Jaringan Single Vendor VS Multi Vendor

Tugas IF5166 Kemanan Informasi

Banyak manajer teknologi informasi yang menghindari penggunaan single vendor karena tidak ingin bergantung pada vendor tertentu. Namun juga banyak manajer teknologi informasi yang memilih menggunakan single vendor agar tidak terlalu repot bekerjasama dengan banyak vendor.

 

Dengan menggunakan multi vendor masalah yang sering timbul adalah harus banyak terkait dengan aset TI yang ada, personel yang ada, beserta proses bisnis yang telah berjalan. Menggunakan multi vendor berarti harus memikirkan integrasi untuk menyatukan banyak vendor yang digunakan agar kebutuhan terpenuhi. Menggunakan multi vendor juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk melakukan integrasi dan pemeliharaan. Jika perusahaan yang menggunakan multi vendor tidak memiliki personel yang dapat melakukan integrasi dan pemeliharaan pada jaringan multi vendor maka mau tidak mau harus mencari personel out source atau pegawai baru yang memiliki kemampuan untuk melakukan integrasi atau pemeliharaan untuk jaringan multi vendor. Hal yang harus diperhatikan saat memilih vendor adalah kemampuannya untuk diintegrasikan dengan yang lainnya. Karena kelemahan inilah banyak pula beredar perangkat lunak untuk melakukan integrasi multi vendor dan strategi-strategi lain agar multi vendor banyak digunakan.

 

Keuntungan multi vendor adalah tidak bergantung pada sebuah vendor dimana jika menggunakan sebuah vendor dan ternyata vendor bermasalah atau mencabut dukungan pada teknologi yang lama maka mau tidak mau perusahaan yang menggunakan single vendor harus mengikuti kemauan vendor yang digunakan.

 

Dengan menggunakan single vendor perusahaan dan vendor yang digunakan lebih bisa fokus menangani jaringan perusahaan

 

Keuntungan menggunakan single vendor antara lain:

  1. lebih mudah bekerja sama dengan sebuah vendor daripada dengan banyak vendor
  2. ketika ada permasalahan pada jaringan multi vendor maka para vendor bisa saling menyalahkan satu sama lain, hal ini tidak terjadi pada penggunaan sebuah vendor
  3. bertanggung jawab penuh pada dukungan dan pelatihan
  4. mengurangi biaya
  5. pengeloaan jaringan yang terarah
  6. mengurangi usaha procurement

 

Kekurangan menggunakan single vendor antara lain:

  1. kehilangan kesempatan untuk memilih vendor yang lain
  2. kehilangan kuasa untuk negosiasi harga
  3. kehilangan kesempatan mendapatkan teknologi terbaru dari vendor lain
  4. memiliki resiko tinggi seperti halnya menaruh banyak telur dalam sebuah wadah
  5. dapat dipaksa vendor untuk upgrade sesuai dengan produk vendor 

 

Kesimpulan:

Menurut saya lebih memilih menggunakan multi vendor karena tidak bergantung pada sebuah vendor dan mengurangi resiko yang terlalu besar ketika banyak proses bisnis harus diatur oleh sebuah vendor karena jika jaringan gagal resikonya terlalu besar. Dengan menggunakan multi vendor dapat menggunakan strategi untuk sebuah proses bisnis di perusahaan menggunakan single vendor sehingga proses pemeliharaannya akan lebih mudah. Baru untuk integrasi dilakukan untuk setiap jaringan proses bisnis.

 

Referensi:

 

[1]        _______, 2007, Vendor Consolidation: An Opportunity to View IT Through a Single Pane of Glass, [pdf], (http://h71028.www7.hp.com/ERC/downloads/4AA1-0535ENW.pdf, diakses tanggal 20 September 2008)

[2]       Kopparapu, Chandra, 2008, Multi-vendor Strategy, [html], (http://voicendata.ciol.com/content/NetworkingPlus/108020902.asp, diakses tanggal 20 September 2008)

[3]       Thottoli, Vandana, 2004, Single vs. Multi vendor approach?, [html], (http://techrepublic.com.com/5208-11179-0.html?forumID=7&threadID=147223&messageID=1651035, diakses tanggal 20 September 2008)

