Intinya “Kalau Gak Bisa Makan atau Gak Bisa Bayar, Mati Aja Loe”

Hari ini agak miris lihat satpol pp merazia orang-orang yang jualan di depan kampus ITB dan deket kebun binatang. Ya mungkin bisa dibilang dengan kasar menarik barang-barang punya pedagang kaki lima. Disitu langsung aku berpikir gimana rasanya sumber makanan dirampas. Padahal kan mereka masih tergolong orang-orang yang masih mau berusaha. Sering pedagang seperti ini bilang di “tipi” “mending jadi preman sekalian, bunuh orang, jadi orang bener, gak boleh”, benar-benar ironis.

Well, sering sebuah peraturan dibuat tanpa memberikan solusi, misal sekarang di ITB untuk S2 tidak boleh ada penundaan bagi yang tidak bisa bayar, intinya “kalau gak bisa bayar gak usah mimpi sekolah, kelaut aja loe” (Gak tau buat S1-nya, kalau dulu penundaan 2 semester satu semester akan ditutup beasiswa, gak tau sekarang). Seperti pedagang kaki lima, “kalau gak bisa makan mati aja loe, pokoknya gak boleh jualan disini”. Ekstrim.

Gimana orang bisa pinter, negara bisa maju kalau orang gak bisa makan dan bayar disuruh “mati aja”. Well semua orang berhak berpendapat kan :D.