Mutu S1 dan S2 Informatika di ITB

Menurut saya mutu S1 dan S2 Informatika ITB sangat jauh berbeda. Selain itu ada kontroversi pada beberapa tahun belakangan ini mengenai ijazah dari jurusan S2-nya karena di Informatika saat saya kuliah S2 ada tiga jurusan yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Sistem Informasi (SI), dan Informatika (IF). Tapi ternyata ketika lulus, sama sekali tidak ada perbedaan di ijazah antara yang RPL, SI, atau IF. Semuanya sebagai magister Informatika. Pada akhirnya ada beberapa pengalaman ada lulusan S2 Informatika ITB yang diharapkan sudah ahli membuat program komputer ternyata tidak ahli karena ternyata mengambil jurusan SI. Sebenarnya semua jurusan itu memiliki kelebihan masing-masing jika ditempatkan pada ladangnya. Tapi terkadang orang-orang yang lulus dari SI atau RPL ketika ditanya mengatakan dia magister Informatika ITB yang notabene anggapan orang luar pasti bisa membuat program, dan tidak menyebutkan jurusannya. Akhirnya ada beberapa kekecewaan setelah masuk karena tidak sesuai dengan harapan sebelumnya.

Hal yang paling merugikan menurut saya adalah, banyak diantara orang-orang yang tidak dalam ladangnya ini mengajarkan ilmu yang bukan ladangnya ke mahasiswanya, dan hasilnya mahasiswa tidak mendapatkan yang seharusnya mereka dapatkan karena dosennnya tidak paham konsep dasar ilmu yang diajarkannya. Fiuh…….kasihan juga mereka bayar sekolah, kasihan orang tuanya yang berjuang mencari uang untuk menyekolahkan anaknya. Menurut saya menjadi dosen itu mempunya tanggung jawab besar ke mahasiswa, orang tua mahasiswa, dan Tuhan. Karena jika yang kita ajarkan salah, maka jika mahasiswa kita menjadi dosen, dia akan mengajarkan yang salah pula pada mahasiswanya dan seterusnya (berapa besar dosa yang harus ditanggung jika begitu). Bagi saya dosen bukan hanya sekedar profesi.

Sebagai perbandingan mutu S1 dan S2 Informatika ITB adalah sebagai berikut:

Ketika saya S1, hanya sesekali saja memiliki sampingan sambil bekerja ketika kuliah, itu saja saya terseok-seok sampai pernah punya IP 1 koma (tapi saya juga pernah punya IP 4.00 he he he he) dan alhamdulillah akhirnya bisa lulus dengan IPK 3 koma.

Ketika saya S2, saya mengajar belasan SKS sebagai dosen, saya memegang beberapa proyek IT yang saya kerjakan sendiri, saya masih mengurus anak (anak saya titipkan di daycare saat saya keluar rumah, dan saya jemput begitu pulang ke rumah), saya masih masak sendiri untuk keluarga, suami saya juga kuliah dan bekerja dan masih membantu saya mengurus keluarga, IPK saya masih bisa hampir cumlaude (kurang 0,03 😦 ) dengan beban kerja yang sangat tinggi.

So menurut saya, beban dan kualitas S2 Informatika ITB tidak sebanding dengan S1-nya. Masih kalah jauh.

Ada sumber juga untuk referensi dari blog dosen saya (Perbedaan S1 S2 S3): http://rinaldimunir.wordpress.com/2013/04/24/perbedaan-s1-s2-dan-s3/

By Rosa Ariani Sukamto Posted in ITB

32 comments on “Mutu S1 dan S2 Informatika di ITB

  1. Setuju dengan pendapat diatas Bu Rosa. Tapi menurut saya itu tidak terjadi di informatika saja. Walaupun saya hanya mengambil S1 di informatika tapi ketika saya mengamati S2 dari jurusan sebelah pun saya merasakan hal yg sama. Tapi ya begitulah kondisis alma mater tercinta kita.

  2. alo rosa.pa kbr ne?dgr2 jadi calon dosen upi y?
    btw,tulisan menarik.pgn komentar.
    menurutku universitasny jg yg salah.knp g dites dulu kl butuhny yg jago coding.
    eh,skrg s2 IF lbh susah lho.kita aja angkatan terakhir yg kur.nya ‘ringan’

  3. @ Bayu
    Yup, kadang juga mau gimana lagi :D. Ada banyak jurusan yang dibuat berdasarkan kepentingan 😀 (kayak politik aja, banyak kepentingan).

    @JF
    yo ep, jek tas wingi daftar saiki rung ngerti pengumumane :D. Sak rejenike ae. Baguslah kalo sekarang dah meningkat mutunya. Kalo soal jago koding, kadang kan di tesnya memang tidak diberikan, tapi ya memang bisa dibilang gitu sih, kalo mau yang jago koding ya tes lah :D.

