Mengecat Motor Sendiri

Bismillahirrahmanirrahim….

Sudah banyak yang berbagi bagaimana mengecat motor sendiri, namun saya juga ingin berbagi mungkin saja ada manfaatnya. Kalau misalnya motor yang usianya sudah hampir 10 tahun dan warnanya sudah banyak goresan dan memudar kadang jadi kasihan juga, nanti kalau tambah menimbulkan kerusakan bijimane. Walau keuntungan motor yang terlihat jelek itu juga ada…. minimal tidak dilirik maling duluan hehe 😀 .

Bagian depan sebelum dicat

Bagian depan sebelum dicat

Bagian knalpot sebelum dicat

Bagian knalpot sebelum dicat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ya karena sudah sedikit mengenaskan saat itu, akhirnya saya putuskan mengecat motor sendiri. Kalau mengecatkan ke bengkel cat, dibandrol sekitar Rp. 300 ribu dan tidak dapat pengalaman life skill, kalau ngecat sendiri kan paling tidak dapat pengalaman life skill, dan mulailah saya browsing di internet.

Yang harus disiapkan ya tentu saja cat semprot. Saya pilih cat semprot diton, buatan lokal murah meriah, harganya sekitar Rp. 20 ribuan… ya karena yang penting warna motornya gak parah-parah amat lah ya hehe 😀 . Berikut penampakan cat diton.

Cat semprot Diton

Cat semprot Diton (yang dipakai hanya yang hitam dan hitam metalik, yang emas-nya tidak)

Perbedaan warna hitam dan hitam metalik ada pada seperti gliter atau bubuk perak atau silver pada warna hitam metalik. Bisa dilihat dari gambar berikut:

Perbandingan hitam dan hitam metalik

Perbandingan hitam dan hitam metalik

Hasil cat hitam metalik

Hasil cat hitam metalik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara pengecatan adalah sebagai berikut:

    • Tahap awal pengecatan adalah mencuci permukaan yang akan dicat sebersih mungkin dari debu atau pasir atau lumpur. Bisa menggunakan sabun atau sampo rambut untuk mencuci. Terserahlah apa saja yang penting jadi bersih.
    • Setelah kering benar permukaan yang akan dicat, kemudian amplas bagian yang akan dicat dengan amplas halus, saya pakai ukuran 2000 agar cat lebih menempel dan yang tadinya tidak rata jadi rata. Berikut gambar amplas yang digunakan:
Amplas ukuran 2000

Amplas ukuran 2000

Permukaan amplas ukuran 2000

Permukaan amplas ukuran 2000

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut adalah contoh permukaan yang tidak diamplas rata (bekas stiker) setelah dicat:

Akibat pengamplasan kurang rata

Akibat pengamplasan kurang rata

    • Jika bagian-bagian motor yang dicat tidak dilepas satu per satu, maka sebaiknya yang tidak seharusnya terkena cat ditutup koran yang dilekatkan dengan isolatip kertas. Memang perlu bergantian dalam mengecat jika yang dicat beberapa warna. Karena saya hanya mengecat hitam saja, maka saya tutup dengan koran bagian motor yang warnanya perak atau silver. Berikut adalah gambar isolatif kertas:

sumber gambar: http://203.21.74.26/pdimage/63/2746063_sdc10929.jpg

    • Setelah siap dicat, maka jangan lupa memakai masker penutup mulut dan hidung… bau cat semprot sangat menyengat. Dan jika banyak masuk ke dalam tubuh dapat membuat pusing dan mual. Maka sebaiknya menggunakan masker. Lebih baik mengecat di udara terbuka. Jika di ruangan baunya sangat menyengat, dapat berbahaya.
    • Kocok cat semprot sampai sekitar 1 menit. Ambil jarak sekitar 20-25 cm dari yang akan dicat. Semprotkan cat dengan tipis-tipis untuk kemudian nanti diulang saat kering. Bisa diuji coba ukuran penyemprotan di permukaan lain agar bisa merasakan ukuran penyemprotan yang pas. Karena jika terlalu dekat atau terlalu tebal bisa membuat cat tidak rata seperti gambar berikut:
Pengecatan yang tidak rata

