Go-Food: Sebuah Testimoni

Bismillahirrahmanirrahim…

Bisa dikatakan, saya sudah dari jaman baheula ingin sekali ada orang yang bisa di call buat beliin makanan kapanpun perlu asupan hihi πŸ˜€ …. soalnya biasanya kalau lagi banyak kerjaan, dan otak ngadat… biasanya butuh asupan πŸ˜€ ….Β  (yang bisa dijual buat jemput rejeki ya otak, jadi yang paling gak boleh ngadat ya otak πŸ˜€ )… battle paling berat buat saya ya melawan food addicted pas lagi butuh banyak kerja πŸ˜€ … makanya badan tumbuh ke samping πŸ˜€ . Orang IT mah asal ada laptop dan internet… pikirannya seringnya ya kerja πŸ˜€ …. sambil ngobrol dengan orang yang ada di rumah (multitasking mode on).

Sesungguhnya orang-orang dengan pertumbuhan kesamping itu juga ingin menghentikan pertumbuhan kesampingnya saudara-saudara…. namun itu bukan hal mudah sesungguhnya bagi kami kaum tumbuh kesamping πŸ˜€ ….

Dan seakan dunia semakin indah ketika ada layanan Go-Food dari Gojek πŸ˜€ . Selama saya menggunakan jasa Go-Food tidak ada kendala yang berarti. Akhir-akhir ini di aplikasi menu Go-Food kadang keluar pesan no internet …… cara mengakalinya adalah… masuk ke menu Go-Ride sampai GPS tempat kita terdeteksi, keluar dari menu Go-Ride, kemudian baru masuk ke menu Go-Food… dan keluarlah menu-menu untuk dipesan πŸ˜€ .

Ada beberapa pengalaman dalam menggunakan Go-Food yang saya ingat:

  • Jika yang Dipesan ternyata Habis

Mau tidak mau ya tetep mesti beli lainnya, kasihan si abang gojek kalau kita cancel.

  • Tidak bisa pesan lebih dari satu tempat

Ya mesti membulatkan tekad untuk pesan di satu tempat…. walau keinginan begitu kuat untuk di banyak tempat πŸ˜€ … ya itung-itung sarana pengendalian diri.

  • Pesanan bisa baru sampai satu jam lebih, karena abang gojeknya dengan sabar menunggu antrian

Datang juga masih pakai senyum ramah πŸ™‚

  • Pesanan untuk tempat pesan yang agak jauh

Pernah juga mencoba memesan di tempat yang agak jauh karena ingin makanannya,

  • driver pertama melakukan cancel, katanya kepencet selagi kerja
  • driver kedua melakukan cancel karena ternyata uang yang dibawa tidak cukup
  • driver ketiga tiba-tiba cancel saja
  • driver keempat baru mau πŸ˜€ …

Driver ini beberapa kali menelepon karena ingin menanyakan detail pesanan. Dan ditengah perjalanan hujan besar, saya sms untuk berteduh saja, saya tidak buru-buru…. dan setelah hujan reda sampailah abang gojek ini dengan jas hujan basah kuyub. Pak Gojek… maafkan saya… sambil saya tambahkan sedikit tambahan ongkos… terima kasih telah membantu saya mencari nafkah Pak.

  • Bapak yang Tanggung Jawab

Saya selalu salut sama Bapak-bapak yang berusaha bertanggung jawab ke keluarga. Pernah juga ada abang gojek yang datang bawa pesanan sekitar jam 19.30 an, masih pakai jaket lengkap, ada terlihat pakai kemeja batik di bagian bawah jaket. Dan masih ada tas ransel besar di motornya. Tampaknya Bapak ini pulang kerja dan langsung ngojek sekalian. Tampak lelah wajahnya namun berusaha ramah. Tetap semangat ya Pak.

  • Tak Disangka

Pernah pesan makanan juga kemudian nama di aplikasi driver-nya laki-laki, pas telepon suaranya perempuan. Pas sampai di tempat pesanan, teleponnya diberikan kepada waitress-nya karena tidak familiar dengan menu berbahasa inggris. Ketika sampai di depan rumah, habis maghrib, agak gerimis, datanglah seorang ibu-ibu muda dengan membawa anak kecil laki-laki usia sekitar 3 tahunan ditaruh depan sepeda motor matik… tampak bingung menghitung habis berapa… langsung agak trenyuh saya…. saya berikan saja uang… dan mengucapkan terima kasih, ibu muda ini meminta untuk dapat komentar positif dan bintang lima sebagai testimoni di aplikasi gojek…. tampaknya suaminya sedang sakit….