 

Iklan
By hariiniadalahhadiah Posted in School

Ternyata Orang Tua Gak Pernah Gak Sayang Anaknya

Iza Pegang Kambing

Iza Pegang Kambing

Keinget waktu kecil dulu, kalau dimarahin orang tua atau dilarang ngapain aku suka ngomong “Ibuk gak sayang sama aku”. Sering pas sakit pas kecil dulu aku bilang “Mending aku sakit terus aja, biar Ibuk jadi sayang aku terus” karena kalo pas sakit minta apa-apa dikasih dan diperhatiin. Ibuku juga sering bilang “Kalo aku gak sayang kamu udah kubuang kamu ke got dari dulu”.

Sekarang kebayang kalo anakku bilang ke aku kalo aku gak sayang dia, gimana perasaanku. Ternyata setelah jadi orang tua, gak pernah sedetikpun aku merasa gak sayang anakku. Sering aku bimbang, aku pengen perhatian ke dia, tapi apa daya, aku juga harus cari duit demi masa depan dia. Ternyata banyak hal harus dipikirkan jadi orang tua.

Misal kalo kayak Bapakku yang memilih menikah pada umur 31 tahun agar anak-anaknya bisa hidup lebih layak. Tapi saat aku SMA Bapakku dah umur 51 tahun dan dipanggil Yang Kuasa karena sakit. Berat rasanya hidup saat itu karena Ibukku gak kerja. Untung semua sekarang dah lewat dengan segala pengorbanan dan perjuangan.

Lalu pengalamanku yang menikah lumayan muda, jadinya anak dititipin di daycare karena orang tuanya mencari kemapanan. Di daycare sebenernya ada baiknya anak jadi bisa bersosialisasi dan berbagi, cuman kalo temennya sakit bisa jadi ikutan sakit. Kalo di daycare juga memang gak kaya pembantu jadi begitu diambil maka anak akan kembali jadi anak orang tuanya, capek pulang kerja ngurusin anak, memang butuh stamina lebih.

Well hidup adalah pilihan.

By hariiniadalahhadiah Posted in Family

KPR Gampang! Ah yang Bener

 

Rumah Cilik aja Susah

Rumah Cilik aja Susah

 Pertanyaannya, gampang buat sapa dulu neh. Tanpa sadar pas ngumpulin brosur rumah eh udah skitar 66 brosur rumah kukumpulin, dan gak tau dah berapa yang dah kami survei (saking pengennya punya rumah).

Sekarang masih kontraktor, plus bonus tikus dan shower saat hujan (mirip air terjun niagara (lebai)) (di kontrakan pertama), plus bonus kucing beserta tainya dan jumlah shower berkurang  (dah lumayan jadi curug dago)(di kontrakan kedua, untung sekarang dah bisa diatasi sebagian). Nah kemarin dah nyoba ngurus KPR tapi ternyata gara-gara istri freelacer alias kerja proyekan, KPR nya gak nyampek. Padahal kalo kemungkinan bayar mah bisa bisa aja, karena pendapatan kami paling gede ya di proyek. Ya apa daya belum jatahnya.

Udah kebiasaan kami suka nekat kalo mau beli apa-apa, soalnya kalo gak gitu uangnya pasti menguap buat bayar ini itu he he he he……..

Susahnya Proyekan…….

Programmer Cilik

Programmer Cilik

Banyak orang bilang kalo proyekan IT mah enak, kerja suka-suka waktunya, kalo dapet duitnya langsung banyak. Biasalah orang kalo mupeng liatnya yang enaknya doang. Susahnya ikut proyekan mah banyak, misal:

  1. Tau dibayar ato gak, seringkali pihak yang ngasih proyek suka ngeles, tuntutan mah banyak harus ini lah harus itulah, tapi begitu giliran tanggung jawab mereka, sering cari-cari alasan supaya bisa gak bayar ato bayarnya dibawah yang disepakati sebelumnya, misal nih alasan yang sering perusahaan sedang dalam kondisi kurang memungkinkan jadi harus bayar urusan perusahaan dulu, kerjaan kamu kan gak sesuai spesifikasi (padahal spesifikasinya berubah mulu), dan lain sebagainya. Dan kalo gak dibayar paling juga jadi pekerja sosial.
  2. Dibayarnya bisa jadi muoloooooooorrrrrr sampe gak terhingga.
  3. Project Leadernya gak tanggung jawab, jadi bisanya nekan ke bawah terus kerjaannya diaku-akui kerjaannya (makan ati teh botol tiiiiiiiittttt nya gak ada lagi)
  4. Teman tim-nya gak tanggung jawab, bisa jadi programmer solo karir dengan gaji sharing ha ha ha ha
  5. Spesifikasi user sering berubah-ubah bahkan sampek besok harus delivery  malemnya masih berubah, emang kita siluman atau jin pembuat candi prambanan yang kerja malem, ha ha ha ha.
  6. Belum kalo user-nya gak ngeh ngeh alias gak ngerti-ngerti apa yang kita maksudkan, misal kita minta data A, yang dikasih ke kita bisa jadi data pake huruf wedding yang aneh aneh itu (lebai) he he he he.
  7. Belum kalo user-nya sok ngerti padahal gak ngerti, kalo kepala gak dingin bisa jadi berantem.
  8. Sering stress gara-gara tingkah laku user , efeknya ya badan gak keurus, jadi item gendut acak kadut (gak mbejaji kata orang javanese)

Nah loh, jadi proyekan mah gak selalu enak he he he he…… (Pusing euy piutang aja dua dijit jeti dari beberapa proyek belum ada yang ditangan, emang gak butuh duit, ya butuh lah he he he)

Pengurus SIM Siluman……..???

Diza

Diza

Kemarin sempat pengen jadi pengurus SIM siluman, apesnya biro jasanya yang jaga bukan mpunya jadi dia gak berani terima. Trus dirumah berkas cabut file dari Sidoarjo malah disobek anakku, maklum Bapak Ibuknya kecapekan sampek gak sadar anaknya dah merambah kemana-mana.

Trus pas sms ibukku yang dah ngurusin cabut file di Sidoarjo yang prosesnya aja memakan waktu 4 jam(ngapain aja coba di era IT begini) jadi gak tega, jadi mau gak mau ya ngurus sendiri.

Jadi aturannya kalau mau pindah domisili SIM maka ada proses cabut file di tempat membuat SIM lalu diperpanjang di kota domisili saat ini (kenapa gak pakai basis data global aja….) atau pilihannya ya bikin baru kalau gak mau cabut file (kebayang dah betapa lama menunggu di kantor polisi, berapa duit yang ilang tuh (mending buat kerja he he he he……))

Alhasil tadi pagi ngurus deh aku ke kantor polisi Polwiltabes Bandung nyampe jam stengah 9 kurang 5, pertama tes kesehatan bayar 10 rebu, itupun nunggu kliniknya bukak dan cuman cek tekanan darah ama mata (hurufnya bisa diapalin dulu sebelum dites kalo kekecilan he he he), trus ke loket 8 bayar 15 rebu, terus ke loket 1 antri luaaaaaaamaaaaaaaaaa sambil berdiri karena yang antri pada ada di depan loket sampek loketnya gak keliatan. Dah gitu gak ada adat saling manggil orang yang dipanggil kayak di Sidoarjo doeloe, jadi begitu ada yang dipanggil lama gak muncul semua pada diem aja, gak malah bantuin Pak polisinya manggil orangnya, pantesan aja tuh loket sampek gak keliatan lubangnya. Habis giliran dipanggil, “He mbak ini SIM mana ini, harus cabut file kalo gini”, “udah pak kataku” lalu disuruh ke loket 9 untuk mutasi data. Di loket 9 polisinya malah bingung “ini surat apa ya?”,  “surat cabut file pak” (kacau, beda tempat format surat beda kali). Nunggu lagi lama, habis itu bayar 10 rebu. lalu kembali ke loket 8 yang lubangnya gak keliatan tadi………..dah dapat ditebak tanpa ke Ki Joko Bodo (laaaaamaaaaaaaaa bok). Ada yang menarik, ada calo yang mengurus dengan SIM dimana di bagian tulisan hurufnya dipotong, jadi dia mau memperpanjang SIM A tapi bukti SIM yang disobek tadi gak jelas A, B, C, atau Z nya……

