalam ladangnya ini mengajarkan ilmu yang bukan ladangnya ke mahasiswanya, dan hasilnya mahasiswa tidak mendapatkan yang seharusnya mereka dapatkan karena dosennnya tidak paham konsep dasar ilmu yang diajarkannya. Fiuh…….kasihan juga mereka bayar sekolah, kasihan orang tuanya yang berjuang mencari uang untuk menyekolahkan anaknya. Menurut saya menjadi dosen itu mempunya tanggung jawab besar ke mahasiswa, orang tua mahasiswa, dan Tuhan. Karena jika yang kita ajarkan salah, maka jika mahasiswa kita menjadi dosen, dia akan mengajarkan yang salah pula pada mahasiswanya dan seterusnya (berapa besar dosa yang harus ditanggung jika begitu). Bagi saya dosen bukan hanya sekedar profesi.

Sebagai perbandingan mutu S1 dan S2 Informatika ITB adalah sebagai berikut:

Ketika saya S1, hanya sesekali saja memiliki sampingan sambil bekerja ketika kuliah, itu saja saya terseok-seok sampai pernah punya IP 1 koma (tapi saya juga pernah punya IP 4.00 he he he he) dan alhamdulillah akhirnya bisa lulus dengan IPK 3 koma.

Ketika saya S2, saya mengajar belasan SKS sebagai dosen, saya memegang beberapa proyek IT yang saya kerjakan sendiri, saya masih mengurus anak (anak saya titipkan di daycare saat saya keluar rumah, dan saya jemput begitu pulang ke rumah), saya masih masak sendiri untuk keluarga, suami saya juga kuliah dan bekerja dan masih membantu saya mengurus keluarga, IPK saya masih bisa hampir cumlaude (kurang 0,03 ๐Ÿ˜ฆ ) dengan beban kerja yang sangat tinggi.

So menurut saya, beban dan kualitas S2 Informatika ITB tidak sebanding dengan S1-nya. Masih kalah jauh.

Ada sumber juga untuk referensi dari blog dosen saya (Perbedaan S1 S2 S3): http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/24/perbedaan-s1-s2-dan-s3/

By hariiniadalahhadiah Posted in ITB

Tante Donna Pindah dari ITB?

Bagi alumni atau alumni ITB angkatan 90an sampe 2000an pasti pernah dengar orang yang namanya Tante Donna. Dia selebritis di ITB lo.. Tante Donna sering kali keliatan pas ada acara di ITB. Dia suka pake dandanan aneh2 dan ngomongnya jg aneh2 he3x…

Tetapi sekarang ada yang janggal. Saya sudah tidak pernah liat Tante Donna di ITB. Saya sudah liat dia sebanyak 4 kali di daerah sekitar Sarijadi. Ada beberapa pertanyaan yg sampai saat ini saya blom tahu jawabannya.

Apakah Tante Donna sudah benar2 pindah dari ITB?
Siapa yg mindahin Tante Donna dari ITB?
Kenapa Tante Donna pindah dari ITB?

NB. Blom dapat fotonya Tante Donna euy..ย  ๐Ÿ˜€

By hariiniadalahhadiah Posted in ITB Dengan kaitkata

Beasiswa ITB S1 (Termasuk Biaya Hidup)

Baru dapat info dari http://mulyantogoblog.wordpress.com/2009/03/17/beasiswa-kuliah-gratis-di-itb-termasuk-biaya-hidupย dan http://www.itbuntuksemua.com/ย tentang beasiswa ITB untuk S1 bagi calon-calon mahasiswa berkemampuan, tapi temasuk ekonomi lemah. Buruan kalau gak salah pendaftarannya cuman sampe 20 April 2009.

Jangan patah arang walau dana tak ada, asal ada kemauan banyak jalan menuju Roma. Bulatkan tekat dan kuatkan mental (tak mudah jadi ekonomi lemah di ITB (pengalaman pribadi :D), apalagi sekarang yang banyak mahasiswa USM (ujian khusus untuk orang berduit)). Jangan takut untuk maju adik-adik. Semua akan terasa lebih indah bila kita berjuang, lebih bersyukur. Semoga bermanfaat.