Kita bisa menambahkan tips jika memang merasa dibantu dalam mendapatkan asupan πŸ˜€ ….

Beberapa kali juga pakai Go-Kilat atau Go-Send untuk kirim barang yang dibeli dari tokopedia, juga tidak ada kendala berarti. Tinggal klik-klik di laptop… barang yang dibutuhkan segera sampai di rumah πŸ˜€ … indahnya dunia bukan, kerja jalan, barang yang dibutuhkan datang…. πŸ˜€ …

Salah satu keindahan dunia adalah bisa nyaman kerja di rumah… home sweet home… apalagi kalau bisa istirahat dan kerjaan bisa selesai sebagian πŸ˜€ … (mimpi kalau kerjaan selesai semua dan nganggur hehe πŸ˜€ … mumpung masih muda… waktunya manfaat )

Dengan adanya gojek bisa kita bayangkan apa-apa yang kita butuhkan bisa datang dengan sendirinya kerumah hehe πŸ˜€ … kayak deskripsi surga kan… dan juga bisa menambahkan sedikit aliran rejeki ke driver gojek yang sedang mencari nafkah, siapa tahu kita dipercaya Tuhan sebagai penyalur rejeki para penjemput rejeki sebagai driver gojek, siapa tahu kalau kita amanah, rejeki kita juga ditambah dan kita terpilih sebagai media penyalur rejeki πŸ˜€ . Terima kasih driver Gojek… semoga istiqomah dalam setiap ikhtiar baik. Aamiin YRA.

Iklan

Forgiving is The Cure for Our Soul

Bismillah… berbagi itu membahagiakan :).

Saya dibesarkan di keluarga yang mungkin “sedikit” kaku. Dimana sering penyelesaian suatu masalah itu adalah dengan amarah. Ada dua sisi yang berbeda di usiaku yang waktu itu menginjak belasan. Bapakku sering memberiku kesederhanaan tentang makna hidup. Namun Bapak orangnya pendiam, maka yang dominan adalah asuhan dari Ibuku yang lebih kaku dibanding Bapak. Saat usiaku 16 Tahun, Bapakku dipanggil Sang Pencipta karena sakit hepatitis yang sudah parah. Saya sempat mengalami masa-masa “mencari Tuhan”… waktu yang panjang :). Bahkan sampai sekarang pun saya terus mencari Tuhan…. dan banyak menemukan keagungan Allah.

Hidup ini sebenarnya sangat sederhana sahabat. Terkadang tidak perlu terlalu banyak keinginan seperti orang lain, apalagi menginginkan posisi orang lain. Karena kita bukan orang lain, skenario hidup kita juga berbeda dibanding orang lain. Allah tidak bermain dadu dalam membuat semua skenario bukan? Allah tidak ngawur dalam membuat keputusan bukan?

Dan keindahan hidup kita terletak pada jiwa kita. Dimana jiwa yang tenang adalah jiwa-jiwa yang pemaaf. Memaafkan adalah obat dari jiwa kita. Maka jika kita ingin menjadi jiwa yang bahagia… maafkan diri kita yang tidak sempurna ini, maafkan orang lain yang tidak sempurna. Dengan memaafkan maka tidak akan ada sesuatu pun yang mampu menyakiti kita. Tanpa rasa sakit, jiwa kita akan menjadi tenang.

Kehidupan yang tenang hanya bisa didapat dari jiwa yang tenang, jiwa yang tenang hanya didapat dari jiwa tanpa rasa sakit, obat dari segala rasa sakit di jiwa kita adalah memaafkan. Dengan jiwa yang tenang maka rasa sakit di jiwa kita sudah tidak kita rasakan lagi :).