  4. kayaknya ga semua jurusan deh ros. soalnya ada tmenku dari yang kuliah s2 di ITB tapi entah jurusan apa *lupa* bilang kalo tugasnya buanyaaaak banget. ga kaya kita. bener kata JF tuh, kayanya angkatan sekarang lebih susah deh, dan yang aku liat mereka juga banyak tugas.

  5. Nir, aku kan ngomongnya spesifik S2 Informatika ITB :p. Aku ngomong S2 Informatika ITB karena aku tahunya cuman jurusan itu :D. Jadi aku berani ngomong, kalau yang lain aku gak tahu :D.

  6. masalahnya informatika ITB kan ada 3 konsentrasi Ros, harusnya kamu sebutin juga konsentrasinya informatika, eh salah sekarang udah diganti jadi ilmu komputer yah? :p

  7. Wah dah ganti ya :D. Aku gak nyebutin 3 konsentrasi nya karena aku pernah ikut kuliah di 3 konsentrasi itu he..he…he… ternyata sama aja saat itu 😀 di 3 konsentrasi itu.

  8. Nimbrung ya…:)

    Jelas S1 lebih bagus daripada S2…fokusnya khan juga beda…S2 lebih banyak mandirinya…so..kualitas tergantung pribadi. Ada juga yg tesis di Ilmu Komputer (IF ITB S2) yang gak bisa mrogram (hidden name ya) tapi bisa lulus…dan yang pasti bukan alumni S1 ITB.

    Trus yang nawarin kerja…bagusnya tanya detail kemampuan orang yang mau diterima…dan harusnya mereka tahulah…S2 itu gak fokus di programming. Kalo S1 dah jago…insya Allah tetap jago programmingnya..kalo S1 nya kacau…sulit untuk bisa jago programming after S2. Itu kesimpulan ane pribadi lho.

    Semoga S1 informatika ITB tetap berjaya…salut buat para alumninya 🙂

    • Gue suka gaya “loe” Mas 😀 He5x. Kelebihan orang-orang alumni S1 UGM, lebih membumi :D. Kalau orang-orang lulusan ITB kan individualis dan seringnya lebih apatis (merasa :D). Salut juga dengan lulusan UGM yang membumi. Semoga akan selalu membumi :D.

  9. mungkin krn waktu s1 kita blm ngerti apa2..jd brasa susah.. klo s2 kan da py dasar dari s1. Tp untuk bu Rosa.. mnrt sy bu Rosanya yg emg jagoann..gile abis dah,dikau btul2 Kartini jaman modern(turut menyayangkan ga jd kumlot:( )… ayoo tunggu apa lagi..pilih bu rosa!!! (btw pilih jadi apa?) 😀

  10. Ha ha ha ha…..kayaknya saya gak bakal ikut pilkada :D. Gak suka politik euy. Mungkin juga ada sebab itu, tapi saya rasa persenannya tidak banyak. Sekarang ITB mengadakah excel untuk mahasiswa ITB yang mau langsung S2, dapat beasiswa pula.
    Kalau dari standar nilai memang beda, pada saat S2 toleransi dosen lebih longgar, misal tugas telat kadang masih diterima, ujian kadang ada susulan. Pas jaman kami S1 gak ada semua itu (saya saat itu). Mungkin karena biaya di S2 lebih besar dan dari kredit akademik bagi dosen kum-nya juga lebih besar jadi lebih disayang :D. Mungkin bisa baca beberapa artikel milik Pak Rinaldi Munir, disitu sering disebutkan S1 di ITB banyak badai tugas besar dan ujian. Jadi bagi saya tetap beda jauh dari segi standar dan penilaian.

  11. Ooo….begitu, thx atas pendapat Bu Rosa!! Jadi klo ngambil S2 dijaman sekarang gak harus dari kampus berkualitas dengan nama, tapi dilihat dari kualitas pengajarannya, bisa menjadi masukan bagi saya yg ingin mengambil S2….!!!

    • Tergantung pada pilihan hidup dan prioritas. Masyarakat Indonesia kecenderungan masih melihat dari nama dan “casing” jadi jika prioritas adalah “prestige” maka memang biasanya akan memilih universitas yang sudah punya nama, tapi jika yang dipilih adalah kualitas mungkin bisa memilih yang lain. Tapi pertanyaannya adalah kita harus punya sebuah patokan mana universitas yang mutunya bagus dan tidak. Nah hal itu bisa diukur darimana? Itu yang harus dipertimbangkan. Hidup adalah pilihan.

