Hidup ada Kalanya di Atas dan ada Kalanya di Bawah

Kemarin saya dan keluarga jajan makanan ayam bakar yang dulu sering saya dan suami datangi waktu masih kuliah (di daerah sekitar jalan Riau/R.E. Martadinata). Itu hanya sebuah warung kaki lima biasa saja. Tempatnya sekarang sudah digeser dari tempat yang dulu awal berdirinya warung itu. Saya masih ingat dulu warung itu rame sekali. Sampai pernah waktu kami makan disana ada artis Ferry Maryadi juga lagi makan disitu.

Waktu berselang. Kemarin saya kesana dan menjadi sedih. Gerobak yang dulu terisi penuh dengan barang dagangan (tahu, tempe, sate kulit, sate usus, ayam, pepes jamur, pepes usus) sekarang hanya terisi seperempat gerobak saya dengan menu tidak sekomplit dulu (hanya tinggal ayam, tempe, sate kulit, sate usus, dan pepes jamur). Pengunjungnya pun jauh, sudah tidak seramai dulu yang selalu penuh sampe malam pun. Apa yang terjadi dengan warung ini????? Sedih saya melihatnya.

(Kemarin kesana lagi, ternyata sekarang udah lumayan ramai lagi setelah mereka pindah agak maju ke jalan, Alhamdulillah, saya ikut senang)

4 comments on “Hidup ada Kalanya di Atas dan ada Kalanya di Bawah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s