Semua memang butuh belajar, dan bertahap. Termasuk memaafkan. Pada awalnya memang tidak mudah. Pasti ada rasa marah, menyalahkan, dan membenci. Itulah kenapa Allah suka sesuatu yang baik walau sedikit tapi dilakukan terus-menerus. Ini tahapan yang saya jalankan dengan masih terus berusaha sampai saat ini untuk mendapatkan jiwa yang tenang, hanya untuk berbagi :):

  1. Terus-menerus meyakinkan diri, bahwa semua yang terjadi karena ijin Allah untuk kebaikan kita, agar kita belajar dan memetik pelajaran dari yang terjadi dan menjadi lebih baik.
  2. Mencoba memaafkan diri kita yang tidak sempurna ini, memaafkan kesalahan yang kita lakukan, bahwa kita melakukan kesalahan karena kita tidak benar-benar memahami itu salah, dan semua terjadi agar kita bisa benar-benar memahami bahwa itu salah dengan merasakan akibatnya.
  3. Maafkanlah orang lain yang tidak sempurna, kasihanilah orang itu karena dia berbuat kesalahan juga sama halnya dengan kita, karena ketidakpahamannya tentang hakikat hidup.

Mari belajar memaafkan demi ketenangan jiwa kita, karena hanya dengan jiwa yang tenanglah kita memiliki kehidupan yang tenang :).

Jika Merasa Lelah…. Beristirahatlah….

Sering kukatakan pada mahasiswa “kalau kita masih punya masalah, berarti kita masih hidup”. Aku tahu bahwa setiap manusia pasti memiliki rasa lelah. Rasa lelah adalah hal manusiawi yang bisa dirasakan manusia…. namanya juga manusiawi, ya dirasakan manusia lah :D.

Nah lalu bagaimana kalau kita lelah… Sebenarnya jawabannya mudah… kalau lelahΒ  ya istirahat begitu bukan jawaban dari kata lelah. Nah kalau menyerah… menyerah adalah jawaban dari rasa putus asa. Jadi menyerah itu bukan jawaban dari rasa lelah :).

Putus asa terjadi karena tidak memiliki cukup keberanian untuk terus berjuang. Putus asa terjadi karena rasa takut. Jawaban dari rasa takut itu mudah saja…. yaitu menjadi berani :).

Rasa lelah adalah indikasi bahwa manusia butuh istirahat. Rasa lelah secara fisikΒ  maupun mental. Istirahat itu untuk apa, agar dapat menyusun atau mengembalikan kekuatan untuk kemudian berjuang lagi. Rasa lelah yang berkepanjangan tanpa istirahat akan menyebabkan sakit dan jika sakit akan lebih banyak waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan kekuatan kembali, itupun jika masih diberi waktu πŸ™‚ untuk memiliki kekuatan berjuang kembali. Jadi jika merasa lelah, beristirahatlah… mengumpulkan kekuatan…. untuk kemudian berjuang kembali :).

Hanya ingin berbagi sekelumit pemikiran dalam menjalani permasalahan dalam hidup :).

Cinta, Kasih Sayang, Kewibawaan, Kepercayaan Adalah Alat Pendidikan, Tanpa Kekerasan

Membaca kisah ibu Een, lulusan UPI yang menginspirasi, bisa dilihat disini

http://news.liputan6.com/read/606837/kuliah-umum-bu-een-kita-harus-tegar-apapun-bentuknya

Liputan6.com, Bandung : Een Sukaesih, guru penderita rheumatoid arthritis yang sudah pernah divonis mati, memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) –dulu IKIP Bandung–, tempat Een pernah menuntut ilmu. Di dalam gedung yang berisi civitas akademika UPI Bandung itu tertegun dan meneteskan air mata.

Een, peraih Special Awards dalam ajang Liputan 6 Award itu sambil terbaring di atas kasur, berbaju batik dan dilengkapi kipas angin, memberikan kuliah umum di ruangan besar gedung UPI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/6/2013).

Een memberikan banyak pesan kepada para dosen, mahasiswa, beserta seluruh peserta yang hadir di ruangan ini. Een berpesan bahwa di setiap kesulitan, selalu ada kemudahan. Tidak mudah menyerah, apalagi putus asa meski tak jarang menemui rasa lelah dan jenuh. “Allah berfirman, janganlah kita berputus asa atas rahmat Allah,” ujar Een.

Setiap kata demi kata dijawab dengan tangisan air mata peserta yang hadir. Rektor, guru besar, mahasiswa, alumni, semua berbaur menyaksikan kuliah umum wanita yang bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Juni di Kantor Presiden, Jakarta Pusat ini.

“Kita dituntut untuk selalu tegar menghadapi kenyataan, apapun bentuknya,” jelas Een. Satu hal yang ditegaskan wanita lulusan IKIP Bandung jurusan Psikologi Pendidikan dan Guru ini, bahwa dasar ilmu pendidikan hanya satu kalimat singkat.

