Hiduplah di Jaman Sekarang, Jangan di Jaman Batu

Sering melihat orang berkata “dulu gw gak alay”, “dulu cabe masih murah”, “dulu gw …..” dan berbagai kata dulu. Sering orang lupa bahwa kita hidup di jaman sekarang, dimana dulu itu hanya history. Buat apa sih history……… itu untuk basis data pembelajaran kita untuk masa sekarang, jadi jangan lah dulu dulu dan dulu.

Gw sering ngeliat dosen banyak mengajar dengan hidup di jaman batu, dan menilai dosen yang hidup di jaman sekarang “alay”. Bagaimana seorang dosen bisa mendidik jika dia hidup di jaman batu, sedangkan mahasiswanya hidup di jaman alay? Mendidik dan mengajar memiliki arti yang berbeda. Mengajar hanya menerangkan apa yang harusnya diajarkan biasanya lebih condong ke materi kuliah, sedangkan mendidik lebih kepada pembentukan karakter mahasiswa, menginspirasi, dan memotivasi mereka untuk menjadi lebih hebat dari dosennya plus ngajar juga :D. Bagi gw lebih keren dosen yang bisa membuat mahasiswa lebih hebat dari dirinya. Gw sering melihat dosen-dosen yang tidak memahami bagaimana “bermain” dan bergaul dengan mahasiswanya karena dia hidup di jaman yang lebih tua dan gaptek dengan jaman sekarang. Ada keuntungan kalau gw hidup di jaman sekarang, ya walau terlihat alay, tapi gw selalu merasa muda. Belajar istilah-istilah mahasiswa gw kayak galau, semam (semaunya), semangka (semangat), dkk. Atau ngobrol sama mereka tentang hidup, tentang pacar-pacar mereka, tentang motivasi, tentang pengalaman saya pas masih alay (sekarang masih gak ya :D), tentang kesepian mereka, dan tentang pemikiran mereka. Bagi gw itu menyenangkan :).

Gw pikir mahasiswa-mahasiswa gw bisa jadi hebat asal mereka mau dan punya motivasi untuk itu. Pendekatan memang tidak mudah, biasanya butuh waktu 2 semester untuk dekat dengan mereka. Tapi hal ini bagus karena saya mengajar mata kuliah yang berkelanjutan.

Main Ombak..........

Begitu pula dengan mengasuh anak, kita juga harus berusaha hidup di jamannya. Pernah ada kutipan bahwa “orang tua yang baik adalah orang tua yang hidup di jaman anaknya”. Alay sedikit gak papalah :D, itu kan hanya anggap orang doang, just ignore it :D. Gw ngedidik anak gw biar ntar kalo gede jualan :D, gak jadi kayak ibunya yang jadi kuli coding :). Be great ya nduk more than I :). Karena kalau anaknya great gw tau pasti ibunya lebih great karena banyak sekali nilai-nilai dan pengorbanan yang sudah ditanamkan :).

Iklan