Menyalahartikan Rasa Sayang

 

Ada sebuah perkataan, bahwa orang yang paling kita sayangi terkadang adalah orang yang paling sering kita marahi. Saya pernah berbicara dengan teman jurusan psikologi unpad waktu saya mahasiswa dulu, saya bercerita beberapa hal mengenai Ibu saya yang saat SMA sering saya membatahnya :(. Saat itu saya bilang saya benci ibu saya, tapi teman saya itu berkata “Ros, kamu tahu tidak, dari semua ceritamu sebenarnya orang yang paling kamu sayangi di dunia ini adalah ibumu”. Saya merenung saat itu dan mulai menangis, iya saya sangat menyayangi ibu saya, bahkan saat itu saya berjuang keras di ITB dengan semua keterbatasan biaya karena saya tahu Ibu saya sudah berjuang keras demi saya. Masya Allah………(Makanya saya ingin jadi dosen yang benar, karena saya tahu orang tua setiap mahasiswa berusaha keras menyekolahkan anaknya :)).

Lalu saya kemarin cerita dengan suami saya, Pak mahasiswa itu banyak yang menganggap saya “tega” dengan standar saya (padahal tidak ada 50% standar saat saya mahasiswa dulu). Padahal saya ingin yang terbaik buat mereka biar mereka jadi orang yang mampu hidup dengan baik dan berguna bagi orang lain. Lalu suami saya berkata, “itu sudah biasa, orang sering menyalahartikan rasa sayang, misalnya saya marah ke kamu, pasti kamu menganggap saya menyebalkan, padahal saya marah ke kamu karena saya perduli dan sayang”. Saya merenung………

Iya, karena Allah sayang pada Nabi Muhammad, Nabi diajari banyak hal (Hidup Nabi sangat susah, bukannya enak ongkang-ongkang). Ternyata menyampaikan rasa sayang itu terkadang tidak dimengerti orang yang disayangi……

Saya harus mencoba mengerti ini dan bersabar karena saya yakin dengan yang saya rasakan, saya sayang mahasiswa saya, dan menghormati perjuangan orang tua mereka menyekolahkan mereka. Jadi harusnya saya tidak meminta dimengerti, tapi harusnya saya bersabar. Amin.

Jadi ingat sama Bu Inge, ternyata Bu Inge sayang sama saya :D. Dulu saya juga tidak suka Bu Inge, tapi sekarang Bu Inge menjadi dosen yang paling saya ingat. Maaf dan Terima kasih Bu. (Bu Inge adalah dosen Algoritma dan Pemrograman saya waktu saya tidak lulus mata kuliah ini, rasanya saat itu hidup saya hanya berisi Algoritma, di jalan, di kamar, bahkan di WC :D).

Iklan

2 comments on “Menyalahartikan Rasa Sayang

  1. Sayangnya saya tidak sempat mengenal ibu sebagai dosen saya.. Padahal ingin juga merasakan ‘kasih sayang’ ibu:D. Anyway kapan2 mau dgr crita ibu langsung ya.. selama ini terhalang tembok lab.hehe

  2. He he he……..Saya memang begitu :D. Kadang kepikiran kalo saya pergi ke tempat orang lain ngajak ngobrol takutnya mengganggu. Itu saya lakukan ke semua orang, sampai ke mahasiswa saya. Jadinya emang jadi suka di ruangan yang kadang ada “pasien” curhat trus ngobrol :D. Seru denger cerita banyak orang dengan berbagai usia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s