“Yakni kasih sayang dan rasa peduli dengan sesama. Mudah-mudahan ini dapat menjadi inspirasi buat semuanya bahwa dengan cinta dan kasih sayang, yang merupakan alat pendidikan selain kewibawaan dan kepercayaan, pendidikan di Indonesia insya Allah di masa yang akan datang akan lebih maju dari masa sekarang,” tutup Een. (Ism/Mut)

Semangatnya sungguh…

Jadi ingat sebuah kutipan:

Cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis. Cara mengajar paling baik itu memberi contoh, dengan melakukan. Melakukan paling baik itu dengan cinta. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan cinta, itu baik. Jadi kalau kita berbuat baik ke setiap orang, maka pasti kita tidak akan pernah rugi. Saya pengagum The Beatles, all you need is love. Cinta itu sharing, caring, giving, dan forgiving. — Widjajono Partowidagdo

Bakti kami untuk Tuhan…. bangsa…. Merdeka.

Kenaikan BBM, Kesalahan Pemimpin, dan Tanggung Jawab, Semua Dosa Bersama

Sekarang lagi waktunya demo-demo menolak kenaikan BBM. Tapi ada yang tidak saya mengerti logikanya. Mari kita runut kronologinya:

– rakyat berpikir untuk memilih DPR dan presiden
– rakyat memilih presiden dan DPR
– DPR dan presiden terpilih
– DPR dan presiden tidak memihak rakyat
– rakyat kecewa
– BBM naik
– rakyat Demo

Nah kalau dirunut dari logika kronologi di atas maka penyebab dari BBM naik dan permasalahan yang ada adalah rakyat itu sendiri……….. lho kenapa?
Mari kita runut balik:

-DPR dan presiden menaikkan harga BBM
-DPR dan presiden dipilih rakyat

nah jelas bukan penyebabnya siapa? Dari logika di atas adalah rakyat itu sendiri.

Lalu ada pertanyaan, berarti rakyat yang salah hanya yang mencoblos dong? Bagi saya semuanya ikut salah, berikut pemaparannya:

yang nyoblos wakil dan presiden yang sekarang:
Anda terlalu enggan untuk mencari tahu informasi yang benar mengenai jejak rekam wakil atau presiden yang Anda pilih. Biasanya hanya dari asumsi pengelihatan dan pendapat yang Anda pikir itu adalah pikiran real. Solusinya jadikan ini pembelajaran untuk lebih rajin mencari tahu jejak rekam wakil atau presiden yang Anda pilih. Kemalasan hanya akan membuat kesengsaraan. Hingga Anda menyerahkan kuasa negara pada orang-orang yang tidak pantas. Jadi Anda tidak pantas menyalahkan wakil atau presiden yang sudah Anda pilih sendiri.

yang golput:
Anda terlalu enggan untuk mencari tahu informasi yang benar mengenai jejak rekan wakil atau presiden yang Anda pilih. Jadi asa tidak percaya saja. Secara gak langsung dan lebih parahnya Anda bahkan melarikan diri dari hal yang seharusnya Anda pikirkan, masa depan negara. Jadi Anda tidak berhak menyalahkan wakil atau presiden yang bahkan Anda tidak berani bertanggung jawab. Dengan golput maka Anda sudah memutuskan untuk menerima apapun yang terjadi (harusnya).

yang memilih wakil atau presiden tapi kalah:
Anda juga terlalu enggan untuk ikut membantu mencerdaskan rakyat yang lain untuk memilih yang lebih baik. Jadi Anda juga ikut andil pada semua yang terjadi. Jika Anda menyalahkan maka hanya karena Anda terlalu malas dan kurang mampu mencerdaskan rakyat.

Jadi semua ini dosa bersama. Apakah bangsa yang enggan dan masa bodoh akan menjadi maju? Walaupun itu hak preogatif Tuhan, tapi saya sangat yakin jawabnya tidak. Jadi mulai saat ini…. berhentilah menjadi orang yang enggan. Amanah dari Tuhan kepada manusia sebagai pemelihara bumi diberikan kepada setiap manusia. Tidak hanya pada wakil atau presiden. Semua manusia memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki dirinya dan sekitarnya.