  12. Setuju dgn ibu rosa bahwa yg penting mengajar itu sesuai dgn ladangnya, kewajiban moral lah. Mengenai keahlian membuat program/coding, tergantung kebiasaan dan niat mengasah diri, hobbies dll. Anak2 SMP & SMA yang terbiasa coding pada jago2 lho, bahkan mungkin lebih jago dari S1/S2 informatika, faktor kebiasaan & hoby. Tp memang setidaknya lulusan S1/S2 informatika harus dibekali dgn kemampuan membuat program ato mengasah dirilah. Dan jgn lupa banyak banget temen2 di luaran sana yg ahli programming, baik S1atau S2, bukan dari jurusan informatika lagi, ok banget kan. Itu karena mrk2 terbiasa mengasah diri dgn programming dan hoby mungkin. Masak anak2 informatika cuma cari nilai & IP doang, apa kata dunia ?. Walaupun itu jg penting.

  13. sy sangat senang dan bangga Bu Rosa menjadi dosen di Program Ilmu Komputer UPI.. saat tau ada dosen baru, dan ternyata bu rosa sy jd ingat buku2 pemrograman yg sy punya.. apakah sang dosen adalah sang penulis buku2 kesukaan sy.. dan ternyata IYA.. Senengnya =D tp sayangnya saat ibu mulai mengajar sy nya sudah lulus dari Pendidikan Ilmu Komputer UPI =(
    Semoga dengan kehadiran ibu, ilkom UPI yg masih baru ini bisa menjadi lebih baik dan bisa sehebat IF ITB di masa depan.. Good Luck Bu =)

  14. Amin. Sebuah perjuangan tidak ada yang gampang, kalau gampang gak seru ya :D. Saya hanya punya cita-cita suatu hari Ilmu Komputer UPI bisa dianggap di bangsa ini, tidak hanya jago kandang. Amin.

  15. Maaf, kalau boleh saya mau tahu daftar matakuliah S2 & S3 Informatika ITB. Barangkali ada kesempatan untuk melanjutkan. Tapi salah satu kelemahan saya adalah di matematiknya. Saya bukan alumnus ITB. Terima kasih

  16. setuju dengan bu rosa kualitas kuliah S1 jurusan komputer msh lebih baik dr S2 nya….sy jg dulu waktu S1 di unikom…dosen sy yg sdh lulus S2 di ITB…notebene…dia sprtinya ga ngerti koding…dan kl menurut sy koding itu malah paling penting dalam bidang ilmu komputer…..beliau alasannya org analys…jd ga perlu2 bnget bs untuk itu….kl menurut sy kebanyakan (walaupun tdk semua) kl mengambil kuliah S2 (yg sdh sy tanyakan dr org2 yg pernah kuliah S2), rata2 kuliahnya ngga terlalu dipersulit….apalagi kl S2 nya di Perguruan Tinggi swasta…tugas itu sngat jarang sekali….

  17. Sebenarnya ilmu tentang komputer ada banyak cabang. Kalau di ITB S2 nya ada informatika (teknis dan keilmuan), RPL (manajemen proyek perangkat lunak), SI (manajemen teknologi informasinya) nah untuk SI coding memang jarang dilakukan, tapi paling tidak mengerti logikanya. Kalau dosen saya bilang kenapa mutunya tidak sama, karena mutu yang masuk tidak setinggi yang masuk S1.

    • saya waktu itu dapat beasiswa, tapi suami saya bayar sendiri. Waktu itu satu semesternya sekitar 7.5 jutaan, kalau bisa selesai 3 semester paling habis 25 jutaan dengan pernak pernik yang lain. Kalau tidak salah sekarang 1 semester sudah 10 jutaan, kalau tidak salah tahun depan bisa ada potongan karena ada biaya operasional ptn dari pemerintah, kalau tidak salah sedikit sih, cuman mungkin bisa memotong 🙂

  18. sory numpang curhat, saya juga lg bingung nich mau pilih konsentrasi ke multimedia apa jaringan ya, yg menurun abang” & mba” prospeknya bagus buat 2 tahun kedepan. saya bingung pilih yg mana takut salah pilih jurusan…..2 2 nya suka..!!!
    tanks for all………

    • Kalau menurut saya semua ada konsumennya :), jadi kalau jaringan kebanyakan di Indonesia masih pada technical support, jadi instalasi jaringan dan menjaga jaringan stabil, tapi kalau di perusahaan yang sudah mapan banyak juga yang sudah ke analisis jaringan. Kalau multimedia arahnya berbeda, lebih banyak ke arah desain dengan komputer atau game. Sebenarnya tinggal kembali lagi, ingin apa kita di masa depan, dan apa yang kita sukai, maka itu adalah panggilan jiwa kita :D. Bagi saya dua-duanya baik dan memiliki peranannya sendiri. Semoga bermanfaat :D.

