Ketenangan Jiwa

Bismillah…

Saya pernah dalam fase kebingungan apa itu kebahagiaan. Dan akhirnya sebagai manusia yang belum memahami kita akan mencoba beberapa hal. Biasanya kebahagiaan akan diidentifikasikan dengan memiliki uang, sehingga jika kita jenuh kita bisa mencari hiburan. Hiburan berupa makan di restoran atau berekreasi. Semakin kita sibuk dengan pekerjaan untuk mencari uang, maka akan semakin sering kita makan di restoran ataupun berekreasi, bahkan tidak sayang untuk berekreasi di tempat mahal sekalipun. Namun dari pengalaman itu, akhirnya saya bosan, dan ternyata dengan “wasting money” ke tempat makan atau rekreasi sering tidak memberikan ketenangan jiwa. Itu karena saya tidak memahami apa itu ketenangan jiwa :).

ms2

Lalu ada beberapa hal yang sering membuat manusia merasa kurang bersyukur di dalam hidupnya, diantaranya:

1. Ketakutan
Sering manusia sebenarnya ketakutan dengan pikirannya sendiri. Ini terjadi biasanya karena ada trauma. Dan sebenarnya sering pula pikiran-pikiran itu terjadi karena tanpa sadar, pikiran itulah yang membawa kita berperilaku seperti pikiran kita. Atau sering pula pikiran itu tidak terjadi. Misalnya pikiran yang terjadi adalah kita berpikir melakukan sesuatu sangat sulit dan tidak akan bisa kita lakukan…. maka kita menjadi enggan melakukannya… maka pikiran itu membawa kita ke arah yang membuatnya terjadi. Pikiran yang sering tidak terjadi adalah “kemampuan meramal” kita untuk apa yang terjadi di masa depan. Padahal kita tahu bahwa Allah lah yang mengijinkan segala hal terjadi di dunia ini untuk kebaikan kita. Yang perlu kita lakukan adalah melakukan hal yang terbaik dan berpikir positif. Sabar… sholat… biarkan Allah memberikan hasilnya untuk kita… satu lagi disini manfaat dari penerimaan :).

silent

2. Berpikir negatif
Bersyukur adalah perbuatan positif, dan logikanya kita tidak dapat melakukan perbuatan positif jika pikiran kita negatif :). Maka mari belajar untuk melihat sisi baik sedikit demi sedikit akan membuat kita belajar bersyukur sedikit demi sedikit :). Allah menyukai perbuatan baik yang sedikit namun berkelanjutan dan dilakukan terus menerus dibandingkan perbuatan besar namun hanya sekali. Semua akan menjadi mudah jika kita terbiasa :).

ibnu

3. Ketidakterimaan akan hasil yang diberikan dan diijinkan Allah
Manusia sering membuat targetnya sendiri. Dan ketika target ini tidak tercapai, maka sering ada ketidakterimaan di dalam jiwanya akan hasil yang didapat. Inilah yang disebut stres atau jika berkepanjangan menyebabkan depresi… stres dan depresi adalah hal negatif… merusak jiwa kita, dan jika jiwa kita kurang baik maka juga akan merusak fisik kita. Hal ini karena kurangnya keyakinan bahwa Allah mengijinkan semuanya terjadi, dan itu pasti untuk kebaikan kita. Ilmu Allah sangat luas… walau jelek di mata manusia, bisa jadi kita baru tahu hikmahnya di masa mendatang. Jika sedih dan merasa tidak terima, sebaiknya tidak marah, karena marah membuat perilaku dan lisan kita tidak terkendali dan bisa jadi dosa. Lebih baik menangis dan mengadu kepada Allah :). Allah tidak akan marah walau ingus kita mengalir di sajadah :D.

a

4. Berpikir tentang kepentingan diri sendiri
Mungkin kita sering berpikir, kenapa orang lain begini, kenapa orang lain begitu. Tanpa sadar kita berpikir bahwa kenapa orang lain tidak memberiku ini dan itu…. maka sebenarnya kita sedang meminta-minta :). Bagaimana jika kita yang memberi terlebih dahulu… jangan lupa niatnya dibersihkan benar-benar, agar apa yang kita berikan memang baik. Jika niat kita kurang bersih maka buntutnya akan terjadi hal nomor 3 di atas dan nomor 4 dibawah :D.