Menyalahkan secara psikologi adalah cara untuk menyatakan diri tidak mampu memperbaiki. Dan itu hanya dilakukan oleh orang yang pesimis….. Lalu pertanyaannya apakah saya bukan orang pesimis…….. iya saya pesimis, dan ingin menulis ini karena baru saja saya menyadari kepesimisan saya. Semoga kita semua disadarkan Tuhan. Aamiin.

Maling Teriak Maling

Hem ada hal yang telah lama gw amati dari banyak kelakuan orang di bangsa ini. Sering ketika ada berita mengenai korupsi di TV maka hampir semua orang bangsa ini menghujat sang koruptor. Tapi ada banyak hal yang aneh, karena gw mengamati sebenarnya banyak pencuri di bangsa ini. Karena mereka bisa menghujat koruptor berarti banyak yang gak sadar kalau mereka juga pencuri. Berikut adalah daftar jenis pencurian yang banyak dilakukan orang bangsa ini:

1. Dengan tanpa rasa bersalah mengunduh atau mengkopi atau membajak file musik gratis (lebih sering dikenal dengan MP3) tanpa memperhatikan lisensi, dan banyak hal-hal baik yang mereka lakukan dengan barang curian itu misalnya:

-melatih otak anak sejak di dalam kandungan dengan lagu klasik hasil curian

-mendengarkan lagu nasyid dengan tema agama, tapi media lagunya hasil curian

-merilekskan tubuh dengan hasil curian

2. Dengan tanpa bersalah mengunduh atau menkopi atau membajak film gratis tanpa memperhatikan lisensi dan banyak hal-hal baik yang mereka lakukan dengan barang curian itu misalnya:

-merilekskan tubuh dengan hasil curian

-menyenangkan dan mengajari anak dengan barang curian

3. Dengan tanpa bersalah mengunduh atau menkopi atau membajak perangkat lunak (software) gratis tanpa memperhatikan lisensi dan banyak hal-hal baik yang mereka lakukan dengan barang curian itu misalnya:

-mengerjakan kerjaan dengan hasil curian

-menyenangkan dan mengajari anak dengan barang curian

-merilekskan badan dengan barang curian

4. Dengan tanpa bersalah melakukan penipuan dengan melakukan percontekan

5. Dengan tanpa bersalah memakan uang dari hasil perbuatan mencuri

Mungkin yang jadi malas meneruskan membaca ini adalah orang-orang yang mencuri :). Berarti sebenarnya Anda tahu tapi mencoba tak mau tahu :). Coba suburkanlah bagian hati Anda yang tahu bahwa ini adalah sebuah dosa. Maka Tuhan akan membantu Anda untuk bertobat dengan semua ini.

Pertanyaan yang lama ada di benak gw, apakah semua perbuatan baik dengan barang curian akan membawa berkah…………..? gw ragu tentang itu, bisa jadi kita hanya akan menambah para pencuri baru di bangsa ini sehingga bisa jadi suburlah “budaya luhur” itu.

Para pencuri sering teriak maling pada koruptor padahal sesama pencuri hanya saja beda yang dicuri. Sering dengan dalih kan kecil…….. di agama gw segala perbuatan akan mendapat balasannya terlepas itu besar dan kecil karena besar dan kecil hanya bisa di justifikasi oleh Tuhan. Maka perbanyaklah vitamin Tuhan dalam diri kita.

Pada agama gw ada hadist berikut:
Dari Aisyah ra; sesungguhnya Usamah meminta pengampunan kepada Rasulullah saw. tentang seseorang yang mencuri, lalu Rasulullah bersabda; bahwasanya binasa orang-orang sebelum kamu disebabkan karena mereka melaksanakan hukuman hanya kepada orang-orang yang hina dan mereka tidak melaksanakannya kepada orang-orang bangsawan. Demi yang jiwaku dalam kekuasaanNya, jika seandainya Fatimah yang melakukannya, pasti aku potong tangannya. (HR. Bukhari)

Jadi tidak ada kompromi dengan pencurian.

Berikut adalah sebagian dari literatur yang gw baca dipandang dari agama gw:

(http://www.scribd.com/doc/46595096/Hukum-Islam)

Pencuri adalah orang yang mengambil harta atau benda orang lain dengan jalan diam-diam dan diambil dari tempat penyimpanannya. Pengertian yang dimaksud ada beberapa perilaku yang serupa tetapi tidak sama dengan pencuri. Hal ini tidak ada salahnya bila dikemukakan yaitu

1. Menipu.
Menipu adalah mengambil hak orang lain secara licik sehingga orang lain menderita kerugian.

2. Korupsi.
Korupsi adalah mengambil hak orang lain baik perorangan atau masyarakat dengan menggunakan kewenangan atau jabatan dan kekuasaannya.

