Sisi Positif Dosen Informatika ITB dari Masa ke Masa

sumber gambar unknown

sumber gambar unknown

Beberapa hari lalu nemu blog yang isinya komentar jujur mengenai dosen-dosen yang pernah mengajar kami di Informatika ITB. Di tulisan ini saya ingin sekali melihat sisi dosen dari sisi positifnya. Pengalaman saya menjadi dosen, ternyata dosen bukanlah profesi yang mudah:
1. Tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa besar sekali, sekali salah menerangkan hal itu bisa jadi menjadi salah terus seumur hidup mahasiswanya yang bukan hanya seorang
2. Dosen harus tetap bisa mengajar dengan benar ketika stres berat, dan tetap menjaga emosi saat marah, tetap fokus saat jadi blank (susah sekali)
3. Dosen harus mengikuti ilmu-ilmu yang sedang in di bidangnya supaya ilmu yang nanti akan diajarkan tidak ketinggalan jaman

jadi pekerjaan dosen bagi saya bukanlah hal yang mudah. Berikut komentar saya untuk para dosen yang pernah mengajar saya di Informatika ITB dari sisi positifnya (mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama).

Bu Inge (Inggriani Liem)
Seorang yang disiplin dalam banyak hal, on time, konsisten dengan apa yang dikatakan dan diajarkan

Pak Riza Satria Perdana
Singkat kalau mengajar, “negotiable”

Bu Fazat
Gak lama ngajarnya jadi gak terlalu bisa ngasih pendapat 😀

Bu Cia (Tricya Widagdo)
Enak menerangkan kuliah, jelas, cantik :D, hafal nama-nama mahasiswa dan masalahnya

Bu Putri
Gaul

Pak Adi
Sabar, bisa diajak diskusi, “negotiable”

Pak Benhard
Wawasannya luaaaaaaasssssssss, mungkin hampir semua bidang IT Pak Ben tahu walau tidak detail

Pak Endro (Krisdanto Surendro)
Ilmu-ilmu yang diajarkan seringnya up-to-date, disiplin masalah waktu, ujiannya sering “take home”

Pak Mary Handoko
Lumayan tepat waktu

Bu Yani Widyani
Baik dan sabar

Pak Sukrisno Mardiyanto
Baik, “negotiable”, suka menyapa, ramah

Pak Iping Supriana Suwardi
Mengajari mahasiswa tidak omong kosong dengan membuat pembuktian aplikasi terlebih dahulu, mengajari mahasiswa membuat jurnal dengan format internasional

Bu Wanti (Sri Purwanti, Alm)
Sabar tapi tegas, kalau ditanya berusaha menjelaskan dengan pelan-pelan dan lebih detail, telaten

Bu Nur Ulfa Maulidevi (terkenal dengan singkatan namanya NUM)
Lumayan enak saat menerangkan, bisa diajak berdiskusi

Bu Masayu Leylia Khodra
Enak menerangkan kuliah, sering mengarahkan masalah struktural penulisan, bisa diajak berdiskusi

Pak Santika
Rajin, sering datang pagi-pagi, tepat janji

Pak Windy Gambetta
Humoris, gaul, “negotiable”, toleransinya tinggi

Bu Ayu
ramah

Bu Harlili
Dosen buaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkk

Pak Rinaldi Munir
Menggunakan bahasa Indonesia baku, jelas jika menerangkan kuliah

Pak Rila Mandala
“negotiable”, sabar, baik

Pak Dwi Hendratmo Widyantoro
Riset based, tidak suka sesuatu yang asal-asalan, bisa diajak berdiskusi, tepat janji

Pak Oerip
sering nolong mahasiswa kasus, sering memperhatikan mahasiswa kasus

Bu Henny
Kalau didengarkan dengan seksama lumayan enak nerangin kuliah, bisa diajak berdiskusi, ramah

Pak Farid
Yang paling kuingat pandangannya mengenai “Orang Indonesia tidak perlu malu salah melafalkan Bahasa Inggris karena kita bukan orang Inggris”, sering memberikan pandangan-pandangan yang saat ini sering dianggap “gak jaman” untuk anak sekarang tapi sebenarnya pandangan itu baik

Bu Christine
Disiplin, enak ngajarnya jelas

Pak Awang (Afwarman Manaf)
“negotiable”, nyante, tidak menyulitkan mahasiswa

Dosen yang sekarang gak ada di IF tapi pernah mengajar saya

Pak Wikan
bisa diajak berdiskusi

Pak Elfan
Tok Cer kalo nerangin, jelas buanget, enak diajak diskusi

Mas Yudistira (IF 98)
Enak neranginnya

Mas Aji’ (Dwi Aji (IF 98))
Ngajarnya enak

Bu Mewati
Suabar, tok cer ngatasi anak putus asa gak bisa program

Pak Reza Ardriansah (IF 96)
Gaul

Pak Johannes
Skillfull

Bu Risna
Ngajarnya bentar jadi belum bisa ngasih komentar

Terima kasih Pak Bu sudah mengajar saya dan suami.

