Jangan Hanya Salahkan Anak Jika…….

Merasa miris melihat berita di TV seorang anak pemulung berusia 13 tahun membunuh seorang wanita yang sering memberi kepadanya hanya karena ingin memiliki sepeda bekas milik wanita itu.

Semua anak yang terlahir di dunia seperti sebuah botol kosong. Keluarga dan orang tualah yang wajib mengisi botol kosong itu. Semua anak di dunia ini dilahirkan dengan hati baik jadi kenapakah ketika besar banyak manusia berhati busuk.

Mungkin tanpa disadari banyak orang yang gelap mata menghalalkan segala cara untuk membesarkan anaknya, seperti halnya mengisi botol kosong dengan dengan cairan hitam yang berbau busuk. Lalu apakah yang terjadi ketika botol penuh, bau cairan itu akan semakin busuk. Jadi jangan hanya menyalahkan seorang anak jika seorang anak berbuat kesalahan.

Dari segi psikologi ketika seorang anak menjadi manusia yang mulai mengerti dunia dibutuhkan waktu bertahun-tahun, bukan waktu yang sedikit. Sehingga jika terjadi sesuatu pada anak mengenai jiwanya itu adalah akibat dari sebuah perjalanan pembelajaran hidupnya yang tidak sebentar.

Hal ini juga ditambah dengan ketidakstabilan emosi manusia yang masih digolongkan anak atau remaja. Maka jangan hanya menyalahkan anak jika anak berbuat kesalahan, tapi semua pihak harus melakukan instropeksi yang dalam mengapa seorang anak bisa begitu.

Misal orang tua sering marah karena anak melarikan diri dengan pacarnya, atau lebih suka berada di luar rumah. Hal ini terjadi karena ketidaknyamanan anak terhadap keluarga.

Anak adalah amanah janganlah membesarkan anak dengan menghalalkan segala cara. Hal itu akan sama halnya mengisi sebuah botol kosong dengan cairan hitam berbau busuk. Jika memang begitu jangan terlalu berharap anak itu akan menjadi anak yang benar. Tuhan itu selalu adil. Tidak pernah ada di dunia ini semua yang diambil dari jalan buruk berakhir baik.

Iklan