3. Menyuap.
Menyuap yaitu seseorang memberi sesuatu baik dalam bentuk barang atau uang maupun lainnya kepada orang lain agar pemberi memperoleh keuntungan baik material atau moril sedangkan pemberiannya itu ada pihak lain yang dirugikan.

Mencuri adalah sebagian dari dosa besar. Orang yang mencuri wajib dihukum yaitu dipotong tangannya. Apabila ia mencuri untuk yang pertama kalinya maka dipotong tangannya yang kanan (dari pergelangan tangan sampai telapak tangan) bila mencuri kedua kalinya di potong kaki kirinya (dari ruas tumit), mencuri yang ketiga dipotong tangannya yang kiri, dan yang keempat, dipotong kakinya yang kanan, kalau ia masih juga mencuri maka ia harus dipenjarakan sampai tobat.

Di dalam agama pencurian adalah hal yang krusial karena bisa membinasakan banyak hal. Tidak ada di dalam kitab manapun kalau tidak punya atau tidak mampu membeli atau bahkan tidak mau membeli boleh mencuri. Penilaian Tuhan hanya 2 yaitu dosa atau pahala.

Apakah gw gak pernah mencuri? Yes I’m a thief. Tapi sekarang aku mencoba sekuat tenaga meminimalisir itu semua dan Insya Allah rejekinya berkah. Mata, telinga, dan perut ini diminimalisir dari segala racun barang curian. Semoga yang membaca tulisan ini dibantu Tuhan untuk bertobat. Aamiin.

Bisa jadi Tuhan mengurangkan rejeki yang harusnya kita terima dengan biaya barang yang kita curi beserta denda seharga tangan dan kaki kita, maka jika tidak ada niat memperbaiki bisa jadi kita akan terus mencuri dan rejeki kita terus dipotong :).

Hidup di Negara yang Hampir Tanpa Tuhan

Jika dibilang letih, maka naif jika tidak kuakui aku sangat letih melawan banyak hal perbuatan manusia di negara ini yang mungkin hampir tanpa Tuhan. Hujatan bahwa saya dosen rese, paranoid, nyebelin, killer, sok suci, dkk. Kadang berharap diberi kekuatan oleh Tuhan untuk mampu melawan semua ini. Mencoba memberikan pendidikan moral yang bisa saya pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Kadang saya berpikir, “lama-lama ada yang nyantet saya ini”, karena saya sangat keras melawan contek-menyontek. Saya sangat tidak menolelir itu. Mungkin pada saat belum mempunyai kekuatan mereka hanya menyontek, tapi begitu mempunyai kekuatan, mereka bisa jadi pembunuh masal dengan melakukan korupsi. Dengan korupsi banyak orang mati karena tidak bisa makan, berobat, atau bahkan menjadi penjahat karena pendidikan yang kurang memadai terhadap jiwanya. Mungkin ini hanya sekedar idealis, tapi selama Tuhan memberi kekuatan kepada saya maka akan saya perjuangkan idealisme ini.

Negara ini menjadi begitu hancur karena banyaknya perbuatan tidak halal yang menjadi biasa untuk dilakukan di mata banyak orang, tapi manusia-manusia itu tidak menyadari bahwa perbuatan itu tetap haram dan merupakan dosa di mata Tuhan.

Ketika kadar Tuhan di dalam jiwa sudah hampir tidak ada, seringnya manusia menjadi tidak tahu mana yang halal dan haram, mana pahala dan mana dosa. Itulah yang disebut jiwa menjadi sakit. Tidak ada obat untuk menyembuhkannya selain berusaha membantu kembali pada Tuhan, dan terus meminta kekuatan pada Tuhan agar terus ada Tuhan di dalam hati.

Semua hujatan, hinaan, caci maki itu adalah penilaian manusia, jika manusia lebih perduli itu dibanding penilaian di mata Tuhan, maka mungkin dipertanyakan layakkah manusia meminta pertolongan dan hadiah dari Tuhan sementara dirinya hanya perduli pada penilaian manusia?