Habis itu ke loket bea min nunggu dipanggil lalu bayar 60 rebu. Ke loket 2 buat ngisi data. Disini juga ada beberapa calo yang bawa setumpuk berkas, supaya langsung ditandatangani polisinya. Trus ke loket 6 buat foto, nah disini nih yang mengagetkan, yang antri melebihi orang yang pernah antri sebelumnya (bisa sampe 3-5 kali lipat jumlahnya). Dah gitu banyak yang bawa orang langsung masuk untuk foto setelahnya lalu dengan ramah ke kliennya menunjukkan kemana loket buat nunggu SIM nya jadi. Jadi keinget kemarin pas di tawari biro jasa pengurus SIM kalo buat SIM tembak cuman tinggal foto. Nah jadi disinilah banyak pengurus “Siluman” ha ha ha ha. Dan pengurus “Siluman” kebanyakan memang orang menengah ke atas (kliatan gayanya). Setelah foto (ibu ibu lumayan ada sedikit kemudahan karena puasa jadi fotonya didulukan he he he) nunggu SIM nya di loket 7, gak lama dah dipanggil. Keluar loket 7 dah stengah 12 jadi total 3 jam kalau gak demi usahanya ibuku dah jadi pengurus “Siluman” aku.

Kapan ya bisa ngurus SIM cuman 30 menit di kantor polisi. Kalau gak cabut file sih enak bisa ke SIM outlet atau mobil SIM keliling, katanya lebih cepet. jadi keinget pas di kantor polisi liat banyak polisi, Oh iya ya Bapakku kan dulu Polisi ha ha ha ha………tapi aku gak suka polisi he he he he……..

The Pursuit of Happyness

Film The Pursuit of Happyness adalah film keluaran tahun 2006. Film tersebut diambil dari sebuah kisah nyata Christ Gardner yang sekarang dah tajir banget. Tapi pada tau gak kalo tuh orang pernah idup di penampungan gara-gara gak punya tempat tinggal.

Kalo orang-orang yang dah punya anak punya istri pasti bisa terharu ama tuh film. Itu baru namanya perjuangan hidup. Kalau masih bujang mah seringnya belum segitunya :p.

Aku juga sering lihat atau baca success story tentang perjuangan manusia menuju kemakmuran hidup yang intinya kalau memang diawali dari angka “0” maka gak mungkin brur kemakmuran bisa dicapai dalam waktu 3 TAHUN he he he (guyonan yang sering kami omongkan). Itupun didapat dengan kerja keras, keyakinan, ketekunan, kejujuran, dan kesabaran yang cukup tinggi. Kecuali kalo dah punya angka “1”. Angka “1” gak hanya bisa didapat dengan kerja keras, tapi bisa dengan gampang misalnya cari mertua kaya he he he he……

Pengen Awet Muda tapi Makmur

Di semester ini aku ketemu dengan tiga orang yang lumayan keliatan sering mikir tapi awet muda bok. Orang-orang itu adalah:

1. Pak Budi Rahardjo (yang terkenal itu he he he he)

2. Pak Bambang S. P. (dosen ekonomi informasi kalo ngajar suka ngadep tembok tapi orangnya asik)

3. Pak Windy Gambetta (dosen Informatika ITB yang kurasa paling asik, Orangnya gaul)

Umur mereka skitar dah 40 an ke atas kira kira, tapi pada keliatan masih muda, banyak senyam senyum. Gimana ya mereka bisa awet muda padahal banyak pikiran.

Ada seorang teman bilang aku pemikir dan idealis, tapi aku pengen bisa awet muda kayak tiga orang di atas, he he he he….. Tapi gak cuman awet muda, tapi juga makmur dan hidup cukup (Cukup punya mobil, rumah, apa apa cukup he he he he).

Masalahnya aku sering stress juga mikirin banyak kerjaan dan tanggung jawab. Bisa gak ya awet muda? Kita tunggu beberapa tahun lagi…… :D.