Iklan

Tugas MisUseCase

Tugas IF5166 Keamanan Informasi Lanjut

23507024 – Rosa Ariani Sukamto

 

Banyak perangkat lunak dibuat tanpa memperhatikan kemungkinan serangan pihak-pihak yang tidak berhak. Oleh karena itu perlu diikuti sebuah alur pengembangan perangkat lunak yang aman yaitu Secure Software Development Life Cycle (SSDLC). Salah satu fase yang harus dijalani dari SSDLC adalah tahap pendefinisian kebutuhan perangkat lunak. Disini harus didefinisikan serangan-serangan apa yang mungkin dilakukan oleh orang-orang yang tidak berhak (misuser). Pendefinisian serangan sekaligus fungsi-fungsi yang dibutuhkan perangkat lunak dapat menggunakan misusecase.


Berikut adalah contoh misusecase untuk sebuah perangkat lunak yang mengakses basis data dan menampilkan isi data di dalam basis data.

 

misusecase

Keterangan:
use case warna putih : fungsi-fungsi yang dapat diakses user
use case warna merah : fungsi-fungsi untuk mendeteksi dan mencegah serangan-serangan misuser
use case warna hitam : serangan-serangan yang mungkin dilakukan misuser

By hariiniadalahhadiah Posted in School

Lele Sambel Goreng Pare

p1010489k

Pare ada dua yang kukenal dan bisa dimakan tentunya. Ada pare putih dan pare hijau. Pare putih jika dimasak baunya lebih enak tapi rasanya lebih pahit, kalau pare hijau dagingnya lebih tebal, lebih banyak kandungan airnya, baunya tidak sesedap pare putih jika dimasak, tapi rasanya tidak sepahit pare putih. Kemarin kan dah bahas tumis pare,itu pake pare putih, nah sekarang pake pare hijau.

Bumbu:
Bawang Merah 8 siung ukuran sedang
Bawang Putih 4 siung ukuran sedang
cabe Merah 3 buah buang isinya (sebenarnya lebih enak dengan isinya, cuman lebih sehat jika isinya dibuang)
Tomat ukuran sedang 1 buah
Terasi secukupnya
Ebi/udang rebon secukupnya
Gula jawa secukupnya

Bahan:
Ikan lele sekilo
Pare hijau 3 buah (tidak sepahit pare putih)

Cara Memasak:
Bersihkan lele, rendam lele dengan kecap asin, atau hanya dengan air garam saja, lalu goreng

Haluskan bumbu, lebih enak jika diulek dengan ulekan

Buang biji pare, iris tipis, rendam dengan air garam sambil diremas-remas sampai warnanya

transparan, cuci pare sambil di remas-remas, ganti air sampai warna air cucian pare tidak

berwarna hijau, buang air cucian pare

Tumis bumbu dengan minyak sedikit sampai berwarna agak gelap

Masukkan pare, tumis hingga lunak

Masukkan lele goreng, aduk sampai semua bumbu merata pada lele

Semoga bermanfaat.

By hariiniadalahhadiah Posted in Recipes

Bumbu Sate Abang-Abang Tukang Sate

Ini resep dari bibiku yang katanya hasil dari bertanya ke tukang sate langganannya, Sepertinya akan berguna untuk Idul Adha ini.

Bumbu:
Cabe Merah 2 biji buang isinya (sebenarnya lebih enak dengan isinya, cuman lebih sehat jika isinya dibuang)
Bawang Merah 6 siung ukuran sedang (bisa diganti bawang bombai)
Bawang Putih 3 siung ukuran sedang
Kemiri 3 buah utuh

Bahan:
Kacang tanah kurang lebih 1/4 kilo, goreng jangan sampai gosong, haluskan
Gula Jawa secukupnya, paling enak yang asli Jawa Tengah
Kecap secukupnya

Cara Memasak:
Potong kasar bumbu, goreng hingga ada yang berwarna sedikit kecoklatan

p1010495k

Haluskan bumbu yang sudah digoreng, rasa lebih enak jika bumbu diuleg dengan ulekan

Tumis bumbu dengan sedikit minyak, hingga harum

Masukkan kacang tanah, air secukupnya, dan gula jawa secukupnya (sesuai selera)

Aduk rata, tunggu sampai mendidih, jika kurang asin tambahkan garam secukupnya

terakhir tambahkan kecap

p1010497k

Rasa bumbu ini akan lebih enak kalau bercampur dengan minyak daging bakar, bisa minyak ayam,

sapi, atau kambing.

p1010501k

Semoga bermanfaat.