5. Menyalahkan orang lain atas semua yang terjadi
Semua yang terjadi di dunia ini adalah atas ijin Allah, tidak ada satupun yang terjadi tanpa ijin Allah. Dan semuanya adalah demi kebaikan kita. Jika tidak terima silakan protes pada Allah sebagai atasan yang bertanggung jawab memberi ijin :)… berani? (saya tidak berani hehe :D)… maka menyalahkan orang lain adalah ketidakmampuan diri untuk introspeksi dan ketidakberanian diri menyalahkan Allah :)… berani? (saya tidak berani hehe :D)

c

Di dalam ayat-ayat Al Qur’an banyak sekali ayat yang membahas bahwa semua yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri (salah satunya adalah “kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.”(surat Al Isra’:7)). Maka selalu ada risiko dari setiap perbuatan. Maka apa yang terjadi adalah untuk kebaikan kita, karena Allah sayang pada kita dan Allah ingin kita belajar untuk lebih baik.

ms1
Ketenangan jiwa kita bisa kita dapatkan dengan mengingat Allah. Tidak apa-apa jika merasa belum dapat feel-nya. Pelan-pelan, sedikit demi sedikit. Jika terus kita lakukan kita akan mengerti :). Kemudian suatu hari kita akan menemukan bahwa membuat diri berbahagia bukan dari “wasting money” untuk kesenangan dunia (ya sekali-sekali boleh, namun tidak sering-sering :)…bedanya ada pada fokus dan prioritasnya, yang tidak diperbolehkan itu adalah kikir, dimana sebenarnya kita memiliki namun kita tidak mau karena alasan takut akan miskin, padahal kita dalam kondisi lapang), kebahagiaan akan lebih banyak kita dapat dari sedekah yang ikhlas :). Sedekah tidak hanya dalam bentuk harta, bahkan urutan dari sedekah sebenarnya adalah:
1. Ilmu
2. Waktu
3. Harta

Sedekah yang lebih utama pun sebenarnya bukan pada jumlahnya, tapi berapa persen dari kelapangan kita. Ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa sedekah 1 dirham lebih utama dibanding sedekah 1 juta dirham karena yang menyedekahkan 1 dirham itu memiliki harta 2 dirham… sedangkan yang bersedekah 1 juta dirham memiliki harta yang jauh lebih lapang. Maka keutamaan sedekah bukan pada jumlahnya, namun pada keikhlasan dan keyakinan kita terhadap janji-janji Allah terhadap sedekah itu sendiri. Allah yang kita sembah maha kaya bukan, karena Allah lah pemberi rejeki :).

s

Berikut keutamaan sedekah berdasarkan janji-janji Allah (Allah gak mungkin memberi harapan palsu bukan :)..):

(Sumber: Dari Status Pak Teddy Lesmana (Salah satu penggerak GSB (Gerakan Sedekah Bebarengan)))
1. SEDEKAH DAPAT MENGHAPUSKAN KESALAHAN DAN MEREDAKAN MURKA ALLAH.
Rasulullah Saw bersabda: “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan sakaratul maut.” (dalam buku Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq).

2. SEDEKAH MEMBUKA PINTU REZEKI.
Rasulullah Saw bersabda ”Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR Al-Baihaqi). Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman: ”Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu. “(HR Muslim).

3. SEDEKAH MELIPATGANDAKAN REZEKI.
Sedekah tidak saja membuka pintu rezeki/ tetapi juga melipatgandakan rezeki yang ada pada kita. “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah 2:261).

4. SEDEKAH MENJAUHKAN DIRI DARI API NERAKA
Rasulullah Saw bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir
kurma.” ( Mutafaq’alaih).

5. PELAKU SEDEKAH BERADA DALAM NAUNGAN SEDEKAHNYA PADA HARI KIAMAT.
Rasulullah bersabda: “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya” (HR Ahmad).

6. AMALAN SEDEKAH ADALAH PENAWAR UNTUK BERBAGAI JENIS PENYAKIT JASMANI
Sebagaimana sabda Nabi: ”Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR Ath-Thabrani).

7. AMALAN SEDEKAH ADALAH PENAWAR BERBAGAI JENIS PENYAKIT HATI
Sebagaimana sabda Nabi kepada orang yang mengeluhkan kekerasaan hatinya kepada beliau: ”Jika kamu hendak melembutkan hatimu, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”(HR Ahmad).
Rasulullah Saw juga pernah bersabda bahwa sedekah dari seorang Muslim meningkatkan (hartanya) di masa kehidupannya, meringankan kepedihan saat mautnya, dan Allah hilangkan perasaan sombong dan egois dari dirinya. (Fiqhus-Sunnah vol. 3, hal 97).

