Cinta, Kasih Sayang, Kewibawaan, Kepercayaan Adalah Alat Pendidikan, Tanpa Kekerasan

Membaca kisah ibu Een, lulusan UPI yang menginspirasi, bisa dilihat disini

http://news.liputan6.com/read/606837/kuliah-umum-bu-een-kita-harus-tegar-apapun-bentuknya

Liputan6.com, Bandung : Een Sukaesih, guru penderita rheumatoid arthritis yang sudah pernah divonis mati, memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) –dulu IKIP Bandung–, tempat Een pernah menuntut ilmu. Di dalam gedung yang berisi civitas akademika UPI Bandung itu tertegun dan meneteskan air mata.

Een, peraih Special Awards dalam ajang Liputan 6 Award itu sambil terbaring di atas kasur, berbaju batik dan dilengkapi kipas angin, memberikan kuliah umum di ruangan besar gedung UPI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/6/2013).

Een memberikan banyak pesan kepada para dosen, mahasiswa, beserta seluruh peserta yang hadir di ruangan ini. Een berpesan bahwa di setiap kesulitan, selalu ada kemudahan. Tidak mudah menyerah, apalagi putus asa meski tak jarang menemui rasa lelah dan jenuh. “Allah berfirman, janganlah kita berputus asa atas rahmat Allah,” ujar Een.

Setiap kata demi kata dijawab dengan tangisan air mata peserta yang hadir. Rektor, guru besar, mahasiswa, alumni, semua berbaur menyaksikan kuliah umum wanita yang bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Juni di Kantor Presiden, Jakarta Pusat ini.

“Kita dituntut untuk selalu tegar menghadapi kenyataan, apapun bentuknya,” jelas Een. Satu hal yang ditegaskan wanita lulusan IKIP Bandung jurusan Psikologi Pendidikan dan Guru ini, bahwa dasar ilmu pendidikan hanya satu kalimat singkat.

“Yakni kasih sayang dan rasa peduli dengan sesama. Mudah-mudahan ini dapat menjadi inspirasi buat semuanya bahwa dengan cinta dan kasih sayang, yang merupakan alat pendidikan selain kewibawaan dan kepercayaan, pendidikan di Indonesia insya Allah di masa yang akan datang akan lebih maju dari masa sekarang,” tutup Een. (Ism/Mut)

Semangatnya sungguh…

Jadi ingat sebuah kutipan:

Cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis. Cara mengajar paling baik itu memberi contoh, dengan melakukan. Melakukan paling baik itu dengan cinta. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan cinta, itu baik. Jadi kalau kita berbuat baik ke setiap orang, maka pasti kita tidak akan pernah rugi. Saya pengagum The Beatles, all you need is love. Cinta itu sharing, caring, giving, dan forgiving. — Widjajono Partowidagdo

Bakti kami untuk Tuhan…. bangsa…. Merdeka.

Iklan

One comment on “Cinta, Kasih Sayang, Kewibawaan, Kepercayaan Adalah Alat Pendidikan, Tanpa Kekerasan

  1. Tolong disampaikan kepada ibu Een … semoga beliau mau mencoba terapi pete ini:
    http://bambangbakti.wordpress.com/pete-petai-parkia-speciosa-untuk-kesehatan/

    Di halaman berikut ini, ada berbagai penyakit yang bisa disembuhkan denga terapi pete: http://bambangbakti.wordpress.com/diabetes-mellitus-dm/
    … tdak hanya diabetes mellitus, tetapi ada ‘cell regeerative’, pete mengembalikan fungsi saraf, kemungkinan besar juga bisa untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

    Di page yg pertama itu ada 5 buku terapi pete, ada yg full (80 hal.) ada yg cuma resep saja (16 hal.) ada yg untuk impotensi, dan 2 buku dalam bahasa Inggris.

    Mohon diusahakan untu menyampaikan terapi pete ini.

    Terima kasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s