Ketika Manusia Tidak Banyak Bersyukur

Laptop saya yang sudah terlakban karena rontok dan pecah, males ganti, masih sayang

Saya sering bilang pada mahasiswa saya, bahwa kita bisa BAB itu sudah sebuah nikmat yang harus kita syukuri. Orang sering melupakan hal-hal kecil yang diberikan Allah kepada manusia. Orang juga sering silau dengan sesuatu yang semu di dunia. Kenapa bagi saya bisa BAB itu harus disyukuri, saya pernah tahu seorang yang harus dilubangi perutnya karena sudah tidak bisa BAB secara normal. Lalu kotorannya dimasukkan ke dalam kantong yang harus sering dibersihkan. Bisa dibayangkan…….Sejak itu setiap bisa BAB saya bersyukur kepada Allah betapa nikmat yang diberikan.

Manusia sering silau atau bahkan terjebak dengan kehidupan yang semu, misalnya demi uang dan jabatan orang mengabdikan waktunya disitu, tanpa menyadari nikmatnya keluarga yang berhasil. Keluarga yang berhasil bagi saya adalah seorang suami yang dapat menjadi amanah sebagai seorang pemimpin dan anak-anak yang soleh dan solehah. Bagi saya ketika seseorang mendapatkan semua uang dan jabatan tapi anaknya gagal, maka kalahlah seluruh hidup di dunia. Sering beralasan mencari uang demi anak tanpa menanyakan kepada anaknya apa yang diperlukan anaknya. Sering orang lupa bahwa tidak semua di dunia ini dapat dibeli dengan uang.

Arti uang bagi saya adalah power (kekuatan), kekuatan untuk membantu orang lain. Cobalah merasakan bahwa dalam kondisi kepepet pun kita masih dapat membantu orang dengan ikhlas, karena yakin Allah akan memberikan balasan akan keikhlasan kita. Tidak usah terlalu dipikirkan apa kita akan makan besok, ketika kita ikhlas maka Allah akan memberikan hitung-hitungannya asal kita tetap berusaha yang terbaik. Hitung-hitungan itu tidak sesuai dengan teori ekonomi manusia. Kenapa manusia terjebak untuk terus mencari uang tanpa peduli hal-hal yang lebih penting yaitu hakiki hidup, karena kebanyakan manusia tidak percaya bahwa Allah akan mencukupkan rejekinya jika kita ikhlas.

Bagi saya, saya hidup dengan doa orang lain. Jika saya zalim maka doa orang yang saya zalimi bisa jadi dikabulkan, jika saya baik, maka doa dari orang yang saya baiki bisa jadi dikabulkan.  Allah adalah guru yang paling baik, apa yang diberikan kepada kita adalah pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik asal kita menyadarinya dan mempercayaiNya.