Hidup di Negara yang Hampir Tanpa Tuhan

Jika dibilang letih, maka naif jika tidak kuakui aku sangat letih melawan banyak hal perbuatan manusia di negara ini yang mungkin hampir tanpa Tuhan. Hujatan bahwa saya dosen rese, paranoid, nyebelin, killer, sok suci, dkk. Kadang berharap diberi kekuatan oleh Tuhan untuk mampu melawan semua ini. Mencoba memberikan pendidikan moral yang bisa saya pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Kadang saya berpikir, “lama-lama ada yang nyantet saya ini”, karena saya sangat keras melawan contek-menyontek. Saya sangat tidak menolelir itu. Mungkin pada saat belum mempunyai kekuatan mereka hanya menyontek, tapi begitu mempunyai kekuatan, mereka bisa jadi pembunuh masal dengan melakukan korupsi. Dengan korupsi banyak orang mati karena tidak bisa makan, berobat, atau bahkan menjadi penjahat karena pendidikan yang kurang memadai terhadap jiwanya. Mungkin ini hanya sekedar idealis, tapi selama Tuhan memberi kekuatan kepada saya maka akan saya perjuangkan idealisme ini.

Negara ini menjadi begitu hancur karena banyaknya perbuatan tidak halal yang menjadi biasa untuk dilakukan di mata banyak orang, tapi manusia-manusia itu tidak menyadari bahwa perbuatan itu tetap haram dan merupakan dosa di mata Tuhan.

Ketika kadar Tuhan di dalam jiwa sudah hampir tidak ada, seringnya manusia menjadi tidak tahu mana yang halal dan haram, mana pahala dan mana dosa. Itulah yang disebut jiwa menjadi sakit. Tidak ada obat untuk menyembuhkannya selain berusaha membantu kembali pada Tuhan, dan terus meminta kekuatan pada Tuhan agar terus ada Tuhan di dalam hati.

Semua hujatan, hinaan, caci maki itu adalah penilaian manusia, jika manusia lebih perduli itu dibanding penilaian di mata Tuhan, maka mungkin dipertanyakan layakkah manusia meminta pertolongan dan hadiah dari Tuhan sementara dirinya hanya perduli pada penilaian manusia?

Setahu saya yang tidak pintar ini, penilaian Tuhan hanya ada dua yaitu dosa dan pahala, sedangkan penilaian manusia bisa banyak, mulai dari materi, harta, gelar, pujian, hinaan, caci maki, celaan dan lain sebagainya yang semuanya tidak hakiki.

Banyak kasus di negara ini yang memang dilakukan dengan hampir tanpa Tuhan, misal yang terjadi pada Ny. Siami dari Gadel Surabaya yang melaporkan ketidakjujuran, tapi diusir oleh masyarakat yang jiwanya sudah sakit dan hampir tanpa Tuhan. Korupsi dengan peringkat “membanggakan” karena nomor 2 se-Asia (dari badan survei dunia) dan kita hanya lebih baik dari Kamboja. Tapi kalau dipikir positif sebenarnya banyak ladang pahala di negeri ini :).

Jika berpikir positif kita bisa melihat cerita para Nabi bahwa membela kebenaran tidaklah bergelimang harta dan penuh kesengsaraan di dunia. Tapi Tuhan menjamin hadiahNya yaitu surga. Sudah ditulis semua janji Tuhan di dalam kitab suci tapi karena kadar Tuhan yang tidak banyak di jiwanya sering orang tidak percaya janji ini yang membuat mereka sebenarnya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. (ditulis oleh seorang pendosa)

5 comments on “Hidup di Negara yang Hampir Tanpa Tuhan

  1. Saya adalah korban ketidak jujuran diri saya sendiri bu, itu sebab sampai sekarang saya belum lulus kuliah #curhat šŸ˜¦

    “Bila Anda telah membiasakan diri dengan jalan-jalan yang tulus dan ikhlas, Anda akan berbahagia menemukan diri Anda berada dalam pergaulan yang jujur.
    Tetapi bagi dia yang telah mengabaikan kejujuran – ada perasaan terbuang dan terendahkan yang menggeliat di dadanya.
    Bila kebaikan masih kuat di hatinya, dia akan mendekat dan memandikan dirinya dengan air sejuk ketulusan dan keikhlasan yang sebetulnya telah lama dirindukannya.”

  2. Obatnya cuman satu, mencoba masuk ke dunia kejujuran dan keikhlasan yang membawa kebahagiaan :). Tanyakan pada diri apa sebenarnya yang kita inginkan dalam hidup ini secara hakiki, lalu jadikan tujuan hidup. Hidup tanpa tujuan akan menjadi sia sia belaka šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s