Mencari Ketenangan Batin…

Bismillahirrahmanirrahim.

Apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini. Apapun itu yang jelas semuanya pasti ingin yang namanya ketenangan batin. Akhirnya banyak yang mencari cara bagaimana bisa mendapatkan ketenangan batin itu tadi 😀 (anggap saja “nge-fly” karena ketenangan 😀 ). Sebenarnya kan ketika orang nge-fly karena obat-obatan itu untuk mengeluarkan sebuah hormon agar diri bisa tenang dan bahagia. Dan hormon itu sama dengan yang bisa dikeluarkan manusia jika dekat dengan Tuhannya :).

Hal yang dibutuhkan untuk bisa “nge-fly” yang baik dan benar adalah dengan mempelajari dan mencari tahu untuk apa manusia diciptakan Allah dan menjadi hidup di dunia ini. Karena itulah fitrah atau dasarnya untuk mengetahui apa yang mampu membahagiakan secara hakiki. Cara lainnya pasti hanya sementara saja…. Kalau tidak percaya.. bisa kita lihat salah satu wajah ulama sufi ini… begitu tenang bukan :).

Dari pengalaman saya… saya mendapatkan banyak ilmu dari mempelajari ilmu tasawuf, terutama dari tulisan-tulisan Imam Al Ghazali. Tulisan beliau terasa tenang dan lebih mudah dipahami. Caranya tidak memaksa… namun menjelaskan tahapan-tahapan untuk mempelajari ilmu ini. Tentu saja ada dasar untuk mempelajari tasawuf. Yaitu Al Qur’an dan kisah Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Awalnya saya mencoba mempelajari filsafat… namun ternyata filsafat kurang mampu menjelaskan banyak hal yang saya alami dan saya rasakan. Hingga sampai saya membaca buku Imam Al Ghazali yang menjawab banyak pertanyaan saya :). Entahlah.. saya merasa banyak menemukan ketenangan batin dari belajar ilmu ini walau dalam kondisi apapun. Sungguh hal yang menenangkan adalah mendekat pada Allah, Zat yang tidak akan pernah ingkar janji dan Maha Besar…..

(mata seorang sufi biasanya redup dan tenang, seperti jendela kerendahan hatinya kepada Allah)

Ada beberapa tahap untuk memahami ilmu tasawuf agar tidak memahaminya secara ekstrim, karena sungguh ilmu ini bukan ilmu untuk melupakan dunia, bukan ilmu untuk ekstrim dan saklek dengan rasa merasa benar, namun ilmu tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui siapa diri kita secara hakiki dan untuk apa kita hidup. Ilmu untuk mengendalikan diri dalam kehidupan dunia dan agar dapat kembali kepada Allah nantinya dengan tersenyum 🙂 (Itulah kenapa para mujahid yang benar-benar, meninggal dengan tersenyum). Tasawuf adalah ilmu untuk mengenal Allah. Berikut tahapan yang biasanya dijalani dari orang-orang yang tidak dari kecil tumbuh dengan pemahaman tasawuf 🙂 :

  1. Biasanya ada kejenuhan dan kebosanan dengan semua yang ada didunia ini, semua terasa tidak sebegitu berharganya.
  2. Biasanya ada ketidaknyamanan pada penyakit hati yang ada pada diri. Misalnya tidak nyaman dengan marah, tidak nyaman dengan membenci, atau tidak nyaman dengan sakit hati, dan hidup terasa tidak teratur. Sehingga merasa ingin membuang semua itu karena hanya menyakiti diri sendiri.
  3. Berlatih untuk membuang segala penyakit hati dengan terus memohon kepada Allah.. meluruskan niat baik dan berprasangka baik pada banyak hal yang terjadi. Penyakit hati diantaranya adalah marah, benci, sakit hati, dendam, iri, merasa benar sendiri (padahal kebenaran hanya milik Allah), merendahkan orang lain (marah adalah salah satu bentuk kesombongan merendahkan orang lain sehingga kita merasa berhak untuk marah, kecuali marah yang memang diijinkan, menghina orang lain juga bentuk merendahkan orang lain)… sesungguhnya sedikit saja kita merendahkan orang lain kita sudah masuk pada perangkap yang dinamakan dengan sombong.
  4. Dengan niat baik dan berprasangka baik (termasuk berprasangka baik terhadap Allah dengan ijinNya pada semua yang terjadi) kita coba memahami Al Qur’an, maknanya… ayat per ayat (terkadang dalam sehari mungkin kita hanya akan mampu mencoba memahami maksud dari 1-5 ayat 🙂 ). Dan sesungguhnya memang benar… Al Qur’an tidak akan mampu dipahami orang-orang yang kadar penyakit hatinya tergolong di atas ambang batas 😀 ….selain hanya berupa kalimat atau tulisan-tulisan yang ditelan mentah-mentah :).
  5. Dengan bekal pemahaman Al Qur’an pada poin 4, maka mulai untuk mengenal Rasulullah Muhammad SAW dengan banyak membaca kisah-kisah beliau. Ketika kita tahu kisah-kisah beliau… kita akan menjadi mencintai beliau.
  6. Berbekal 5 poin di atas… barulah kita coba untuk membaca literatur tentang tasawuf… dan kita akan mampu menelaah maknanya.

Islam itu tidak saklek… Islam itu sangat arif… Islam itu suka damai… dan manusia yang kenal Allah akan mencintai Allah dan mampu melakukan perbuatan karena Allah. Bagaimana kita mengatakan perbuatan kita karena Allah jika kita tidak kenal Allah kita dan sifat-sifatNya.

Ada buku bagus untuk belajar tasawuf jika tidak punya cukup waktu untuk membaca :D, berikut bukunya (sekitar 500-an halaman):

Buku Ringkasan Ihya Ulumuddin Karya Imam Al Ghazali

Buku Ringkasan Ihya Ulumuddin Karya Imam Al Ghazali

Namun membacanya setelah tahapan-tahapan 5 poin di atas dilalui, agar tidak menjadi ekstrim :). Terus terang, tanpa pemahaman Al Qur’an dan latihan membersihkan jiwa dari penyakit hati, maka ilmu dalam buku inipun akan kurang mampu diserap selain hanya sebuah tulisan-tulisan saja. Tentu saja butuh waktu untuk proses belajar dan berlatih….. tahunan 😀 … but keep istiqomah…. semangat…. 🙂

Semakin dekat dengan Allah, maka kita akan banyak mengalami hal amazing yang tidak kita alami sebelumnya :). Trust me… it works. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan harapan akan semakin banyak manusia yang mengenal Allah. Dan dapat menjadi umat yang kembali kepada Allah dengan tersenyum, termasuk saya. Aamiin YRA.

Jika ada salahnya itu dari saya, jika ada benarnya itu dari Allah SWT.

image source: dari status seseorang di FB :D (maaf lupa tepatnya)

image source: dari status seseorang di FB 😀 (maaf lupa tepatnya)

“Be merciful to others and you will receive Mercy. Forgive others and Allah will forgive you.” – Prophet Muhammad

Allah itu sangat baik… seburuk apapun kita di masa lalu.. jangan pernah putus asa dengan rahmatNya untuk bertobat… and everything gonna be ok :).

Iklan