Manusia Makhluk Pembelajar

Entahlah…. dulu tiba-tiba saja kepikiran pengen mengajar di UPI, karena saya dulu mikirnya di UPI pencetak guru, dan ingin sekali mencoba menanamkan karakter pada para guru. Saya pernah membaca bahwa karakter adalah mampu membedakan yang benar dan salah walau mendapat tekanan dari luar maupun godaan dari dalam. Sehingga asumsi saya karakter harus berdasarkan pada manual hidup yang biasa disebut dengan kitab suci. Lalu juga saya sangat tertarik untuk mengajar pemrograman. Mungkin karena banyak sekali melihat orang di luar mengaku bisa memprogram tapi sebenarnya yang mereka lakukan adalah searching aplikasi di internet siap pakai, seperti joomla atau cms lainnya. Padahal bagi saya programmer adalah pembuat program, bukan searcher (pencari program), modifier (memodifikasi program orang), ataupun user (pengguna program orang). Jadi benar-benar bisa memahami logika untuk membuat program dengan baik.

Pada awalnya tidak mudah, karena banyak tentangan yang menganggap saya terlalu tinggi standarnya dalam mengajar, padahal saya melihat dan menargetkan standar minimal dasar logika pemrograman. Banyak sekali hujatan mahasiswa yang saya terima, dan banyak hal membuat saya marah pada diri dan keluarlah banyak kesombongan karena marah. Pernah dengan seseorang berkata “percuma Bu, mereka (mahasiswa program ilmu komputer UPI) tidak bisa diajarin logika pemrograman” karena saya menemukan ketika pertama kali mengajar algoritma dan pemrograman 2 para mahasiswa bahkan tidak mampu berpikir logika pemrograman dengan baik. Dan mungkin yang membuat saya shock adalah banyaknya mahasiswa yang berpikir instan dengan menyontek dan waktu itu jumlahnya tidak sedikit……….. it’s hurt me so much actually.

Waktu demi waktu berlalu…. sampai pernah juga dimaki mahasiswa lewat FB…. but you know…. all that things make me learn bahwa kesombongan dan kemarahan hanya akan menyakiti banyak orang. Dan membuat saya belajar bahwa hanya keikhlasanlah yang membawa kebaikan. Belajar untuk menjadi orang behind the scene dengan ikhlas.

Saat ini saya mengajar pemrograman di non kependidikan ilmu komputer UPI. Dulu pernah mengajar di program studi pendidikan ilmu komputer UPI, tapi setelah itu diminta untuk mengajar nondik. Kependidikan mencetak guru, sedangkan non kependidikan mencetak engineer. Mungkin tidak sesuai cita-cita saya sebelumnya, tapi memberikan modal skill untuk siapa saja itu menyenangkan, agar mereka bisa memperbaiki hidup mereka.

Sekarang ini saya mulai melihat prestasi mahasiswa saya, UPI menang lomba robot nasional juara ke dua untuk kategori robot soccer, and you know who’s hold the programming for the robot…. that’s my students :). Tiga orang yang menjadi programmer pada tim robot UPI adalah mahasiswa yang pernah saya didik (Ruly Anggriawan, Indar Bismoko (keduanya pendidikan ilmu komputer UPI angkatan 2008), dan Noer Bany Yusuf (pendidikan ilmu komputer angkatan 2009)) beritanya ada disini.

Lalu Ilmu komputer UPI juga memperoleh peringkat 6 pada lomba data mining internasional dan tim itu adalah mahasiswa-mahasiswa yang pernah saya didik programming-nya yang membuat engine untuk data mining (Rizky Riadhy, Tiara Freddy Andika, Widianto Gilang, Imam F. N. (mahasiswa Ilmu Komputer angkatan 2009)) beritanya ada disini…….

Mungkin tidak ada yang tahu kalau mereka adalah mahasiswa-mahasiswa saya karena yang dikenal adalah dosen pembimbing mereka di lomba-lomba itu, tapi saya sangat bangga menjadi dosen behind the scene yang ikut andil dalam membangun fondasi pemrograman mereka, dan skill itu mereka gunakan untuk berbagai lomba :). Dulu mereka tidak terlalu berani mengikuti lomba, tapi sekarang berani……….. itu membanggakan bagi seorang dosen seperti saya :).

Iklan

6 comments on “Manusia Makhluk Pembelajar

  1. sip… yg penting positive thinking aja atas apa yg dilakukan dan apa komentar serta perlakuan orang… tapi salut, dirimu masih mau megang dgn kondisi spt itu dalam waktu cukup lama… kl aku mungkin udah lepas tangan… πŸ˜€

  2. yeyyy..udah nulis komen pnj lebar ga mau ke send.
    Sering saya pengen nginbox kalo baca status mbak di fb, tapi aku yakin someday ntar mesti nemu sendiri. rasanya….”kesombongan” kita kok senasib. mereka2 yang betebaran di luar dengan ‘berani’ itu juga hasil kesombonganku mungkin πŸ™‚ Hikmah dari kesombongan itu adalah mengantarkan individu “berani”, tapi…bisajadi kita terlalu berdiri mendekati mereka, mungkin dengan agak membungkuk atau jongkok sekalipun…akan lebih banyak pribadi2 yang berani kita hasilkan. 6th berkutat di institusi yang sama, bukan hal yang mudah untuk alien2 seperti kita. tapi insya allah…niat yang baik…pasti berakhir dengan baik ^ ^

  3. Terima kasih Ruly, saya bangga pernah jadi dosenmu :). Semoga terus berjuang meraih impian, walau orang lain bilang impianmu terlalu tinggi, yang penting terus berjuang…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s