Berdamai dengan Rasa Sakit

Tahun 2013 merupakan sebuah tahun perjuangan untukku, di tahun itu berat badanku turun sekitar 20 kg :D. Ya ya benar…. ada permasalahan yang sangat pelik… rasanya seperti sebuah impian seumur hidup yang menjulang tinggi dihancurkan oleh  sesuatu yang membuatnya roboh dalam waktu singkat. Tentu saja ini bukan hal mudah buatku.

Tapi kita hidup, semuanya pasti berubah bukan. Tidak ada yang sama, karena setiap hari adalah waktu untuk belajar menjadi lebih baik. Sekarang aku merasa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih belajar bersabar, menyingkapi banyak hal dengan positif, dan berusaha terus berjuang.

Yang kulakukan sekarang sering ketika bertemu orang, yang kukatakan adalah “kamu harus tetap hidup, karena kalau belum siap, sakratul itu menakutkan”…. kenapa berkata begitu :). Itu bagian dari pengalamanku. Aku adalah manusia dengan banyak sekali dosa.

Mari kita bahas tentang rasa sakit, terutama rasa sakit yang terjadi pada jiwa kita. Orang yang kurang punya Tuhan di hatinya maka akan memiliki kecenderungan untuk mengakhiri rasa sakit di jiwa ini bila sudah terlalu sakit. Sering cara yang dipilih mengakhiri rasa sakit adalah bunuh diri. Jadi kecenderungan melakukan bunuh diri itu untuk mengurangi rasa sakit. Jika ingin menyembuhkan orang seperti ini, maka obatilah rasa sakit di jiwanya.

Aku percaya, ada 4 hal yang menjadi takdir Allah itu adalah kelahiran, rejeki, jodoh, dan kematian. Maka kita tidak diperkenankan melangkahi hak Allah itu. Misalnya untuk mendapat rejeki kita korupsi, atau untuk mendapat jodoh kita ke dukun, atau untuk mengakhiri rasa sakit di jiwa kita bunuh diri, atau aborsi untuk mencegah sebuah kelahiran. Perbuatan itu semua tidak disukai Allah karena kita sebagai makhluk melangkahi hak Allah untuk memutuskan itu semua.

Tugas manusia adalah berusaha yang terbaik dan bersabar. Hasilnya serahkan kepada Allah. Sampai ada surat resmi yang legal dari Allah memanggil kita ke sisiNya.

Banyak hikmah yang kudapat dari pengalaman. Pada intinya, kita tidak bisa melawan rasa sakit yang ada di jiwa kita, karena akan semakin sakit. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan rasa sakit itu, berteman dengan rasa sakit itu, hingga rasa sakit itu tidak mampu lagi menyakiti kita, karena kita berteman dengannya :). Dengan berteman dengan rasa sakit, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik.

Allah mengatakan di dalam Al Qur’an, bahwa Allah menciptakan bumi dan hati manusia itu luas, jika bumi dan hati manusia menjadi sempit, itu karena manusia itu sendiri. Mari berdoa kepada Allah untuk bisa merasakan hati yang luas itu. Aamiin. :). Hari ini adalah hadiah… apalagi jika kita masih diberikan kesehatan dan banyak niat baik, itu adalah nikmat tiada tara :). Dan tetaplah selalu yakin bahwa Allah itu benar benar ada :).

Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil Ni’mal Maula Wa Ni’Manashir….. Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami.

Iklan