Pengecatan yang tidak rata

  • Saya mengecat dengan menggunakan cat hitam terlebih dahulu sebagai cat dasar. Baru kemudian setelah kering baru saya gunakan cat hitam metalik sebagai cat luarnya. Bisa juga setelah kering cat luarnya ditambahkan cat warna clear agar lebih mengkilat. Sebaiknya menggunakan cat dengan merek sama, namun karena saya tidak menemukan warna clear merek Diton di tokonya, jadinya saya pakai cat clear merek pylox:
Pylox warna clear (yang putih dan pink saya gunakan untuk mengecat helm)

Pylox warna clear (yang putih dan pink saya gunakan untuk mengecat helm)

Kemudian untuk bagian knalpot, mesti dicat dengan cat khusus, yaitu cat tahan panas. Berikut adalah penampakan cat tahan panas (sering disebut dengan cat high temperature atau hi-temp atau heat resistence) merek Diton warna hitam dan dari Ace Hardware warna hitam (pakai salah satu saja, ini hanya karena saya sudah pernah mencoba keduanya):

Cat tahan panas

Cat tahan panas

Cat tahan panas warna hitam

Cat tahan panas warna hitam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Knalpot ini perlu dicat secara berkala untuk menghindari karatan yang menyebabkan knalpot bisa putus. Kalau sampai putus bunyinya bisa meledak-ledak dan berisik 😀 (pengalaman pribadi). Dan kalau knalpot rusak, harga belinya yang original jauh lebih mahal dibanding harga cat tahan panas hehe 😀 (sekitar Rp. 200 ribuan sampai Rp. 400 ribuan untuk knalpot lengkap dengan aksesorisnya) . Harga cat tahan panas diton saya lupa, yang jelas lebih mahal dari cat merek diton yang biasa sekitar Rp. 30 ribuan kalau tidak salah, sedangkan harga yang Ace Hardware lebih mahal waktu itu sekitar Rp. 60 ribuan.

Cara mengecat knalpot adalah sebagai berikut:

  • amplas knalpot dari karat. Gunakan amplas halus, saya menggunakan amplas ukuran 2000.
  • cuci bersih, gunakan sabun sehingga bersih dari pasir, lumpur, ataupun kotoran.
  • tunggu sampai knalpot benar-benar kering
  • kocok cat semprot tahan panas sekitar 1 menit
  • semprotkan cat tahan panas pada permukaan knalpot dengan jarak sekitar 20-25 cm, jangan terlalu dekat nanti tidak rata (bisa merujuk pada cara pengecatan bagian motor di atas). Pastikan semua permukaan yang berkarat terkena cat.
  • tunggu hingga kering, jika pengecatan akan diulang.

Berikut adalah penampakan knalpot yang sudah dicat:

knalpot yang sudah dicat

knalpot yang sudah dicat

Bagian knalpot yang rentan berkarat setelah dicat:

bagian knalpot yang rentan berkarat dan putus

bagian knalpot yang rentan berkarat dan putus

bagian knalpot yang rentan berkarat dan putus

bagian knalpot yang rentan berkarat dan putus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya sih suka pakai motor, bisa nyelip di jalan, tidak terlalu besar sehingga tidak menutup banyak ruang jalan jika memang hanya digunakan berdua saja.  Ke bengkel murah meriah. Mau ngecat murah meriah. Apalagi kalau motornya tidak terlihat baru, sehingga tidak paling dulu dilirik maling :D, kalau penyok juga ga stres-stres amat.  Hati lebih tenang. Kalau kehujanan ya dianggap saja film india hehe 😀 (biasanya film india kan suting hujan-hujan).

Jika ada manfaatnya datangnya dari Tuhan, jika ada salahnya datangnya dari saya. Semoga ada manfaatnya 🙂

 

Iklan

2 comments on “Mengecat Motor Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s