Sisi Positif Dosen Informatika ITB dari Masa ke Masa

sumber gambar unknown

sumber gambar unknown

Beberapa hari lalu nemu blog yang isinya komentar jujur mengenai dosen-dosen yang pernah mengajar kami di Informatika ITB. Di tulisan ini saya ingin sekali melihat sisi dosen dari sisi positifnya. Pengalaman saya menjadi dosen, ternyata dosen bukanlah profesi yang mudah:
1. Tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa besar sekali, sekali salah menerangkan hal itu bisa jadi menjadi salah terus seumur hidup mahasiswanya yang bukan hanya seorang
2. Dosen harus tetap bisa mengajar dengan benar ketika stres berat, dan tetap menjaga emosi saat marah, tetap fokus saat jadi blank (susah sekali)
3. Dosen harus mengikuti ilmu-ilmu yang sedang in di bidangnya supaya ilmu yang nanti akan diajarkan tidak ketinggalan jaman

jadi pekerjaan dosen bagi saya bukanlah hal yang mudah. Berikut komentar saya untuk para dosen yang pernah mengajar saya di Informatika ITB dari sisi positifnya (mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama).

Bu Inge (Inggriani Liem)
Seorang yang disiplin dalam banyak hal, on time, konsisten dengan apa yang dikatakan dan diajarkan

Pak Riza Satria Perdana
Singkat kalau mengajar, “negotiable”

Bu Fazat
Gak lama ngajarnya jadi gak terlalu bisa ngasih pendapat ๐Ÿ˜€

Bu Cia (Tricya Widagdo)
Enak menerangkan kuliah, jelas, cantik :D, hafal nama-nama mahasiswa dan masalahnya

Bu Putri
Gaul

Pak Adi
Sabar, bisa diajak diskusi, “negotiable”

Pak Benhard
Wawasannya luaaaaaaasssssssss, mungkin hampir semua bidang IT Pak Ben tahu walau tidak detail

Pak Endro (Krisdanto Surendro)
Ilmu-ilmu yang diajarkan seringnya up-to-date, disiplin masalah waktu, ujiannya sering “take home”

Pak Mary Handoko
Lumayan tepat waktu

Bu Yani Widyani
Baik dan sabar

Pak Sukrisno Mardiyanto
Baik, “negotiable”, suka menyapa, ramah

Pak Iping Supriana Suwardi
Mengajari mahasiswa tidak omong kosong dengan membuat pembuktian aplikasi terlebih dahulu, mengajari mahasiswa membuat jurnal dengan format internasional

Bu Wanti (Sri Purwanti, Alm)
Sabar tapi tegas, kalau ditanya berusaha menjelaskan dengan pelan-pelan dan lebih detail, telaten

Bu Nur Ulfa Maulidevi (terkenal dengan singkatan namanya NUM)
Lumayan enak saat menerangkan, bisa diajak berdiskusi

Bu Masayu Leylia Khodra
Enak menerangkan kuliah, sering mengarahkan masalah struktural penulisan, bisa diajak berdiskusi

Pak Santika
Rajin, sering datang pagi-pagi, tepat janji

Pak Windy Gambetta
Humoris, gaul, “negotiable”, toleransinya tinggi

Bu Ayu
ramah

Bu Harlili
Dosen buaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkk

Pak Rinaldi Munir
Menggunakan bahasa Indonesia baku, jelas jika menerangkan kuliah

Pak Rila Mandala
“negotiable”, sabar, baik

Pak Dwi Hendratmo Widyantoro
Riset based, tidak suka sesuatu yang asal-asalan, bisa diajak berdiskusi, tepat janji

Pak Oerip
sering nolong mahasiswa kasus, sering memperhatikan mahasiswa kasus

Bu Henny
Kalau didengarkan dengan seksama lumayan enak nerangin kuliah, bisa diajak berdiskusi, ramah

Pak Farid
Yang paling kuingat pandangannya mengenai “Orang Indonesia tidak perlu malu salah melafalkan Bahasa Inggris karena kita bukan orang Inggris”, sering memberikan pandangan-pandangan yang saat ini sering dianggap “gak jaman” untuk anak sekarang tapi sebenarnya pandangan itu baik

Bu Christine
Disiplin, enak ngajarnya jelas

Pak Awang (Afwarman Manaf)
“negotiable”, nyante, tidak menyulitkan mahasiswa

Dosen yang sekarang gak ada di IF tapi pernah mengajar saya

Pak Wikan
bisa diajak berdiskusi

Pak Elfan
Tok Cer kalo nerangin, jelas buanget, enak diajak diskusi

Mas Yudistira (IF 98)
Enak neranginnya

Mas Aji’ (Dwi Aji (IF 98))
Ngajarnya enak

Bu Mewati
Suabar, tok cer ngatasi anak putus asa gak bisa program

Pak Reza Ardriansah (IF 96)
Gaul

Pak Johannes
Skillfull

Bu Risna
Ngajarnya bentar jadi belum bisa ngasih komentar

Terima kasih Pak Bu sudah mengajar saya dan suami.