NB:

Ternyata bumbu di atas jika tidak diberi kecap dapat menjadi jenis bumbu lain. Bumbu tanpa kecap jika ditambah dengan santan akan menjadi bumbu gado-gado. Bumbu tanpa kecap jika ditambah dengan daun jeruk maka akan menjadi bumbu pecel.

By hariiniadalahhadiah Posted in Recipes

Tumis Pare dan Terong Mak Nyus

Pernah menonton TV ada orang Jepang umurnya hingga 100 tahun lebih tapi masih sehat. Ketika ditanya dia mengatakan setiap hari meminum jus buah hijau yang ternyata adalah pare. So ini ada percobaan resep yang bagiku lumayan enak walaupun rasa pahitnya masih ada sedikit, tapi itulah tantangan pare, pahitnya yang membuat pengen nambah terus. Dalam resep ini, rasa pahit pare dibantu dinetralisir dengan terong sehingga tidak terlalu pahit.

Bumbu:
Bawang merah iris tipis (6 siung ukuran sedang)
Bawang putih iris tipis (2 siung ukuran sedang)
Cabe hijau iris tipis (1 buah)
ebi/udang rebon/ikan teri/ikan peda secukupnya
Daun salam 2 sampai 3 lembar
garam dan gula secukupnya

p1010439k

Bahan:
Terong 4 buah
Pare 3 buah

Tumis Pare dan Terong

Tumis Pare dan Terong

Cara Memasak:
Bersihkan pare dengan membuang isinya, kemudian iris tipis, lalu rendam dengan air garam dan diremas-remas sampai warna pare berubah transparan.

Cuci pare sambil diremas-remas, ganti terus air sampai air cucian tidak berwarna hijau (agar pare tidak terlalu pahit), lalu buang air pare.

Potong kecil-kecil terong lalu goreng dengan minyak goreng sampai matang (jika ingin terong masih manis, jangan terlalu matang tapi jika tidak merata maka akan ada yang belum matang).

Masukkan semua bumbu, tumis sampai berbau harum, lalu masukkan pare.

Tumis sampai pare berubah warna sedikit pucat.

Rasa pahit pare akan bisa tidak terasa jika pare dimasak hingga berubah warna menjadi agak coklat mudah, tapi jika terlalu matang maka zat-zat yang bermanfaat di dalam pare akan hilang.

Semoga bermanfaat.

By hariiniadalahhadiah Posted in Recipes

Tumis Pasta Sederhana untuk Balita yang Ibunya Bekerja

p1010428k

Setiap pagi di hari kerja aku harus nyiapin bekal buat dibawa anakku sekolah (baca: di daycare atau penitipan anak). Anakku usianya hampir 2 tahun. Kami sering menyebutkan sekolah kepada anak kami, jadi kalau ibunya harus kerja atau kuliah anak kami pagi-pagi sudah “didoktrin” “ayo sekolah”. Mungkin ini bisa jadi referensi percobaan resep masakan untuk balita, karena anak kami sangat suka. Durasi masaknya tidak lama, sekitar 30 menit sampai 1 jam.
menggambar)

Diza tatamba (baca: menggambar)

Bumbu:
bawang putih cincang sekitar 6 siung ukuran sedang
bawang merah iris tipis (porsi bawang putih dua kali bawang merah)
ebi/udang rebon secukupnya
saos tomat sedikit
merica bubuk secukupnya
Tumis Pasta Sederhana

Tumis Pasta Sederhana

 Bahan:
Wortel secukupnya
kentang secukupnya
kol secukupnya
daun bawang secukupnya
ayam setengah kilo
pasta spiral secukupnya (bisa diganti bila suka)
garam dan gula secukupnya

Cara Memasak:
Tumis semua bumbu dengan minyak goreng sedikit hingga harum (jangan sampai gosong), lalu masukkan ayam tumis hingga ayam berubah warna (jika ayam dengan kulitnya maka sebaiknya minyak ayamnya diuapkan hingga tersisa tidak terlalu banyak, karena kadar kolesterolnya tinggi).

Masukkan wortel dan kentang tumis sebentar lalu masukkan air.

Begitu mendidih masukkan kol dan daun bawang.

Tunggu hingga wortel agak empuk, masukkan pasta spiral agar pasta spiral tidak terlalu matang (al dente kata orang italia). Jangan lupa memasukkan garam, gula, dan saos tomat jika suka.