Setahu saya yang tidak pintar ini, penilaian Tuhan hanya ada dua yaitu dosa dan pahala, sedangkan penilaian manusia bisa banyak, mulai dari materi, harta, gelar, pujian, hinaan, caci maki, celaan dan lain sebagainya yang semuanya tidak hakiki.

Banyak kasus di negara ini yang memang dilakukan dengan hampir tanpa Tuhan, misal yang terjadi pada Ny. Siami dari Gadel Surabaya yang melaporkan ketidakjujuran, tapi diusir oleh masyarakat yang jiwanya sudah sakit dan hampir tanpa Tuhan. Korupsi dengan peringkat “membanggakan” karena nomor 2 se-Asia (dari badan survei dunia) dan kita hanya lebih baik dari Kamboja. Tapi kalau dipikir positif sebenarnya banyak ladang pahala di negeri ini :).

Jika berpikir positif kita bisa melihat cerita para Nabi bahwa membela kebenaran tidaklah bergelimang harta dan penuh kesengsaraan di dunia. Tapi Tuhan menjamin hadiahNya yaitu surga. Sudah ditulis semua janji Tuhan di dalam kitab suci tapi karena kadar Tuhan yang tidak banyak di jiwanya sering orang tidak percaya janji ini yang membuat mereka sebenarnya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. (ditulis oleh seorang pendosa)

No Matter If You Born As Alien

It’s been so long I’m not writing again :). Hari ini gue lagi pengen nulis sebuah pendapat gue dari beberapa curhatan mahasiswa gue.Β  Mungkin sering kita merasa aneh karena kita ternyata berbeda dengan orang yang sering kita lihat di jalan-jalan. Atau mungkin kita merasa berbeda dengan orang-orang yang bahkan sering kita anggap keluarga. Lalu kalau beda so what?

Itulah indahnya ciptaan Tuhan even we’re odd. Gue banyak melihat mahasiswa gue tertekan karena mereka ngerasa dirinya beda. Atau bahkan mempunyai sisi lain di dalam dirinya. No matter bagi gue hal hal kek gitu. Karena gue sebenarnya juga odd. Gue udah banyak melihat bahwa orang-orang yang odd ini banyak punya talent lebih dibanding orang yang katanya “normal”. Hanya saja orang yang katanya “normal” ini sering tidak menyadari, that’s all.

Well, I stil believe that God is fair. Tuhan mengurangkan sesuatu, pasti melebihkan sesuatu. Gue pikir Tuhan gak akan setega itu ngasih makhluknya hal yang semuanya jelek, even setan sekalipun. Setan itu berjasa buat manusia, dia membuat manusia lebih kuat menghargai dirinya dengan tidak tergoda “rayuan gombal”.

So don’t be so down when you feel odd, all you need to do is try to find the great things inside of you. Dan itu pasti ada :), just believe to God :).Β  So no matter if you born as “alien”, itu just a phase to find that you one of great thing that God ever create :). Keep positive thinking. Keep fight for future :).

Hidup ada Kalanya di Atas dan ada Kalanya di Bawah

Kemarin saya dan keluarga jajan makanan ayam bakar yang dulu sering saya dan suami datangi waktu masih kuliah (di daerah sekitar jalan Riau/R.E. Martadinata). Itu hanya sebuah warung kaki lima biasa saja. Tempatnya sekarang sudah digeser dari tempat yang dulu awal berdirinya warung itu. Saya masih ingat dulu warung itu rame sekali. Sampai pernah waktu kami makan disana ada artis Ferry Maryadi juga lagi makan disitu.

Waktu berselang. Kemarin saya kesana dan menjadi sedih. Gerobak yang dulu terisi penuh dengan barang dagangan (tahu, tempe, sate kulit, sate usus, ayam, pepes jamur, pepes usus) sekarang hanya terisi seperempat gerobak saya dengan menu tidak sekomplit dulu (hanya tinggal ayam, tempe, sate kulit, sate usus, dan pepes jamur). Pengunjungnya pun jauh, sudah tidak seramai dulu yang selalu penuh sampe malam pun. Apa yang terjadi dengan warung ini????? Sedih saya melihatnya.

(Kemarin kesana lagi, ternyata sekarang udah lumayan ramai lagi setelah mereka pindah agak maju ke jalan, Alhamdulillah, saya ikut senang)