Dosen Award DINAMIK Ilmu Komputer UPI

Bismillah…. setelah sekian lama, dan tadinya hanya upload di FB, akhirnya sempat juga menulis di blog :).

Ada hal yang menarik di Program Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia. Setiap tahun ada sebuah event yang disebut dengan DINAMIK. DINAMIK biasanya diselenggarakan pada bulan Februari untuk memperingati Dies Natalis Program Ilmu Komputer UPI. DINAMIK ini terdiri dari berbagai event. Ada event berbagi ilmu diantaranya mengenai keislaman dan pendidikan. Lalu ada berbagai lomba yang diperuntukkan untuk siswa tingkat SMA/SMK se Indonesia. Giliran saya adalah pembimbing dan pembina lomba yang disebut dengan CSPC (Computer Science Programming Competition) :D.

Kemudian ada hal yang menarik di akhir acara, biasanya ada yang namanya dosen award, dimana mahasiswa program Ilmu Komputer UPI melakukan poling pemilihan dosen dengan kategori tertentu. Biasanya itu ada dosen ter-ontime, dosen-terwibawa, dosen terajin, dosen dengan tugas terbanyak, dan beberapa kategori lainnya. Tentu saja dosennya tidak boleh marah ya hehe :D…..

Terima kasih untuk semua mahasiswa yang sudah berpartisipasi memberi saya award :D… semoga dapat menjadi pengingat agar saya selalu menjadi lebih baik. Aamiin.

Berikut dosen award dari mahasiswa yang saya dapat beberapa tahun terakhir :).

Dosen Ter-Ontime Dinamik 7 Tahun 2012

Dosen Ter-Ontime Dinamik 7 Tahun 2012

Dosen Ter-Ontime Dinamik 8 Tahun 2013

Dosen Ter-Ontime Dinamik 8 Tahun 2013

Dosen Ter-Ontime Dinamik 9 Tahun 2014

Dosen Terajin Dinamik 9 Tahun 2014

Dosen Ter-Ontime Dinamik 9 Tahun 2014

Dosen Ter-Ontime Dinamik 9 Tahun 2014

Dosennya lebih centil dari mahasiswanya :D

Dosennya lebih centil dari mahasiswanya 😀

 

—————————————————————————-

Update 12 Februari 2017

Segala puji bagi Allah, terima kasih teruntuk yang berpartisipasi memberikan ini kepada saya 🙂 , semoga semua juga menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitar. Aamiin YRA.

tropi

Penghargaan sebagai Inspiring Lecturer pada DINAMIK 12

Iklan

Forgiving is The Cure for Our Soul

Bismillah… berbagi itu membahagiakan :).

Saya dibesarkan di keluarga yang mungkin “sedikit” kaku. Dimana sering penyelesaian suatu masalah itu adalah dengan amarah. Ada dua sisi yang berbeda di usiaku yang waktu itu menginjak belasan. Bapakku sering memberiku kesederhanaan tentang makna hidup. Namun Bapak orangnya pendiam, maka yang dominan adalah asuhan dari Ibuku yang lebih kaku dibanding Bapak. Saat usiaku 16 Tahun, Bapakku dipanggil Sang Pencipta karena sakit hepatitis yang sudah parah. Saya sempat mengalami masa-masa “mencari Tuhan”… waktu yang panjang :). Bahkan sampai sekarang pun saya terus mencari Tuhan…. dan banyak menemukan keagungan Allah.

Hidup ini sebenarnya sangat sederhana sahabat. Terkadang tidak perlu terlalu banyak keinginan seperti orang lain, apalagi menginginkan posisi orang lain. Karena kita bukan orang lain, skenario hidup kita juga berbeda dibanding orang lain. Allah tidak bermain dadu dalam membuat semua skenario bukan? Allah tidak ngawur dalam membuat keputusan bukan?

Dan keindahan hidup kita terletak pada jiwa kita. Dimana jiwa yang tenang adalah jiwa-jiwa yang pemaaf. Memaafkan adalah obat dari jiwa kita. Maka jika kita ingin menjadi jiwa yang bahagia… maafkan diri kita yang tidak sempurna ini, maafkan orang lain yang tidak sempurna. Dengan memaafkan maka tidak akan ada sesuatu pun yang mampu menyakiti kita. Tanpa rasa sakit, jiwa kita akan menjadi tenang.

Kehidupan yang tenang hanya bisa didapat dari jiwa yang tenang, jiwa yang tenang hanya didapat dari jiwa tanpa rasa sakit, obat dari segala rasa sakit di jiwa kita adalah memaafkan. Dengan jiwa yang tenang maka rasa sakit di jiwa kita sudah tidak kita rasakan lagi :).

Semua memang butuh belajar, dan bertahap. Termasuk memaafkan. Pada awalnya memang tidak mudah. Pasti ada rasa marah, menyalahkan, dan membenci. Itulah kenapa Allah suka sesuatu yang baik walau sedikit tapi dilakukan terus-menerus. Ini tahapan yang saya jalankan dengan masih terus berusaha sampai saat ini untuk mendapatkan jiwa yang tenang, hanya untuk berbagi :):

  1. Terus-menerus meyakinkan diri, bahwa semua yang terjadi karena ijin Allah untuk kebaikan kita, agar kita belajar dan memetik pelajaran dari yang terjadi dan menjadi lebih baik.
  2. Mencoba memaafkan diri kita yang tidak sempurna ini, memaafkan kesalahan yang kita lakukan, bahwa kita melakukan kesalahan karena kita tidak benar-benar memahami itu salah, dan semua terjadi agar kita bisa benar-benar memahami bahwa itu salah dengan merasakan akibatnya.
  3. Maafkanlah orang lain yang tidak sempurna, kasihanilah orang itu karena dia berbuat kesalahan juga sama halnya dengan kita, karena ketidakpahamannya tentang hakikat hidup.

Mari belajar memaafkan demi ketenangan jiwa kita, karena hanya dengan jiwa yang tenanglah kita memiliki kehidupan yang tenang :).