  19. Wah hebat yah s1 if itebe… kalo gtu bikin aja aturan syarat masuk s2 itebe HARUS dari alumni s1 ITB agar tetap dpt mengkokohkan ‘tirani’ itebe. 🙂
    Kalo masalah nilai, terang aja nilai s2 lebih mudah dpt bagus lah wong standar nilai s1 dan s2 memang beda. Pengalaman sy s2 di itb non STEI, tugas lumayan banyak kok dan memang dibutuhkan skill ‘bawaan’ s1. Kebetulan sy alumni s1 non-itb, cuma alumni kampus makara.
    oia, buku2 ibu bagus, salut

    • Sebenarnya menulis ini pengen memberi masukan juga ke almamater :). Dan memberikan informasi kepada yang bersekolah di S2 ITB untuk tidak merendahkan S1 ITB, karena ada orang yang dengan bangganya mengaku lulusan terbaik S2 ITB dan sesumbar bahwa dia lebih hebat dari semua lulusan ITB…. nah sebenarnya itu tidak benar juga… karena tidak apple to apple :).

  20. Wah menurut saya untuk S2 ITB angkatan 2013, itu sama beratnya…sekarang semua opsi dapet mata kuliah Algoritma dan Pemrograman….Opsi TI (Teknologi Informasi) dan SI (Sistem Informasi) yang penjurusanya bukan ke teknis juga dapet mata kuliah ALPRO dan itu sifatnya wajib….jadi ITB memang sedang meningkatkan mutu lulusanya…ya setidaknya lulusan S2 ITB juga harus memeliki kemampuan teknis yang bagus juga

  21. Kalau dulu di Informatika semua jalur S2 nya juga dapat Algoritma dan Pemrograman, tapi levelnya berbeda, ada yang sangat dasar, dasar, dan advanced. Mungkin memang sekarang terus diperbaiki :).

  22. kalau mutu s2 lebih beda sama s1 lah. La wong s1 kebanyakan teknis/tukang nya, kl s2 lebih ke managerial itu kata dosen saya. S2 bangun program nya boleh tidak dibuat sendiri , tapi visi dan misi tetap membuat dia. Kalau pola fikir masih ngoding itu belum s2 tuh hehehe. Banyak bermain teori di metode terutama matematika. Apalagi S3 ada masalah baru kemudian cara menyelesaikan maslah dengan metode baru atau metode lama dimodifikasi. Coba tanyakan profesor nya mbak! Dia bisa ngoding gk? Hahahaa
    Jadi semakin tinggi kuliah mutunya tidak di teknis/coding tapi teori. Karena fakultas teknik ya di matematika. Coba liat para profesor informatika/elektro apa bisa coding dgn bagus? Malah matematika yg kuat.

  23. Hehe… ini mah tulisan masih jaman dulu :). Setahu saya ilmu itu berjenjang.. kita tidak akan bisa menjadi seorang manager yang baik jika kita tidak tahu benda apa yang kita kelola… sama dengan tidak akan pernah ada analis software yang baik tanpa dia tahu seluk beluk apa yang bakal dia analisis…. setidaknya dia tahu dengan baik. Kalau yang sudah tinggi di bidang informatika.. informatika ya hehe :D, misalnya S3 dalam informatika tapi tidak bisa coding… biasanya dia punya bala tentara yang membantu pemikirannya (S1 nya mungkin tidak belajar ngoding atau tidak bisa ngoding :D)… dari pengalaman kerja saya dulu, ketemu manager atau analis yang gak bisa coding… buntutnya seringnya yang menganalisis dan mengelola software ya saya sendiri :D…. beliaunya biasanya cuman nanya-nanya :D… lalu ketika presentasi ke user.. ya saya yang presentasi sambil ditemani beliau :D…. jika Anda orang yang paham tentang ilmu, Anda pasti memahami bahwa ilmu itu berjenjang dan dengan jenjang itulah fondasi yang benar-benar baik akan terbentuk 🙂 asli dalam pikiran kita… bukan dengan bala tentara :).

    • Tulisan ini saya buat ketika saya belum banyak belajar tentang wisdom 🙂
      Mengenai kualitas… ketika Allah mengurangkan…biasanya Allah juga melebihkan… begitu pula sebaliknya. Untuk kualitas skill dengan tempaan yang lebih biasanya memang skill akan bagus… terutama jika tempaan itu memperkuat bukan melemahkan. Namun tetap saja ada sisi yang kurang. Tugas manusia kan mencari kelebihan dan mengembangkan untuk manfaat bagi banyak orang.
      Mengenai Skill memang saya akui S1 nya lebih baik dibanding S2 nya, namun mengenai Wisdom, S2 nya lebih baik dibanding S1 nya 🙂 .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s