8. ALLAH MENOLAK BERBAGAI MACAM MUSIBAH DENGAN SEDEKAH.
Sedekah menolak berbagai bentuk musibah bagi siapapun, sekalipun mereka dari golongan orang zhalim, bahkan kafir sekalipun. Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4).

9. SEORANG HAMBA BARU BISA SAMPAI PADA HAKIKAT KEBAJIKAN SEJATI MELALUI AMALAN SEDEKAH ,
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. 3:92).

l0. SEORANG YANG BERSEDEKAH DIDOAKAN OLEH MALAIKAT SETIAP HARI.
Nabi Saw bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq” sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata, “Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya),”(HR Bukhari-Muslim).

11. PELAKU SEDEKAH DIKARUNIAKAN KEBERKAHAN BAGINYA DAN HARTANYA.
Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS Saba 34: 39). Dan jika disedekahkan, maka tidak berkurang karena Allah akan menggantinya.

12. TIDAK ADA HARTA YANG TERSISA BAGI PEMILIK HARTA MELAINKAN APA YANG TELAH DISEDEKAHKANNYA.
Sebagaimana dalam firman-Nya: “…Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS.3 :92).

13. ALLAH MELIPATGANDAKAN GANJARAN BAGI ORANG YANG BERSEDEKAH,
sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka: dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS 57:18).

14. PENGAMAL SEDEKAH AKAN DIPANGGIL DARI ARAH PINTU KHUSUS DARI PINTU-PINTU SURGA,
“Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari).

15. PADA AMALAN SEDEKAH TERDAPAT DI DALAMNYA KELAPANGAN DADA, KENYAMANAN DAN KETENANGAN HATI.
Setiap kali bersedekah, makin menguat kebahagiaan dan makin besar kesenangan. Allah Ta’ala berfirman: ”Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. 59: 9).

16. SEDEKAH DAPAT MENGHAPUS DOSA.
Pernyataan ini diperkuat dengan dalil hadist Rasulullah saw, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

17. KAYA YANG DISERTAI SEDEKAH BERADA DI TINGKATAN YANG SAMA DENGAN AL-QUR’AN YG DISERTAI PENGAMALANNYA.
Rasulullah bersabda: “Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali (kepada) dua orang. (Yaitu) seorang yang diberikan Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia mengamalkannya siang dan malam. Dan seorang yang dikaruniakan (kekayaan) harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya di (jalan) kebenaran siang & malam.”

18. SEORANG HAMBA DIANGGAP TELAH MENEPATI PERJANJIAN DENGAN ALLAH, PADA SAAT IA MENGORBANKAN JIWA DAN HARTANVA DI JALAN ALLAH.
Allah berfirman: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang-mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surqa untuk mereka. Mereka berperanq pada ialan Alah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, lnjil dan Al Qur’an. Dan siapakah vanq lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangah yang besar.(QS 9:111).

19. SEDEKAH ADALAH PENSUCI BAGI HARTA DAN JIWA, MELEPASKAN DARI SIKAP SIKAP BURUK (AD-DAKHAN).
Nabi berwasiat kepada para pedagang: “Wahai para pedagang, sesungguhnya (pada) perdagangan ini terjadi kealphaan dan sumpah, maka campurilah dengan sedekah.”(HR. Ahmad). Allah berflrman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS At-Taubah:103).

20. SEDEKAH UNTUK JANDA DAN ORANG MISKIN DIIBARATKAN SEPERTI ORANG YG BERPUASA TERUS MENERUS.
Rasulullah bersabda, ”Orang yg mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah & ia juga ibarat orang berpuasa yg tidak pernah berbuka.” (HR Bukhari)

Semua yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman pribadi saya yang terus berusaha mencari Allah. Semoga pengalaman ini bermanfaat. Jika ada kesalahan itu berasal dari saya, jika ada kebenaran itu dari Allah.

3 comments on “Ketenangan Jiwa

  1. Ping-balik: Ketenangan Jiwa… | The Heaven's Fruits

  2. Jazakillah bu Rosa, semoga Allah Ta’ala catat sebagai amal shalih yang Allah ridhai dan semoga saya bisa mengamalkannya, aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s