Forgiving is The Cure for Our Soul

Bismillah… berbagi itu membahagiakan :).

Saya dibesarkan di keluarga yang mungkin “sedikit” kaku. Dimana sering penyelesaian suatu masalah itu adalah dengan amarah. Ada dua sisi yang berbeda di usiaku yang waktu itu menginjak belasan. Bapakku sering memberiku kesederhanaan tentang makna hidup. Namun Bapak orangnya pendiam, maka yang dominan adalah asuhan dari Ibuku yang lebih kaku dibanding Bapak. Saat usiaku 16 Tahun, Bapakku dipanggil Sang Pencipta karena sakit hepatitis yang sudah parah. Saya sempat mengalami masa-masa “mencari Tuhan”… waktu yang panjang :). Bahkan sampai sekarang pun saya terus mencari Tuhan…. dan banyak menemukan keagungan Allah.

Hidup ini sebenarnya sangat sederhana sahabat. Terkadang tidak perlu terlalu banyak keinginan seperti orang lain, apalagi menginginkan posisi orang lain. Karena kita bukan orang lain, skenario hidup kita juga berbeda dibanding orang lain. Allah tidak bermain dadu dalam membuat semua skenario bukan? Allah tidak ngawur dalam membuat keputusan bukan?

Dan keindahan hidup kita terletak pada jiwa kita. Dimana jiwa yang tenang adalah jiwa-jiwa yang pemaaf. Memaafkan adalah obat dari jiwa kita. Maka jika kita ingin menjadi jiwa yang bahagia… maafkan diri kita yang tidak sempurna ini, maafkan orang lain yang tidak sempurna. Dengan memaafkan maka tidak akan ada sesuatu pun yang mampu menyakiti kita. Tanpa rasa sakit, jiwa kita akan menjadi tenang.

Kehidupan yang tenang hanya bisa didapat dari jiwa yang tenang, jiwa yang tenang hanya didapat dari jiwa tanpa rasa sakit, obat dari segala rasa sakit di jiwa kita adalah memaafkan. Dengan jiwa yang tenang maka rasa sakit di jiwa kita sudah tidak kita rasakan lagi :).

Semua memang butuh belajar, dan bertahap. Termasuk memaafkan. Pada awalnya memang tidak mudah. Pasti ada rasa marah, menyalahkan, dan membenci. Itulah kenapa Allah suka sesuatu yang baik walau sedikit tapi dilakukan terus-menerus. Ini tahapan yang saya jalankan dengan masih terus berusaha sampai saat ini untuk mendapatkan jiwa yang tenang, hanya untuk berbagi :):

  1. Terus-menerus meyakinkan diri, bahwa semua yang terjadi karena ijin Allah untuk kebaikan kita, agar kita belajar dan memetik pelajaran dari yang terjadi dan menjadi lebih baik.
  2. Mencoba memaafkan diri kita yang tidak sempurna ini, memaafkan kesalahan yang kita lakukan, bahwa kita melakukan kesalahan karena kita tidak benar-benar memahami itu salah, dan semua terjadi agar kita bisa benar-benar memahami bahwa itu salah dengan merasakan akibatnya.
  3. Maafkanlah orang lain yang tidak sempurna, kasihanilah orang itu karena dia berbuat kesalahan juga sama halnya dengan kita, karena ketidakpahamannya tentang hakikat hidup.

Mari belajar memaafkan demi ketenangan jiwa kita, karena hanya dengan jiwa yang tenanglah kita memiliki kehidupan yang tenang :).

Iklan

One comment on “Forgiving is The Cure for Our Soul

  1. Ping-balik: Berbuat Salah… | Rosa Ariani Sukamto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s