Tunggu hingga pasta spiral al dente (rasanya kenyal dan tidak terlalu lembek, untuk tau apakah sudah al dente, bisa dicoba pastanya).

Semoga bermanfaat.

By hariiniadalahhadiah Posted in Recipes

Gak Usah Minder……, Wish Safe By The Bell

Nampang sama Gitarkoe

Nampang sama Gitarkoe

Waktu pertama menjalani semester pas S1, IP ku 2,56 waktu itu kaget sekali, mikirnya “huaaaaaaaaa, aku di sini gak bisa dapat IP 3”. Lalu pas tingkat 2 aku semakin gak pd, minder abis, sampe kalau jalan sering kayak orang cari duit jatuh. Gak tau kenapa minder, yang jelas aku kesulitan adaptasi di ITB dengan banyak orang-orang berduit, otak encer, dan mungkin sedikit arogan dan keras kepala [padahal aku juga keras kepala he…he…he…he, buktinya gak mau ngalah dengan keadaan untuk adaptasi]. IP tingkat 2 semester satu 1,97, IP semester dua 1,67. Kacau sekali aku waktu itu, Struktur data dapat E ha…ha…ha…ha gara-gara aku putus asa jadinya gak ikut UAS. Mata kuliah pemrograman yang tingkat 2 semuanya aku ngulang he…he..he…he.

Tapi siapa yang menyangka kalau di tingkat 3 semeter satu IP-ku 3,2 semester dua IP-ku 3,4 karena aku patah hati dengan hubungan gak jelas efeknya IP jadi naik he…he…he….he. Tingkat 4 semester satu IP-ku 4.00 dan semester dua 3,85. So belum tentu orang yang tadinya kelihatan gak berdaya itu gak worthed.

So, jangan pernah ngeremehin orang, bisa jadi suatu hari nanti, dia lebih worthed dibanding kita karena “safe by the bell”.

Tugas Tampilan Asli Attachment di Dalam Email

Tugas IF5166 Keamanan Informasi Lanjut

23507024 – Rosa Ariani Sukamto

Attachment di dalam email disimpan dalam bentuk uunicode yang dengan menggunakan PHP bisa menggunakan fungsi base64_encode(). berikut kode HTML untuk tampilan awal [indexemailhtml atau kode]

 

berikut adalah tampilan awal:

email1

 

file gambar yang dijadikan attachment adalah sebagai berikut:

lotus.jpg

lotus.jpg

Hasil dari emailphp atau kode berikut adalah bentuk teks email dengan attachment  [hasilemail atau disini] yang merupakan bentuk dari attachment yang dikirimkan ke jaringan.

[kode dibantu dari blog dan sudah dimodifikasi sedikit. Terima kasih ya]

 Ada cara kedua, yaitu mengirim email ke alamat email yang tidak ada dengan menggunakan Yahoo maka kita akan mendapat email balikan dari yahoo dengan subjek “failure notice” dari  MAILER-DAEMON@yahoo.com,  isi dari email ini mengandung attachment yang sudah diubah ke uunicode.

By hariiniadalahhadiah Posted in School

Menghargai Sesuatu yang Kecil

p1010379k

 

Dulu aku pernah membantu seseorang menyelesaikan tesisnya. Ada kalanya saat itu bagiku berat, karena aku juga sedang memegang beberapa proyek. Saat itu sebenarnya awalnya kami tidak berniat membantu teman kami ini, tapi ketika bertemu orangnya, kami memutuskan untuk membantu (dah sering melamun di jalan, membahayakan, dan susah senyum). Masalahnya dia sudah hampir DO karena batas waktu kuliahnya dah 3 tahun, masalahnya bukan hanya itu, dia harus mengganti biaya beasiswanya jika kena DO yang nilainya puluhan juta.

Saat itu tesisnya mengenai information retrieval. Saat ini dalam batas tesis ku yang tinggal 3 minggu-an harus sampe analisis dan perancangan, aku sangat butuh ilmu dari tesis temanku itu (karena baru ganti pembimbing seminggu kemarin dan ganti topik). Sekarang beruntung sekali dulu aku membantu temanku itu. Berguna sekali.

Sering kita tidak menghargai hal-hal kecil yang diberikan kepada kita, atau bahkan tidak menghargai kontribusi orang lain ke kita. Misal sering orang teknis tidak menghargai orang manajemen, padahal tanpa manajemen yang baik, orang teknis tidak akan bertahan lama. Misal ketika tukang cuci kita sakit seminggu gak masuk, kita seharusnya sadar bertapa pentingnya tukang cuci, tapi seringnya malah jadi marah begitu tukang cucinya masuk.

Well, semua orang butuh dihargai. Dan tidakseorangpun punya hak sombong dan arogan.